Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 81


__ADS_3

"Disini lo ternyata"


Yura langsung segera mendongak setelah suara seseorang yang dirinya kenal terdengar didepannya,ternyata pemilik langkah yang tadi dirinya dengar adalah Lily.


"Hai Ly,selamat pagi"


"Gak kecapeankan buat sampai kesini?"tanya Yura setelah menyapa Lily.


"Capek sih capek tapi gak terlalu" jawab Lily yang sudah mengambil posisi duduk dihadapan Yura.


"Baguslah.Gue mau ngasih minum tapi kedalam perpus dilarang bawa makanan dan minuman"ujar Yura.


"Gak usah gue gak haus,lagian gue bisa minum susu kotak yang lo kasih nanti pas udah balik kelas"ujar Lily


"Btw ada apa lo minta gue nemuin lo kesini?"tanyanya.


Yura menutup buku bacaannya dan meletakkannya agak kepinggir,lalu menatap Lily dengan seksama


"Gak ada alasan khusus sih,gue cuma kangen aja liat lo.Beberapa hari ini kita gak ketemu"ujar Yura,kok Lily agak merinding ya dengernya.


"Lo gak lagi naksir guekan Yur?


maksudnya,gue tau gue emang cakep tapi gak sampek bikin lo belokkan"ujar Lily menatap Yura penuh selidik sekaligus waspada.


Hahaha....Yura tertawa mendengar pertanyaan Lily itu


"Untungnya sih gue masih lurus ya.


Jadi lo tenang aja"ujar Yura santai tapi tetap saja Lily merasa masih agak waspada.


"Gue bercanda soal alasan gue minta lo kesini tadi.Gue manggil lo mau ngobrol aja"ujar Yura,membuat Lily langsung bernafas lega.


"Gue udah merinding denger jawaban lo tadi Yur,maaf maaf nih"ujar Lily kepada Yura.


"Jadi mau ngobrol apa nih?"lanjut Lily.


"Ngobrolin kembaran lo"

__ADS_1


Posisi duduk Lily langsung terlihat menegak mendengar jawaban dari Yura yang mengatakan kalau mereka akan mengobrol tentang mendiang kembarannya.


"Lo mau kasih tau apa lagi tentang kembaran gue?"


"Sebelum gue jawab pertanyaan lo itu.Lo udah nemu jawaban dari pertanyaan utama dibenak lo?"tanya balik Yura.


Lily menggeleng pelan lalu terlihat menghela nafas


"Belum.Entah kenapa setelah waktu lo itu bilang kalau orang orang yang gue curigain gak ada satupun yang terlibat langsung dengan kejadian itu,bukannya berkurang malah nambah makin pusing gue.Soalnya kalau bukan orang orang didalam daftar itu,siapa lagi yang paling dekat dengan Lala"ujar Lily menjawab pertanyaan Yura.


Lily kini terlihat sedikit frustasi setelah mendapat pertanyaan itu sedangkan Yura malah terlihat kembali menampilkan senyumannya untuk kesekian kalinya.


"Guekan udah pernah bilang sama lo,


jangan menilai dari satu sisi tapi semua sisi.Lagian lo terlalu terfokus pada isi benak lo yang udah terlanjur penuh dengan berbagai opini dan prasangka yang tak semua jelas.Cari lagi kalau gitu jawabannya,kasih tau gue kalau udah nemu"ujar Yura ke Lily.


"Gue kira setelah lo nanya itu dan gue jawab gak tau,lo bakal kasih tau gue jawabannya.Ternyata enggak,malah disuruh nyari lagi"ujar Lily yang tiba tiba merasa lelah.


"Tentu saja enggak,tugas gue cuma ngawasin lo doang.Nyari jawaban tetep tugas utama lo Zia"ujar Yura.


Lily nampak berfikir sejenak lalu menjawab


"Kalau buat seminggu kedepan kayaknya susah deh gue ada waktu kosong,minggu depan baru bisa"ujar Lily.


"Sibuk apa?nongkrong sama anak anak ruang 11 atau molor dikamar?"tanya Yura ingin tau.


"Gak keduanya.Tante gue dan calon om gue baru datang ke Indonesia kemarin,mereka bakal seminggu disini.Karena mereka cuma tinggal sebentar doang,jadi niatnya mah ngabisin banyak waktu buat mereka" jelas Lily.


"Ooh gitu.Kalau begitu minggu depan juga gak masalah asal jangan kelamaan aja"ujar Yura.


"Kalau begitu hari minggu diminggu depan aja gimana?biar gak bebas"Lily mengusulkan waktu pertemuan.


"Boleh,kalau begitu deal.Hari minggu diminggu depan,lo harus ikut sama gue"putus Yura yang setuju dengan waktu yang ditentukan oleh Lily.


"Oke.Emang lo mau ngajak gue kemana sih?"tanya Lily kepada Yura.


"Kesuatu tempat,mendiang kembaran lo tau kok sama tempat yang bakal kita datangin nanti"ujar Yura menjawab pertanyaan Lily.

__ADS_1


Lily sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut tentang tempat yang dimaksud Yuda dan apa hubungannya tempat itu dengan mendiang Lala kembarannya, namun diurungkan karena sepertinya Yura tak akan memberitahunya sekarang jika ditanyapun.


"Asal bukan tempat yang aneh anehayo aja gue mah"ujar Lily akhirnya


"Btw udah jam berapa nih,kok bel masuk belum bunyi?"tanya Lily kepada Yura,ia heran kenapa belum terdengar bel masuk padahal sudah cukup lama dirinya disini.


"Bel masuk mah udah bunyi dari 5 menit yang lalu"ujar Yura yang langsung membuat Lily kaget sekaligus panik,bukan apa apa tapi jarak kelasnya keperpus lumayan cuy.


Yura terkekeh melihat Lily yang terlihat panik karena dirinya mengatakan bel masuk sudah berbunyi,


rupanya anak didepannya ini masih masuk kategori anak baik baik untuk hitungan anggota ruang 11 yang dirinya kenal


"Gak usah panik gitu kali"ujarnya.


"Ya harus panik dong,ini kalau gue dihukum gimana? Dan lo juga seharusnya panik"tanya Lily masih dalam kepanikannya.


"Ngapain panik,tinggal bolos aja apa susahnya.Emang lo gak pernah bolos?"ujar Yura ke Lily.


"Ya pernah sih,yaudah gue bolos aja"


Dalam hitungan seperkian detik,raut wajah panik itu langsung berubah menjadi wajah santai.Lily kembali duduk dengan tenang ditempatnya,


seolah olah bukan dirinya yang kelihatan panik tadi.


*Ngeri juga perubahan ekpresi nih anak*batin Yura yang menyaksikan hal itu.


"Btw anak pinter kek lo emang gak apa apa bolos?nanti nilai lo terpengaruh gimana?"tanya Lily kepada Yura yang terlihat tak khawatir sama sekali.


"Dua bulan ini gue belum pernah bolos lagi,jadi its oke.Nilai?turun dikit gak masalah,gue juga udah gak ada saingan berat lagi"jawab Yura dengan tenang.Cewek itu meraih buku bacaannya yang tadi lalu membukanya kembali,sepertinya ia akan melanjutkan membaca buku itu.


Lily yang melihat Yura yang kembali bergelut pada buku bacaan ditangan langsung menjadi bingung apa yang harus dia lakukan sekarang,mana hpnya tertinggal dikelas lagi.


Lily akhirnya meletakkan kedua tangannya diatas meja lalu membenamkan kepalanya disana,tak salah lagi karena cewek ini memilih untuk tidur saja.Tidur adalah salah satu cara terbaik memanfaatkan kesunyian ruang baca perpus,hehehe.


Beberapa menit berselang,Yura mengintip kedepan melalui balik buku yang sedang dibaca karena merasa tidak ada pergerakan lagi yang dilakukan oleh orang didepannya dan ternyata Lily sudah tertidur.Cepat sekali bukan.Yura beralih kembali pada bukunya membiarkan Lily tertidur dengan tenang disana meski ia cukup yakin saat kembaran mendiang rivalnya itu bangun,mungkin lehernya akan terasa sedikit sakit karena posisi tidur.


Berbeda dengan Lily yang sudah mulai menjelajahi alama mimpi,dikelasnya sendiri para kawan kawannya khususnya Iren dan Alex nampak kebingungan dicampur khawatir saat penghuni bangku belakang paling pojok dekat jendela yang menghadap lapangan belum terlihat batang hidungnya sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2