Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 66


__ADS_3

Axa dan Jessi baru saja sampai kesekolah dan kini sedang berada diparkiran,keduanya memang berangkat bersama menggunakan mobilnya Axa.


Saat hendak beranjak meninggalkan mobil yang telah diparkirkan,tiba tiba tak jauh dari posisi mereka terlihat sebuah mobil berhenti dan seorang laki laki berseragam khas supir keluar dari dalam mobil itu dan buru buru membuka pintu penumpang.


"Lah bukannya itu Lily ya Jes?"tanya Axa kepada Jessi,saat melihat yang keluar dari pintu yang dibukakan oleh supir itu adalah salah satu teman mereka yaitu Lily.


"Iya Xa itu memang Lily,samperin yuk"ajak Jessi yang langsung menarik lengan Axa tanpa menunggu respon atau persetujuan dari cewek tomboy itu.


Disisi lain Lily perlahan melangkah keluar dari dalam mobil yang pintunya telah dibukakan oleh pak supir,setelah dirinya keluar lalu pak supir mengambil tas sekolahnya dari dalam mobil dan menutup pintu mobil itu.


"Non mau bapak antar sampai kekelas?"tawar pak supir kepada Lily dan tentu saja Lily akan menolak.


"Gak usah pak"tolak Lily.


"Tapi non..."


"Lily!"


Lily langsung menoleh kearah sumber datangnya suara begitu juga dengan pak supir yang mendengar ada yang memanggil nama majikan mudanya itu.


"Kalian,hai Axa Jessi"sapa Lily kepada dua orang temannya yang ternyata yang tadi memanggil namanya.


"Udah sekolah lo?emang udah sembuh emang?"tanya Axa


"Tapi kayaknya belum,muka lo masih pucat gitu"lanjut Axa menjawab pertanyaannya sendiri.

__ADS_1


"Udah mendingan kok dari yang kemarin"ujar Lily.Kemudian ia kini beralih kepada pak supir yang masih berdiri disebelahnya sambil menenteng tas sekolah miliknya.


"Nah ini ada dua temen saya pak,saya kekelas sama mereka aja jadi bapak bisa pulang dengan tenang"ujar Lily kepada supirnya itu.


"Baiklah kalau non tetap maunya begitu"pak supir


"Tapi ini tas sekolahnya non siapa yang bawa?"tanya pak supir


"Kenapa emang sama tas sekolahmu Ly?"tanya Jessi.


"Berat,gak kuat gue bawanya.Tadi pas coba gue sandang dipunggung kayak biasa,malah gue yang oleng hampir jatuh"jawab Lily.


"Kayaknya bukan tas sekolah lo deh yang jadi masalah,lo-nya aja yang masih lemah karena masih sakit.Sini pak,biar saya aja yang bawa"ujar Axa kepada supir temannya itu.


"Gak usah khawatir pak,teman kami ini biasa olahraga angkat besi jadi kalau cuma untuk mengangkat tas sekolah aja gak ada apa apanya bagi jelmaan samson kayak dia"celetuk Jessi.


"Nah bener yang bocah satu ini pak,sini biar saya yang bawain"ujar Jessi dan kali ini pak supir langsung menyerahkan tas sekolah milik Lily itu kepada Axa.


Karena sudah merasa nona mudanya sudah aman karena ada yang menjaga,


pak supirpun berpamitan pergi.Namun sebelum pergi pulang,pak supir tak lupa mengingatkan Lily untuk tak lupa minum obat dan meminta untuk langsung menghubunginya nanti beberapa saat sebelum jam pulang sekolah sang nona muda.Bukan cuma kepada Lily saja,pak supir juga tak lupa meminta tolong kepada Jessi dan Axa untuk menjaga nona mudanya itu supaya tidak kenapa napa.Axa dan Jessi sendiri langsung mengiyakan permintaan itu dengan senang hati, berbeda dengan Lily yang menatap malas supir papanya itu yang berlebihan mengkhawatirkannya.


"Yuk kita ke kelas sekarang"ajak Jessi setelah mobil yang dikendarai pak supir sudah menjauh.


"Lo gak perlu gue gendongkan Ly?"tanya Axa kepada Lily.

__ADS_1


"Gak Xa,gue masih sanggup jalan kok.


Pelan pelan tapi"jawab Lily dengan suara memelan diakhir.


"Kalau gak kuat bilang,gua kuat kok kalau cuma gendong lo mah"ujar Axa.


"Iya iya,kalau gak kuat gue bilang ke lo"jawab Lily.


Ketiga siswi itupun langung beranjak meninggalkan area parkiran memasuki area dalam gedung sekolah.Mengingat kondisi Lily,Axa dan Jessi sengaja memelankan langkah mereka untuk mengimbangi gadis itu.Dalam hati keduanya mereka merasa heran kenapa kawannya ini memaksakan diri untuk berangkat kesekolah padahal kondisinya saja masih belum bisa dikatakan baik,keduanya hendak bertanya namun sama sama diurungkan karena kembali berfikir mungkin Lily punya alasan yang kuat untuk itu.


Axa sendiri tak kesulitan sama sekali membawa tas sekolah milik Lily,tak berat sama sekali baginya sama seperti tas sekolah milik Jessi yang juga kini gadis itu bawa.Saat memasuki area dalam gedung sekolah tadi,Axa memang mengambil alih membawakan tas sekolah milik Jessi juga supaya gadis itu bisa dengan leluasa mengawasi Lily dissebelah gadis itu.


Kini saat berjalan melewati lorong sekolah,jika saja penampilan Axa seperti siswi cupu maka pasti murid lain yang melihat posisi ketiganya dimana Lily dan Jessi yang berjalan bersebelahan didepan sedangkan Axa berada satu langkah dibelakang kedua gadis itu sambil membawakan tas keduanya,kalau penampilan Axa seperti murid cupu pasti yang lain akan mengira kalau dirinya sedang dijadikan kacung oleh Jessi dan Lily.Untungnya tidak begitu jadi aman.Ya meski begitu murid murid lain masih memasang wajah heran melihat Axa yang nampak santai membawa tiga tas sekolah,satu tas sekolah milik Axa sendiri dipunggungnya dan masing masing satu tas sekolah milik Jessi-Lily dikedua tangannya.


Murid murid lain tidak ada yang berani berpendapat kalau Jessi dan Lily tengah menjadikan Axa kacung mereka,karena muka sangat dan tomboy milik Axa yang sangat tidak mendukung untuk seseorang yang bisa dijadikan kacung alias suruhan.


Belum lagi imagenya sebagai atlet karate sekolah,mana mungkinkan atlet karate sekolah yang bahkan murid laki laki aja masih perlu berfikir dua laki untuk mengusik cewek yang satu ini malah dikalahkan oleh dua siswi yang tak punya tampang sangar sedikitpun pada wajah mereka seperti Jessi dan Lily.Jadi fikiran fositif para murid yang melihat ketiganya dilorong sekolah,hanya berfikir mungkin Axa sendiri yang sedang berbaik hati menawarkan untuk membawa tas sekolah milik kedua orang yang merupakan teman sekolahnya itu.Meski memang begitulah adanya.


"Lo pakai Liptin ya Ly?"tanya Jessi pelan kepada Lily.


"Keliatan banget emang kalau gue pakai Liptin Jes?Apa gue makainya ketebelan?"saut Lily.


"Enggak kok,kamu makainya kayak hari hari biasa gak ketebalan.Tapi muka kamu masih pucat Ly,jadi kalau orang liat dari deket pasti ngeh kalau kamu pakai liptin"jawab Jessi.


"Muka pucet gue emang susah disamarkan kalau lagi begini,mau pakai make up tapi gue juga gak terlalu suka begituan"ujar Lily setelah mendengar jawaban Jessi itu.

__ADS_1


__ADS_2