
Tap...tap...tap...derap langkah sepatu yang digunakan Lily terdengar jelas,gadis itu kini tengah menaiki tangga dengan tergesa gesa.Dadanya sudah naik turun tak beraturan sejak tadi menandakan nafasnya mulai terengah engah,masih ada beberapa jenjang tangga lagi yang harus dia lewati namun nafasnya sudah Lily merasa sudah tak sanggup lagi jadi ia berhenti sejenak.Ini semua terjadi karena dirinya salah mengira tempat pertemuannya dengan Yura,Lily kira rooftoof yang dimaksud Yura dipesan adalah rooftoof yang biasa dia datangi dan Alex namun ternyata berbeda.Rooftoof yang Yura maksud adalah rooftoof lain yang berada digedung sekolah satunya,akibat kesalahan itulah Lily harus bergerak cepat supaya ia bisa menepati janji untuk bertemu dengan Yura.
Lily mendongak keatas menatap jenjang tangga yang harus dia naiki lagi sebelum sampai didepan pintu masuk rooftoof gedung itu,akhirnya ia memilih memaksakan diri untuk lanjut melangkah meski nafasnya masih belum normal kembali.
Lily akhirnya sampai didepan pintu masuk rooftoof,tangannya mendorong pintu agar terbuka disusul langkah kaki pelan melewati pintu yang terbuka itu.
Hah...hah...hah...Lily menopang badannya agar tidak jatuh dengan kedua tangan yang diletakkan dikedua lututnya sebagai penopang,membuat posisinya menjadi menunduk kebawah.
Hap..tiba tiba Lily merasa ada yang memegang pundaknya yang membuat dirinya spontan mendongak keatas.
"Gue kira lo gak akan datang Lily"
ternyata itu adalah Yura.
"So-sory,gue sa-lah rooftoof"jawab Lily terbata bata akibat nafasnya yang masih terputus putus.
"Hei are you okay?"tanya Yura,ia meraih tangan Lily dan membawa kepundaknya lalu menuntun Lily untuk mendekati sebuah sofa tua yang ada dirooftoof itu.
"Duduk dulu"ujar Yura,mendudukkan Liky disofa tua itu.
"Tanks,gue emang agak susah kalau udah urusan aktivitas fisik kayak lari"ujar Lily,ritme nafas dan detak jantungnya sudah mulai normal kembali.
"Lo padahal gak bisa ngelakuin aktivitas fisik kayak gitu,tapi masih nekat aja lari"ujar Yura yang sudah duduk disebelah Lily,ia menyerahkan sebuah botol air minum kepada Lily.
"Seharusnya lo kasih tau gue kalau lo salah datangi rooftoof,biar gue yang nyusulin lo.Kalau gini untung jantung lo gak kambuh"tandas Yura.
Ukhuk...ukhuk...Lily yang tadinya sedang meminum air dari dalam botol air minum langsung tersedak,gadis itu langsung menoleh dan menatap Yura kaget.
"Lo tau dari mana?"tanya Lily.
"Tau apanya?"Yura.
"Jantung gue,selain anak ruang 11 dan sepupu gue.Gak ada murid yang tau soal itu,gimana lo bisa tau?"tanya Lily menatap Yura dengan serius,namun gadis didepannya itu hanya tersenyum melihat wajah seriusnya.
__ADS_1
"Gue tau sendiri"jawab Yura.
"Gak mungkin"ujar Lily.
"Trus menurut lo gue tau dari mana?
anak kelas lo juga gak ada yang bocor mulutnya,sepupu lo juga gak mungkin kasih tau gue soal itu karena geng gue musuhan sama mereka"ujar Yura,saat bicarapun gadis itu terlihat sangat tenang.
"Tapi gue gak percaya,gak mungkin lo tau dengan sendirinya.Pasti ada yang ngasih tau lo-kan"ujar Lily masih tak percaya dengan jawaban Yura.
"Kalau gue bilang mendiang kembaran lo yang ngasih tau gue,lo percaya?" tanya Yura kepada Lily.
"Lo bencanda?"Lily menatap tepat dikedua bola mata Yura,Lily sama sekali tak menemukan sorot mata kebohongan dari kedua mata Yura.
"Gue gak liat kebohongan dimata lo.Tapi kalau bener,buat apa Lala ngasih tau lo soal jantung gue?"tanya Lily.
"Lo mau gue jawab jujur atau bohong?"Yura memberikan pilihan.
"Tentu aja jawaban jujur"pilih Lily.
"Hah?biar lo bisa jagain lo?"
"Iya,biar gue bisa jagain lo"Yura.
"Gak mungkin"ujar Lily.
"Apa yang gak mungkin?"tanya Yura.
"Lo sama kembaran gue-kan saingan dan musuhan,gak mungkin Lala minta lo buat jagain gue.Dan gak mungkin juga lo mau nurutin permintaan saingan lo"ujar Lily kepada Yura.
Yura langsung terkekeh mendengar argument yang diberikan oleh Lily
"Bukankah gue udah beberapa kali bilang sama lo Ly,jangan mudah menilai orang dengan mudah terutama orang yang baru lo temui.Apalagi gue.Selain dari bisikan gosip anak anak disekolah ini dan dari geng sepupu lo itu,lo tau dari mana kalau gue dan kembaran lo itu musuhan?" tanya Yura.
__ADS_1
Lily terdiam mendapatkan pertanyaan itu,memang benar kalau Lily tak punya bukti apa apa kalau Yura dan Lala itu adalah musuh kecuali dari bisikan gosip murid sekolah ini dan dari geng sepupunya.
Yura mengusap pucuk kepala Lily membuat gadis itu mendongak,lalu Yura tersenyum dan berkata
"Gak usah pikirin soal itu dulu, sekarang gue bakal kasih tau lo sesuatu tentang kematian kembaran lo yang disebabkan bunuh diri itu"ujar Yura kepada Lily.
"Penyebab kembaran lo itu adalah sesuatu yang paling tau dan deket sama dirinya sendiri Lily"ujar Yura.
"Lo tau dari mana?"tanya Lily kepada Yura.
"Gue tau langsung dari kembaran lo langsung"jawab Yura sambil menatap kearah bawah gedung.
"Dia ngasih tau lo?jadi apa sesuatu itu?ayo kasih tau gue"pinta Lily memohon.
"Sayangnya gue gak dibolehin buat ngasih tau ke elo langsung"ujar Yura.
"Tapi kenapa gak boleh?"tanya Lily
"Karena Lala pengennya,lo cari tau sendiri jawabannya dan gue cuma dibolehin buat ngasih clue aja"jawab Yura,membuat Lily menatapnya dengan tatapan tak percaya.
Yura melihat tatapan tak percaya dari Lily itu langsung melanjutkan perkataannya.
"Sory,gue juga gak tau apa isi otak kembaran lo itu.Tapi yang jelas itu yang dia minta yaitu lo cari jawabannya sendiri"
Lily terdiam sejenak merasa tiba tiba kepalanya pusing dan detak jantungnya mulai berdetak tak teratur.Lily menatap Yura kembali
"Dari semua perkataan lo itu,lo tau kembaran gue mau bunuh diri?"tanya Lily,Yura mengangguk mengiyakan.
"lo seharusnya bisa nyegah atau setidaknya lo bisa kasih tau orang tua kita.Kenapa lo gak ngelakuin hal itu?"tanya Lily kepada Yura dengan nafas yang memburu.
"Gue kira juga begitu"ujar Yura sambil menatap Lily.
"Gue kira gue bisa ngehentiin niatan kembaran lo itu sejak awal pertama gue tau rencana tentang dia yang mau mengakhiri hidupnya.Makanya sejak saat itu dimanapun dia pergi asal gue tau tempatnya,gue pasti pantau dia dari jauh,bahkan gue sering ngirim pesan buat mastiin dia baik baik aja pas dirumah kalian.Tapi..."
__ADS_1
"Tapi apa?"tanya Lily saat Yura menjeda penjelasannya.
"Tapi nyatanya Lala lebih pintar dan licik dari gue,Ly"