
Ruang OSIS__
"Apa Jadi Lily Tak Masuk Karena sakit?Bagaimana Bisa?!"
"Bisa normalkan nada bicara lo itu Vero,kenapa lo kayak panik gitu?" tanya Desy yang heran melihat reaksi Vero yang menurutnya berlebihan disaat Anan bercerita kalau sang sepupu yaitu Lily izin tak masuk sekolah hari ini karena sakit.
"Sory"ucap Vero yang sadar dengan responnya yang aneh.
"Kemungkinan besar sih gara gara Lily kecapean kemarin,pas jalan jalan seharian sama teman sekelas- nya"ujar Anan.
"Cuma gara gara itu aja?Daya tahan tubuh sepupumu itu kayaknya rendah ya Na?"tanya Rora.
"Ya begitulah,daya tahan tubuh Lily emang agak rendah iya agak rendah" ujar Anan,tentu saja Anan tak akan memberitahukan yang sebenarnya tanpa izin dari Lily.Disebelah Anan terlihat Agnes yang menatap intens sang kekasih,Agnes rasa jawaban yang diberikan oleh sepupunya itu kurang tepat.
"Makanya lain kali gak usah deh lo izinin sepupu lo itu pergi main sama temen sekelasnya kayak kemarin"ujar Desy kepada Anan.
"Gue setuju dengan perkataan Desy,
apalagi kalau perginya bareng Alex"Vero menimpali.
"Ya kalian berdua enak bisa asal ngasih saran ke Anan kayak gitu,tapi Anan udah sering bilang kalau dia gak bisa ngelarang Lily seenaknya. Iya-kan Nan?"ujar Jaka.
"Ya gitu deh Jak"saut Anan.
"Gue tau Anan sering bilang kayak gitu,tapi masa lo gak bisa sih Nan?
Dulu pas Lala masih ada,lo bisa bikin sahabat gue itu nurut banget sama apa yang lo bilang"ujar Desy kepada Anan.
"Bener apa yang dibilang Desy atau bilangin aja ke om Renal dan tante Linda,pasti Lily nurut sama orang tuanya"Vero juga ikut memberi saran kepada Anan.
"Hais ini semua gak sesimple yang lo berdua pikirin,gak semudah itu bikin Lily nurut dan mau dengerin perkataan seseorang.Paman sama Bibi gue?Lily itu sama kedua orang taunya itu kayak Amerika dan Uni soviet setelah perang dunia dua dahulu, perang dingin"ujar Anan.
__ADS_1
"Kok bisa sih Lala yang se-perfek itu punya kembaran modelan berandalan kayak Lily"oceh Desy.
Skip__
Tuan Haris hari ini berkunjung ke perusahaan milik adik laki lakinya.
Laki laki paruh baya itu kini menuju keruangan adiknya itu,melihat kedatangan saudara tertuanya itu tentu saja tuan Cakra menyambutnya.
"Apa kabar bang?"tanya tuan Cakra kepada sang abang.
"Baik Cakra"jawab tuan Haris.
"Kau sendiri bagaimana kabarmu serta keluargamu?"tanya balik tuan Haris.
"Kabarku dan keluargaku baik baik saja"jawab tuan Cakra.
"Silahkan duduk bang"uja tuan Cakra mempersilahkan.Tuan Harispun duduk disalah satu sofa druangan adiknya itu.
"Jadi ada apa abang kekantorku,tak biasa biasanya abang datang tanpa memberitahuku terlebih dahulu?"tuan Cakra menanyakan tujuan abangnya itu berkunjung kekantornya.
"Teman bicara?ada masalah apalagi?" tanya tuan Cakra,adik pertama tuan Haris ini bertanya seperti itu karena sudah paham kalau sudah seperti ini pasti sang abang ingin curhat akan suatu masalah.
"Akhir akhir ini aku tengah pusing memikirkan tentang nasib perusahaanku kedepannya Cakra, bagaimana nasib perusahaan itu jika aku dan istriku tak bisa lagi mengurusnya.Tidak ada yang akan meneruskannya"tuan Haris mulai mencurahkan beban pikirannya kepada sang adik.
"Loh siapa bilang tidak ada bang? Abangkan masih punya Lily,tentu saja putri abang itu yang akan menggantikan kalian"ujar tuan Cakra kepada abangnya itu,Cakra heran sendiri mendengar perkataan saudara tertuanya itu.
Raut wajah tuan Haris langsung berubah menjadi terlihat tak suka mendengar perkataan sang adik
"Anak itu kau bilang?jangankan mengharapkan untuk meneruskan perusahaanku nanti,punya harapan untuk dirinya bisa hidup panjang saja aku tak punya"ujar tuan Haris,
membuat tuan Cakra hanya bisa menggepengkan kepala maklum dengan respon abangnya itu jika sudah membicarakan Lily keponakannya.
__ADS_1
"Abang tak boleh bicara begitu,mau bagaimanapun dia adalah putrimu, darah dagingmu.Abang harusnya terus berdoa dan berharap serta yakin kalai keponakanku itu akan terus bertahan,kita tidak tau takdir bukan?bisa saja suatu saat nanti ada keajaiban sehingga Lily dinyatakan sembuh.
"Tadi pagi saja pekerja dirumahku mengabarkan kalau anak itu drop lagi dan kini kamu mengatakan hal itu.
Kata katamu itu semuanya semakin hari semakin terdengar sebagai omong kosong bagiku Cakra"tuan Haris mengatakan itu dengan terlihat sangat putus asa.
"Jadi kakak tau kalau keponakanku sedang drop pagi ini,aku kira tidak tau"ujar tuan Cakra.
"Aku berharap tidak mengetahuinya, tapi bibi pengurus rumah punya inisiatif yang tinggi melaporkan hal itu padaku.Sungguh langsung sangat merusak suasana hatiku pagi ini"ujar tuan Haris kepada adiknya.
"Wajar bibik melapor kondisi Lily kepadamu bang,kaukan papanya.Jadi abang tak punya inisiatif untuk membawa putrimu kerumah sakit?"tanya tuan Cakra.
"Untuk apa?hanya merepotkanku saja, lagi pula kondisi anak itu tak separah itu,aku hanya menyuruh pekerja rumah memanggil dokter keluarga saja untuk memeriksanya" jawab tuan Haris terdegar acuh tak acuh bagi tuan Cakra.
"Syukurlah,setidaknya kali ini abang punya inisaliatif itu tanpa perlu menunggu saran dari orang lain terlebih dahulu"ujar tuan Cakra.
Iren menghentikan mobilnya didepan sebuah gerbang rumah besar,saat ia keluar dari dalam mobilnya hendak memastikan apakah alamat yang dituju benar,sebuah mobil lain datang dan ikut berhenti didekat mobilnya. Pandangan Iren otomatis mengarah kepada mobil yang baru datang itu. Yura.Gadis itu keluar dari dalam sana.
"Hai,lo mau menjenguk Lily juga?"
pertanyaan itu keluar dari mulut Yura dan ditujukan kepada Iren.
"Iya,lo juga?"tanya balik Iren.
"Ya.Jadi kenapa lo berhenti disini?"
tanya Yura.
"Gue mau mastiin alamat rumah yang dikasih wali kelas bener atau enggak"jawab Iren.
"Lo gak salah alamat kok,ini bener rumah kediaman keluarganya Lily"ujar Yura,setelah mengatakan hal itu Yura terlihat menghampiri pak security yang menjaga dipos dekat gerbang lalu beberapa saat kemudian kembali kedekat Iren.
__ADS_1
"Yuk,gerbangnya bakal dibuka"ajak Iren,lalu ia pergi menuju kedalam mobilnya kembali.Iren juga mengikuti perkataan Yura,ia juga masuk kedalam mobilnya.
Suara gesekan gerbang besi yang dibuka oleh pak security terdengar sesaat kemudian,lalu mobil Yura dan Iren dipersilahkan masuk oleh pak security.Setelah pintu gerbang terbuka sempurna,kedua mobil yang milik Iren dan Yura itu mulai berjalan kembali melewati gerbang memasuki area dalam pekarangan kediaman keluarga Lily.