Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 50


__ADS_3

Lily menutup pintu kamarnya perlahan,tangannya digunakan untuk mengucek ngucek matanya yang masih sulit terbuka.Padahal sedang enak enaknya tidur tapi Lily malah terbangun karena merasa tenggrokannya sakit dan kering,mana stok air putih dikamarnya habis lagi.Jadilah gadis remaja itu dengan wajah yang terkantuk kantuk ia keluar dari kamarnya menuju kelantai bawah untuk menuju kedapur.


Sesampai didapur,Lily segera mengambil gelas bersih dan menuangkan air dalam teko yang terletak diatas meja kedalam gelas yang dia ambil tadi.


Lily sedikit kebablasan menuangkan air kedalam gelasnya sehingga airnya meneleber keluar dari dalam gelas,buru buru dirinya meletakkan teko itu keatas meja dapur kembali.


Lalu segera mengambil beberapa helai tisu disana untuk mengeringkan permukaan meja yang tersiram air minum itu.Setelah beres barulah Lily mulai meneguk air minum itu, kerongkongannya yang kering terasa lega kembali setelah dialiri air putih yang diminum Lily.


Selesai dengan urusan menuntaskan dahaganya,Lily beranjak meninggalkan dapur.Namun entah kenapa kantuknya yang sejak tadi ditahan menghilang seketika dan pikiran Lily kini menuntunnya untuk pergi menuju ketaman belakang rumah.


Satu badan Lily langsung terasa merinding akibat angin malam yang dingin menembus kulitnya,baju yang dipakai Lily hanyalah kaos berlengan pendek dengan tingkat ketebalan bahan menengah.Tentu saja ia merasa kedinginan saat hembusan angin malam menyapu permukaan kulit,Lily bergerak mendekati gazebo dan duduk disana.


Gadis itu mendongak keatas menatap langit malam yang kali ini terdapat banyak bintang disana,senyuman tipis terukir dibibirnya.


"Hei apa kabar La?semoga kabar lo baik"Lily berucap pelan.

__ADS_1


"Kabar gue disini juga baik,cuma kesepian aja tapi its oke.Lo tau-kan kalau gue anaknya emang udah berteman akrab sama kesepian jadi tenang aja"


"Gue malah khawatir sama lo diatas sana,lo punya temen atau enggak. Lo-kan paling anti sama yang namanya kesepian,beda banget sama gue makanya temen lo rame"


"Lo tau gak La,akhir akhir ini meja gue tiap pagi pasti selalu ada yang naro susu kotak.Iya susu kotak,lo juga suka bangetkan.Disana ada gak ya?kalau ada gue mau coba juga"


"Siapa yang narok?macam macam sih,ada Alex yang kalau lagi baik, ada yang dari calon kakak ipar kita.


Iya dari Agnes pacarnya Anan,ada juga dari pacar lo.Vero masih hitungan pacar lo-kan ya?mungkin dia kangen sama lo makanya gitu,jadi jangan cemburu ya.Vero keliatannya masih sayang banget sama lo,darimana gue tau?gue tau dari kebiasaan dia yang suka ngasih gue susu rasa strowbery,itukan favorit lo banget.


Btw rival lo disekolah juga ikut ikutan jadi pengirim susu kotak ke meja gue,iya Yura.Dia rival lo-kan tapi gue heran kenapa dia baik banget sama gue"


Lily terus berbicara sendiri sambil kepalanya tetap menatap bintang yang bertaburan dilangit seolah olah salah satu bintang itu adalah mendiang kembarannya yang sedang duduk manis mendengar celotehannya yang tengah menceritakan kabarnya, hal yang biasa dia lakukan saat melakukan Vidio Call dengan sang kembaran.Kini itu tak mungkin dilakukan karen Lala sudah tak ada didunia ini,jadi bintang dilangit malam adalah penggantinya.Karena bagi Lily,Lala adalah matahari disiang hari dan bintang-bulan pada malam dihidupnya.


Puas berbicara panjang lebar sendiri,kini Lily menatap kearah kolam ikan yang letaknya hanya sekitaran 1,5 meter dari gazebo tempatnya duduk.Kini ia tengah memikirkan sosok Yura yang sudah beberapa hari ini terus berkeliaran disekitarnya kecuali saat belajar dikelas.

__ADS_1


Lily semakin kini semakin penasaran dengan hubungan pe-rival-an cewek yang satu itu dengan kembarannya,


antek anteknya Anan bahkan sepupunya itu selalu memberi peringatan supaya dirinya tak dekat atau berkomunikasi dengan Yura dan kedua teman Yura yaitu Ella dan Cristy karena ketiganya sangat jahat dan suka mengganggu mendiang Lala dahulu.


Namun yang Lily herankan adalah kalau memang begitu kenapa Yura tak seperti itu padanya,cara bicara dan tingkah laku Yura dkk saat bertemu Anan dkk juga tak ada yang berlebihan.Memang sih selalu ada tungku diantara kedua geng itu,tungku yang mirip antara Alex serta geng sepupunya itu juga dan bahkan dengan anak anak ruang 11 lainnya juga.Tapi Lily merasa yang sering menyalakan api ditunggu itu adalah Desy yang merupakan bagian dari geng sepupunya,sedangkan Yura dengan senang hati menyiramkan bensin.Poin yang membuat Lily penasaran kini bertambah,bukan cuma ingin mengetahui penyebab keberadaan tungku diantara Alex dan geng sepupunya khususnya yang cowok,Lily kini juga penasaran dengan penyebab keberadaan tungku diantara Yura dkk dan para anggota cewek geng sepupunya alias para sahabat mendiang kembarannya.


Lily memutuskan mengesampingkan sementara misinya dalam mencari penyebab mendiang Lala bunuh diri,


bukan menganggap sepele atau tak menganggap hal itu penting.Namun menurut Lily,jika berhasil mencari jawaban dari dua poin diatas maka dirinya akan mendapat jalan atau minimal petunjuk untuk menyelesaikan tujuan utamanya yang kini sifatnya masih abu abu sekali.


Selain itu tadi siang saat pulang sekolah,Yura tiba tiba menemuinya hanya untuk menyampaikan sebuah kalimat panjang yang membuatnya bingung.


"Lily,jangan terlalu buru buru menilai dan menyimpulkan segalanya.


Negatif tidak selalu negatif dan positif tidak juga selalu positif,

__ADS_1


sabar saja dan terus perhatikan setiap fenomena disetiap alur waktu berjalan.Jangan lewatkan hal kecil dan jangan terlalu fokus pada hal besar.Itu pesan dari gue buat lo, cukup ikutin itu aja maka lo bakal segera tau jawaban dari pertanyaan besar yang lo mau Ly.Ingat semua orang boleh nganggap gue musuh dan asing,tapi gue yang paling tau segalanya disini.Bahagialah Lily Gentari Abraham"


Lily masih ingat banget semua detail kalimat panjang yang diucapkan Yura tadi siang itu,apa maksudnya?gadis itu membuat Lily menempatkannya didalam posisi yang paling diwaspadai sekaligus yang dipercayai.


__ADS_2