Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 12


__ADS_3

Jam istirahat___


Lily bersama iren siketua kelas serta lima siswi lain penghuni  ruang 11 terlihat berjalan dikoridor sekolah yang menuju kearah kantin berada,disepanjang perjalanan mereka terlihat murid murid lain yang melihat kearah mereka dan sesekali berbisik.Diperjalanan menuju kantin mereka tak sengaja bertemu dengan rombongan kawanan Alan,sepupunya Lily.


"Ly,kantin bareng gue yuk"ajak Alan tanpa banyak basa basi.


"Gak,gue bareng mereka"tolak Lily,membuat Alan menaikkan sebelah alisnya sambil mengamati para gadis disekitar sepupunya itu.


"Kalian gak keberatankan sepupu gue ikut kantin bareng gue sama temen temen gue?ini hari pertama Lily sekolah.Jadi hari ini dia harus bareng gue,terserah hari berikutnya dia mau ikut siapa"ujar Alan seperti meminta izin kepada keenam gadis lain disamping sepupunya,Alan memilih mengatakan hal itu dari pada akan berdebat dengan Lily.


"Oh,gak masalah kalau Lily-nya mau.


Kalau enggak,jangan paksa"jawab Iren terlihat sangat tenang.


"Kenapa lo yang ngatur?!"ujar Desy yang berdiri disebelah Agnes.


"Lah kok situ ngegas"saut Iren masih dengan tampang tenang,Tenang adalah salah satu kata deskribsi tentang ketua kelas ruang 11 ini.


Lily menghembuskan nafasnya pelan kemudian berbalik menatap keenam siswi teman sekelas barunya,kemudian berkata


"Gue bareng sepupu gue aja ya hari ini,besok baru gabung sama kalian" ujar Lily.


Dan keenam murid cewek sekelas Lily itu kompak mengangguk.


"Yuk"ajak Alan langsung merangkul pundak Lily untuk pergi dari sana bersama para kawannya yang lain, meninggalkan keenam teman sekelas Lily disana.


"Lo yakin Ren,Lily cocok gabung sama sirkel kelas kita?dia sepupunya Alan loh"tanya seorang siswi berpenampilan tomboy dengan potongan rambut sebahu.


"Yakin,yuk kantin"jawab Iren singkat lalu mengajak teman temannya menuju kekantin juga.

__ADS_1


Kantin___


Lily menatap satu persatu orang orang yang duduk dimeja kantin yang ia sama tempati dikantin,gadis itu duduk tepat disebelah kiri Agnes yang merupakan pacar dari sepupunya.


Ia saat ini hanya kenal pada gadis bernama Agnes itu saja selebihnya tidak,ah tidak masih ada satu orang lagi yang ia kenal yaitu Vero kekasih mendiang kembarannya.


Untuk menghilangkan rasa canggung yang terjadi disekitar meja itu karena sejak tadi tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali,Lily mengambil sebuah susu kotak kecil yang sejak tadi dia simpan disaku jaketnya.Gadis itu meminum susu kotak rasa coklat itu dengan senang hati sembari menunggu sepupunya kembali dari memesan makanan,ia tak tahu kegiatannya itu seketika menjadi pusat perhatian dari teman temannya Alan.


"Lo suka minum susu kotak juga?" pertanyaan dari Agnes memecah keheningan dimeja itu.


Lily menoleh kearah Agnes dan mengangguk pelan tanpa mengeluarkan sepatah katapun,Agnes hendak bertanya lagi namun Alan sudah datang membawa nampan berisi pesanan mereka dengan dibantu oleh pedagang kantin.


Alan meletakkan semua pesanan sepupu perempuan,pacar,serta teman temannya dihadapan masing masing sesuai dengan makanan pesanan mereka.


"Makasih bantuannya mas"ucap cowok itu kepada pedagang kantin yang membantunya,ia kemudian duduk ditempat duduk kosong disebelah kanan Agnes pacarnya.


Cowok itu melihat sepupunya yang sedang meminum sekotak susu coklat kemudian nampak menghela nafas lega,


"Ly,makan dulu makanan lo.Nanti aja lanjut itu minum susu coklatnya"Alan


Lily melirik Alan sejenak kemudian langsung meletakkan susu kotaknya dengan sedikit perasaan terpaksa, gadis itu lalu mulai memakan makanan dihadapannya tanpa menunggu yang lain mulai makan terlebih dahulu.


Ditengah tengah berlangsungnya jam istirahat


"Kok lo tadi bisa bareng cewek cewek tadi Ly?"tanya Alan kepada Lily.


"Kenapa emang?"tanya balik Lily.


"Gue butuh jawaban bukan peetanyaan balik,Lily"ujar Alan.

__ADS_1


"Mereka teman sekelas baru gue"


Uhuk...uhuk...beberapa penghuni meja itu langsung tersedak saat mendengar jawaban itu keluar dari mulut Lily.


"Lo bilang apa tadi,mereka temen sekelas baru lo?kok bisa sih?"tanya Alan heran.


"Bisalah"jawab Lily seadanya.


"Bisa gimananya,bukannya lo masuk IPS 1 ya?soalnya gue gak liat lo masuk kelas gue yaitu IPA 1"tanya Alan kagey.


Lily sedikit heran melihat kekagetan sepupunya itu dan ia juga sedikit bertanya tanya kenapa Alan tampak seolah tahu kalau dirinya awalnya akan ditempatkan diruang IPS 1 atau enggak IPA 1.


"Tadinya gitu,tapi gue minta pindah"jawab Lily santai,namun menimbulkan rasa syok pada sepupunya.


"Jangan bilang lo minta ditempatin diruang 11"ujar Alan seakan tahu isi pikiran Lily,namun cowok itu menolak untuk tak yakin pada tebakannya.


"Iya,kok lo tau?"saut Lily santai.


Sedangkan Alan hanya bisa menghela nafas kemudian bertanya lagi


"Tapi lo udah izin om Haris sama Tante Linda-kan?"tanya cowok itu harap harap cemas.


Lily yang mendengar pertanyaan Alan langsung meletakkan sendok dan garpunya diatas piring berisi nasi goreng yang terlihat sudah kosong, gadis itu sudah selesai dengan makanannya.


"Jawab Ly"desak Alan pada sepupunya yang tengah santai melanjutkan meminum susu kotak yang tadi sempat ditunda.


"Gue gak butuh izin dari mereka atau siapapun buat milih kelas yang gue pengen,Alan"ujar Lily,setelah mengatakan hal itu ia langsung beranjak meninggalkan meja itu tanpa basa basi.


"Gak sopan banget sepupu lo yang satu itu,main nyelonong pergi aja.Gak kayak Lala"ujar Desy menatap punggung Lily yang sudah menjauh dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"Udahlah,jangan dibahas"ujar Alan.


__ADS_2