
"Lo baru semingguan sekolah disini,
tapi lo udah bisa dengan mudah memahami hampir setengah isi pikiran dari dua penghuni ruang 11 yang sejak awal paling susah ditebak"ujar Iren.
"Siapa?eh maksud lo"Lily hendakĀ bertanya siapa tapi namun dua nama terlebih dahulu terlintas dibenaknya.
"Gue dan Alex"ujar Iren memperjelas isi benak Lily.
"Kita udah sampai Ly"
Iren dan Lily kini sudah berdiri tepat didepan pintu masuk ruang guru.
"Lo ikut masuk kedalam?"tanya Iren,
Lily langsung menggelengkan kepalanya
"Gak lo aja,males gue liat beberapa guru"ujar Lily.
"Oke gue paham,lo tunggu bentar ya gak lama kok ini"Iren.
"Hm"Lily
Sembari menunggu Iren kembali,Lily memilih melihat lihat isi mading besar yang ada disana.Ada banyak kertas dengan berbagai ukuran, bentuk,warna,dengan beragam isi tukisan dan gambar yang tertera disana.
Respect to Lala Gentari Abraham, hopefully calm down there
Judul salah satu artikel yang tertempel pada mading dihadapan Lily.
*Kuharap juga begitu*batin Lily setelah membaca judul artikel itu.
Didalam artikel itu juga tertulis banyak hal tentang apa saja yang telah sang kembaran lakukan untuk sekolah ini,muali dari perwakilan olimpiade bidang akademi,non akademi,anggota osis,dan masih banyak lagi.
"Lagi baca apa lo Ly"
"Ya Ampun!"seru Lily kaget mendengar suara dan kedatangan Iren yang tiba tiba didekatnya.Mana itu orang ngomong tepat disamping telinganya lagi,gimana gak kaget sekaligus merinding dia.
__ADS_1
"Ngagetin gue aja lo Ren"ujar Lily.
Hehehe...Iren hanya nyengir saja.
"Ini gue cuma liat liat isi mading aja,lo udah selesai?"ujar Lily menjawab pertanyaan Iren tadi.
"Ooh liat isi mading,udah kok itu kertas tugas puisinya udah sampai dengan aman dimejanya bu Lilis"jawab Iren.
Setelah itu keduanya sepakat untuk pergi kekantin guna menyusul kelima cewek penghuni ruang 11 yang lain, yang sudah berada dikantin duluan.
Kantin___
Sesampai dikantin,Lily beserta Iren langsung berjalan menuju stan penjual kantin dan membeli makanan dan minuman yang mereka inginkan.
Iren memilih membeli satu porsi nasi goreng dan jus jeruk,sedangkan Lily yang merasa tidak begitu lapar memilih hanya membeli satu bungkus roti serta satu kotak susu coklat saja untuk mengisi perutnya.
Setelah selesai membeli makanan mereka dan juga membayar semuanya, kedua gadis itu bergabung ke salah satu meja kantin yang terlebih dahulu sudah ditempati oleh 5 cewek ruang 11 yang lain.Tenang saja dan tak usah khawatir tak ada tempat duduk disana untuk mereka berdua, karena tadi Iren sudah terlebih dahulu berpesan kepada Axa untuk menyisakan dua tempat untuk dirinya dan Lily tempati nantinya.
"Hai girls"sapa Lily dan Iren sesampai dimeja teman teman mereka yang lain.
"Ayo duduk,nih udah gue siapin dua kursi buat lo berdua"ujar Axa kepada Lily dan Iren sambil menunjuk dua kursi kosong disebelah kanannya.
"Tanks Xa,udah mau direpotin"ucap Iren.
"No problem"jawab Axa.
Lily beserta Iren-pun duduk ditempat mereka masing masing,kini ketujuh gadis itu menikmati menu istirahat mereka sambil bercerita cerita dan membahas banyak hal.Mulai dari gosip dan berita hot terbaru dari Biya sikoran ruang 11 serta patnernya Naira,cerita Axa yang baru punya sensei baru dipelatihan karatenya, Iren yang merasa lega karena seminggu terakhir ini gak pernah dipanggil ke ruang BK karena ulah para anggota kelas,sampai Jessi yang nyeritain kalau dia baru nambah bias barunya dan Lily serta yang lain tetap dengerin walau gak begitu paham,ada Nesa yang berusaha bujuk Jessi buat mau dijadiin objek percobaan make up batunya,dan tentunya Lily juga ikut cerita juga yaitu ceritain tentang beberapa pengalaman menariknya selama tinggal di Australia.
"Eh btw nanti ngumpul dimarkasnya ruang 11 yuk,sekalian ngenalin Lily sama markas"ajak Axa.
"Wah bener tuh,Lily belum pernah kita ajak kesana ya"saut Nesa.
"Markas?"Lily tak tahu apapun tentang pembahasan yang satu ini.
"Anak anak ruang 11 punya satu tempat yang biasa kita sebut markas,
__ADS_1
gunanya biasanya buat tempat nonkrong nongkrong gitu tapi kadang kadang suka dijadiin tempat nginep bagi anak anak juga"Iren selaku ketua kelas langsung mengambil inisiatif untuk menjelaskan perihal markas ini kepada Lily selaku anak baru yang belum mengetahui akan hal itu.
"Nginep,bisa nginep juga?wah berarti markasnya lumayan dong kalau bisa buat nginep"tanya Lily.
"Markas anak anak ruang 11 itu sebenernya rumah gitu,jadi ada emang ada beberapa kamar yang bisa dipakai buat ngunep sama anak anak.Tapi tenang aja kok,gak bakal ada yang berani buat ngelakuin hal macem macem dimarkas itu demi kemurnian tujuan adanya markas itu"Iren menjawab pertanyaan Lily sekaligus menambahkan sedikit penjelasan perihal markas.
"Rumah siapa yang anak anak ruang 11 jadiin markas?jangan bilang lo semua patungan buat belinya"tanya Lily.
"Rencan awalnya sih gitu Ly,tapi gak jadi soalnya Jake sibule kawe ngajuin rumah yang dikasih ortunya sebagai hadiah ulang tahun buat dijadiin markas.Soalnya siJake juga gak tau mau diapain tuh rumah soalnya doi lebih suka tinggal diapartementnya aja dari pada dirumah"kali ini bukan Iren yang menjelaskan melainkan Nesa sikoran sekolah.
"Wah kaya juga si bule,btw gue mau liat dong markasnya anak anak ruang 11 penampakannya kayak gimana"ujar Lily kepada keenam teman temannya.
"Tenang aja,lo juga bakal jadi bagian penghuni markas itu kok.Soalnya lo bagian dari ruang 11 juga,jadi pulang sekolah kita caw kesana gimana?"tanya Iren.
"Boleh,pulang dulu atau langsung berangkat?kalau gue sih terserah" tanya Lily.
"Gimana guys?"tanya Iren kepada yang lain sebelum membuat keputusan.
"Langsung aja gak sih"Axa
"Iya,biar gak capek bolak balik"Biya
"Setuju tuh"Naira.
Iren melihat kearah Jessi dan Nesa dan keduanya juga mengangguk setuju,
sebagai isyarat kalau kedua gadis itu setuju dengan pendapat Axa.
"Oke,fiks nanti pulang sekolah langsung kesana"Iren menetapkan keputusan kalau mereka bertujuh akan langsung berangkat ke markas anak anak ruang 11 setelah jam sekolah usai tanpa perlu pulang terlebih dahulu.
"Btw Ly,tolong suruh Alex buat bilangin ke para cowok buat dateng ke markas juga"pinta Iren kepada Lily.
"Lah kenapa gak lo aja,kenapa harus gue?"tanya Lily heran kenapa harus melalui dirinya.
"Gue males kalau chat chat-an sama Alex tuh,bawaannya emosi gue soalnya itu cowok sangat sangat low repon banget.Kali aja kalau lo yang chat dia responnya cepet"jawab Iren.
__ADS_1
"Bisa gitu"ujar Lily.