
Pagi kedua bagi Lily diIndonesia sudah tiba,kini gadis itu tengah sibuk memperhatikan penampilannya dengan seragam sekolah barunya didepan cermin besar dikamarnya.
Seragam sekolah SMA barunya itu terpasang pas dibadannya,Lily tersenyum.
"Meski gue yakin hari hari disekolah baru gue pasti gak seindah bayangan,
setidaknya gue seneng bisa sekolah formal dinegara sendiri"gumam Lily bicara pada dirinya sendiri.
"Gue masih inget kalau dulu gue sering minta dimasukin sekolah formal sama papa atau mama,sering banget tapi gak dibolehin malah dimarahin habis habisan.Eh sekalinya dibolehin,malah dikirim keluar negeri atau lebih kediasingkan sih"
Lily kembali bicara sendiri.
Gadis itu meraih jaket berwana paduan hitam dan putih Baseball mode,Lily memakai jaket itu diluar seragam sekolahnya.Kemudian beranjak dari depan cermin lalu meraih tas,dompet miliknya,serta kunci mobil milik Alan sepupunya setelah itu keluar dari dalam kamarnya.
"Ini kunci mobilmu"suara bariton sang papa langsung menyambut Lily dimeja makan.
Lily meraih kunci mobil baru yang diletakkan sang papa diatas meja makan,kemudian duduk disalah satu bangku disana.Ia mengambil dua lembar roti tawar dan memerhatikan jenia selai roti yang ada diatas meja makan,apakah disana ada selai roti kesukaannya.
"Ma,selainya cuma ada yang rasa strowbery doang?kacang atau coklat gitu gak ada?"tanya Lily pada mamanya.
"Gak ada,kakak kamukan alergi kacang dan gak terlalu suka coklat juga.Lagi pula orang rumah ini lebih suka makan roti pakai selai strowbery aja"jawab sang mama tanpa melihat kearahnya.
"Oh"komen Lily singkat,akhirnya hanya pasrah makan roti tawarnya menggunakan selai strowbery walau meski dirinya tak suka.
*Orang rumah ini lebih suka strowbery?padahal tinggal bilang aja Lala yang paling suka dan kalian tentu ngikut anak kesayangan, nanggung amat kata katanya*Lily membatin sembari menghabiskan sarapannya secepat yang dia bisa.
"Makan dengan rapi,kamu ini anak gadis bukan preman.Contoh Lala lembaran kamu"tegur papanya yang sedikit menoleh dari tablet ditangan.
__ADS_1
"Iya iya,lain kali.Ini udah selesai"ujar Lily,gadis menelan kunyahan terakhirnya dan meraih gelas susu disebelah piringnya.
*****..strowbery lagi?*Lily kembali membatin saat sadar kalau susu yang baru diminumnya adalah susu strowbery,hah strowbery adalah salah satu musuh besarnya namun menjadi salah satu hal yang paling disukai oleh seseorang.
"Bawa susu kotak itu sebagai bekalmu"suruh sang mama padanya,Lily yang sudah beranjak dari tempatnya langsung memandangi dua kotak susu strowbery ukuran kecil yang nampaknya sengaja disiapkan mamanya sejak tadi disana.
"Ya"jawab Lily singkat kemudian segera meraih kedua kotak susu itu dan memasukkannya kedalam tasnya, kemudian langsung pergi begitu saja dari sana tanpa berpamitan terlebih dahulu.
"Anak itu,memang sepertinya tidak pernah diajari sopan santun oleh Helena"ujar Tuan Haris yang melihat Lily melenggang pergi begitu saja.
"Tidak usah dihiraukan Pa,ayo papa bukannya ada jadwal meating pagi ini"ujar nyonya Linda kepada sang suami.
Lily memasuki mobil barunya, menyalakan mesin dan langsung melajukan mobilnya setelah mesin dipanaskan sebentar.Dengan bantuan Gps dari Sharelock alamat sekolah baru yang dikirim oleh sepupunya pagi pagi tadi,sepupunya itu memang salah satu orang yang lumayan baik padanya.INGAT MASIH LUMAYAN
Diperjalanan menuju sekolah,Lily memustuskan untuk mampir sebentar kesebuah minimarket yang dia lalui.
"Selamat datang"ucap salah satu pegawai minimarket saat dia masuk kedalam sana.
Lily hanya tersenyum akan sambutan yang dirinya tahu adalah sebuah formalitas pegawai kepada pelanggan,
gadis berseragam SMA itu berjalan kearah rak minimarket tempat dimana disimpannya berbagai macam jenis susu kotak disana.Tak terlalu pusing memilih,Lily langsung meraih dua susu coklat kotak dari rak tanpa melihat merk atau harga yang tertera disana.Ia membawanya ke meja kasir untuk melakukan pembayaran,Lily harus mengantri sebentar karena didepannya saat ini terlihat seseorang yang berdiri tepat didepan meja kasir.
"Bang,rokok satu bungkus merk biasa dan ini uangnya"ujar seseorang didepan Lily itu,dari suaranya sih bisa ditebak kalau itu suara cowok.
Tak sampai lima menit menunggu,orang didepannya itu sudah selesai urusannya dengan kasir dan sekarang giliran Lily yang melakukan pembayaran.Namun sebelumnya tadi pas orang yang berdiri didepan Lily itu berbalik,alis gadis itu sempat terangkat saat tak sengaja melihat lambang yang tertera pada depan seragam putih yang ditutupi jaket yang dipakai oleh yang ia yakini adalah cowok itu.Itu adalah lambang yang sama dengan yang tertera pada seragam sekolahnya,jadi bukankah artinya ia dan orang itu berasal dari sekolah yang sama?bisa jadi.
Lily memilih tak memikirkan hal itu lagi pula jika benar begitu,tak ada hubungan atau kaitannya juga dengan dirinya.Setelah selesai membayar susu kotak yang dibelinya,Lily segera meninggalkan minimarket itu dan segera melanjutkan perjalanannya untuk pergi kesekolah barunya.
__ADS_1
Namun sebelum memasuki mobil,ia sempatkan melempar kedua susu kotak strobery yang dirinya bawa dari rumah tadi kedalam tong sampah yang tersedia didepan minimarket.
SMA ERLANGGA
itulah nama sekolah barunya Lily dan disinilah Lily sekarang masih setia didalam mobilnya yang sudah terparkir sejak lima menit lalu didalam kawasan parkiran SMA ERLANGGA,gadis itu menatap area sekitar dari balik kaca mobilnya.
Sekolah ini,sekolah dimana tempat mendiang kembarannya bersekolah.
Hup...huf...Lily menghirup dan kemudian membuang nafasnya pelan sebelum akhirnya ia keluar dari dalam mobil,namun entah apa yang terjadi sekeluarnya Lily dari dalam mobil dan gadis itu langsung menjadi pusat perhatian murid murid yang berlalu lalang disana.
Lily memilih tak menghiraukan hal itu karena dirinya tahu pasti apa penyebabnya,ya itu karena dirinya memiliki wajah yang sangat mirip dengan salah seorang murid sekolah ini yang baru saja berpulang kemarin.Dan siapa lagi orang yang dia maksud kalau bukan Lala, kembarannya sendiri.
"Hah itu bukannya Lala?"
"Mana mungkin anjir,Lala-kan udah meninggal kemarin"
"Tapi mukanya kok mirip banget sih sama putri sempurna sekolah ini?"
"Itu Kembarannya weh"
"Tau dari mana lu?"
"Kemarin gue-kan hadir dipemakaman- nya Lala,nah itu cewek juga ada disana"
Yah seberapa acuhnyapun Lily,tetap saja dirinya bisa mendengar bisik bisik para tetangga.Ya mau gimana lagi,tuhan kasih dia pendengaran yang sensitif akan suara sih.
Lily mempercepat langkahnya memasuki area koridor sekolah untuk menghindari mendengar bisikan gaib itu,tujuan utamanya adalah menemukan letak ruangan kepsek secepat mungkin.
__ADS_1