Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 54


__ADS_3

Bab 55


"Tapi nyatanya Lala lebih pintar dan licik dari gue,Ly"


"Kembaran lo tau kalau gue terus ngawasin dia dari jauh buat batalin niatannya itu.Beberapa hari sebelum kejadian itu,Lala tiba tiba ngundurin diri sebagai murid yang ditunjuk sekolah untuk pergi menghadiri sosialisasi antar sekolah yang diadakan disalah satu sekolah universitas disekolah dengan alasan dia takut ketinggalan banyak pelajaran apalagi sekarang udah kelas 12.Dan otomatis gue ditunjuk pihak sekolah sebagai gantinya,gue bersedia gantiin karena gue gak ngeh"Yura tersenyum hambar.


"Gue gak sadar karena pas gue mau berangkatpun,Lala nyempetin buat ajak gue ketemuan.Dia ngucapin terima kasih karena gue mau ganttin dia,Lala juga janji bakal nungguin gue buat ceritain hasil sosialisasi itu.Gue makin gak sadar karena janji dia itu,Lala yang gue kenal adalah sosok yang selalu nepatin janji Ly"


"Gue baru sadar kalau semua itu rencana kembaran lo buat ngejauhin dia dari jangkau-an gue,saat berita kepergiannya dikabarin sama dua sahabat gue.Seketika itu gue juga langsung sadar kalau janji yang Lala ucapin waktu itu cuma untuk memperlemah kewaspadaan gue Ly,bukan janji yang kayak biasa selalu dia tepati"


Lily memejamkan matanya merasakan air dingin yang mengalir dari shower perlahan membasahi seluruh kepala dan disusul seluruh tubuhnya,ingatan percakapannya dengan Yura tadi saat dirooftoof sekolah masih terngiang jelas dibenaknya.Segitu niatnya-kah kembarannya merencanakan hal itu?sampai sampai menyusun rencana agar satu satunya orang yang kemungkinan besar bisa menggagalkan rencananga itu pergi jauh terlebih dahulu.


Belum cukup sampai di situ, percakapannya dengan bibik pengurus rumah tadi setelah dirinya pulang sekolah juga masih terngiang dibenak gadis itu sama jelasnya.


"Bik,lagi sibuk?"

__ADS_1


"Tidak non,ada yang mau bibik bantu?"


"Kalau saya mau minta bibik cerita sesuatu,mau?"


"Cerita apa non?kalau bibik tau pasti bibik mau ceritakan"


"Bibik bisa ceritakan kejadian dimana kembaran saya mengakhiri hidupnya?"


"Saya bisa saja non,tapi bibik khawatir nona tidak sanggup mendengarnya dan membuat..."


"Baiklah kalau begitu saya akan menceritakannya sesuai dengan yang nona muda mau"


"Kejadiannya malam hari non,awalnya seperti biasa saya akan pergi kekamarnya mendiang untuk memanggil turun kebawah karena makan malam akan segera tiba.Namun berkali kali saya memanggil dan mengetuk pintu kamar mendiang,tidak ada satupun yang mendapat sautan atau respon dari dalam kamar.Sayapun memilih turun kebawah menuju ruang makan menyampaikan apa yang terjadi kepada tuan dan nyonya,tuan dan nyonya menyuruh saya untuk kembali kebelakang dan memilih untuk memulai makan malam terlebih dahulu.


Bukan karena tak peduli namun akhir akhir itu memang mendiang sering terlambat atau bahkan memilih melewatkan makan malam bersama dengan alasan belajar,jadi hari itu mungkin tuan dan nyonya bahkan saya berfikir kalau mendiang tak sengaja ketiduran saat belajar jadi begitulah"

__ADS_1


"Lalu siapa yang nemuin kembaran saya saat insiden itu pertama kali?"


"Nyonya dan tuan,non.Setelah selesai makan malam,nyonya dan tuan pergi naik keatas menuju kekamar mendiang sambil membawa nampan berisi makan malam untuk mendiang.Namun lagi lagi sebanyak apapun panggilan dan ketukan tak ada sautan sedikitpun dari dalam kamar,baik nyonya dan tuan mulai merasa ada yang tidak beres didalam sana.Tuan dengan cepat mengambil kunci cadangan untuk kamar mendiang dan nona muda pasti sudah bisa menebak apa yang terjadi setelahnya.Baik nyonya dan tuan langsung histeris menemukan tubuh mendiang terkapar dengan bersimpah darah,tuan langsung mengangkat tubuh mendiang dan teriak memanggil supir"


"Kejadian itu berlangsung cepat dan tentunya keadaan kediaman ini sangat kacau karena semuanya panik"


Bibir Lily bergetar hebat,bukan karena dirinya yang mulai kedinginan akibat terlalu lama berdiri dibawah shower yang terus mengalirkan air.


Tapi karena kini ia mulai tak bisa menahan air mata yang meberobos keluar dari sudut pelupuk matanya.


"Ternyata lo gak cuma ngingkari janji yang lo buat ke gua aja La,


janji lo keorang lainpun gak juga lo tepatin"ujar Lily pelan dengan suara bergetar.


"Kenapa lo ngelarang Yura buat ngasih tau alasan lo ngelakuin hal itu?kenapa?kenapa? Lo gak kasihan apa sama gue,udah hidup gak punya penerang lagi eh lo malah nyuruh gue buat cari tau sendiri penyebab lo ngelakuin hal itu"Air mata gadis itu semakin mengalir deras bercampur dengan air yang mengalir dari shower.

__ADS_1


__ADS_2