Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 86


__ADS_3

Lily sekarang sedang berada didalam mobil yang bergerak menuju kesekolahnya,kali ini bukan dirinya yang menyetir melainkan ia hanya akan jadi penumpang saja.


Hari ini tante Helen dan James-lah yang mengantar dirinya,ia duduk dibelakang sedangkan sepasang kekasih itu duduk didepan.Tak apa Lily menjadi nyamuk diantara keduanya,karena sejujurnya tak merasa begitu juga karena jika sedang bertiga begini maka baik tantenya maupun James hampir selalu membawanya dalam topik obrolan.


"Setelah pindah kesini,Papamu pernah mengantarmu kesekolah seperti ini Ly?"tanya tante Helen.


"Pernah sekali"jawab Lily.


Mendengar jawaban pernah dari keponakannya membuat Helen langsung sedikit memutar arah badannya supaya bisa melihat kekursi belakang dimana keponakannya duduk.


"Sungguh pernah?wah itu kabar mengejutkan meski hanya sekali"ujar wanita muda itu.


"Memang mengejutkan,tapi saat itu kami tak saling bicara sepatah katapun selama diperjalanan"ujar Lily menambahkan penjelasan atas jawabannya.


"Hm bisa ditebak Kalau itu,tapi bagaimana bisa itu bisa terjadi?


maksud tante siapa yang memulai,kamu yang minta diantar atau papamu yang memiliki inisiatif?"tanya Helen yang menjadi penasaran.


"Abang tertua tante itu yang punya inisiatif,aku juga heran kenapa papa bisa punya inisiatif itu.Yang jelas saat itu seingatku,kondisiku sedang kurang sehat makanya dia menyuruhku untuk naik mobil yang sama dengannya"jelas Lily kepada tantenya.


"Wah itu sungguh kemajuan yang bagus,diantar kalian"tante Helen.


"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu juga saat aku sudah kembali sekolah setelah setelah libur karena jantungku kambuh,dia juga menyuruh supirnya untuk mengantarku.Sedangkan papa menyetir mobil untuk dirinya sendiri kekantor"Lily memutuskan untuk menceritakan kejadian beberapa waktu yang lalu kepada tante Helen.


Lily menganggukkan kepalanya.


"Benarkah?!"Helen terlihat tidak percaya apa yang baru didengarnya, namun melihat keponakannya menganggukkan kepala membuatnya akhirnya percaya.


"Iya tan.Ya meski akibatnya papa harus mengalami kecelakaan kecil yang membuat salah satu lengannya mengalami cidera sehingga harus dibalut gips"tambah Lily.

__ADS_1


"Mendengar ceritamu,aku semakin yakin kalau papamu sebenarnya mempedulikanmu gadis kecil"James yang sejak tadi memilih diam dan fokus menyetir mendengarkan kedua perempuan itu bercerita akhirnya membuka suara.


"Kenapa kau bisa merasa yakin James?"tanya Lily.


"Pemahaman antar pria mungkin"jawab James.


"Kalau soal peduli sih,tante juga yakin kalau papamu itu peduli sama kamu Lily.Tapi ya gitu,orang yang lebih memilih mementingkan ego ditambah sifat tsundere-nya itu loh yang membuat susah orang.Dan jangan lupakan sifat keras kepalanya juga"ujar Helen mengomentari sifat abang tertuanya itu.


"Kalau begitu,kira kira dari mana papa mewarisi semua sifat itu tan?


perasaan tante sama papanya Anan gak gitu deh,padahal kakak adek"tanya Lily.


"Ya sudah jelas dari kakekmu-lah dari siapa lagi.Papamu itu memang foto copy-an kakekmu,kalau papanya Anan itu gabungan sifat antara kakek dan nenekmj,kalau tante sendiri mewarisi sifat dari nenekmu"jelas Tante Helen kepada Lily.


"Tapi perasaan kakek gak begitu deh"ujar Lily.


"Tahun tahun terakhir sebelum kepergiannya,kakekmu memang udah banyak berubah.Mungkin efek sudah tua dan berumur,kalau sebelum sebelumnya jangan tanya.Makanya tante pernah bilang kalau posisi kamh sekarang itu mirip banget sama posisi tante dulu waktu masih remaja,panas terus setiap ada satu tempat"jelas Helen kepada keponakanya itu.Apa yang dikatakan wanita muda itu kepada keponakannya ini memang benar adanya,kehidupan remajanya memang sangat mirip dengan sang keponakan jika sudah berkaitan tentang hubungannya dengan sang ayah.Terlebih setelah ibunya meningglkan dunia terlebih dahulu, tidak ada hari tanpa ribut dan persitengan antara anak dan ayah itu.Mendiang kakeknya Lily alias papanya Helen yang memang memiliki sifat keras dan selalu ingin mengatur setiap langkah kehidupan anak anaknya sesuai keingannya, sedangkan Helen yang terlahir sebagai anak bungsu memiliki sifat kebebasan dan ingin menentukan jalan kehidupannya sendiri tanpa diatur oleh orang lain membuat kekacauan.


"Itu papa,lalu bagaimana dengan mama?apa dia juga sebenarnya peduli denganku?"pertanyaan keponakannya ini membuat Helen maupun James terdiam sejenak memerlukan waktu untuk berfikir menyusun jawaban yang tepat.


"Mamamu ya,kalau yang satu ini sulit"Helen mulai bersuara lagi.


"Sulit bagaimana?"tanya sang keponakan.


"Em...anu.."Helen merasa gugup dengan tatapan yang diberikan sang keponakan kepada dirinya.


"Lily,kita sudah sampai disekolahmu" suara James membuat Helen dan Lily seketika langsung melihat kearah luar,ternyata benar mereka sudah berada didepan gerbang sekolahnyan Lily.


"Kita lanjut nanti tan...,"Lily langsung menyandang tas sekolahnya

__ADS_1


"Terima kasih sudah mengantarku,


nikmati hari kalian"ujar Lily sembari keluar dari dalam mobil.


"Belajar yang rajin keponakan kesayangannya tante,kalau ada apa apa hubungi kami oke"ujar Helen kepada keponakannya melalui jendela mobil yang terbuka.


"Iya tan,bersenang senanglah dengan James"saut Lily yang melambai lambaikan tangannya melihat mobil yang mengantarnya sudah mulai menjauhi gerbang sekolah.


Setelah mobil itu benar benar sudah jauh dari pandangan,Lily menurunkan tangannya yang sejak tadi ia lambaikan.


*Bahkan tante Helen kebingungan saat menjawab pertanyaan itu*batin gadis itu.Lily berbalik dan mulai melangkah memasuki gerbang sekolahnya.


12 IPS 6


"Wih tumben penghuni kelas ini udah hampir complit semua?"ujar Lily sesaat setelah melangkah masuk kedalam kelasnya.


"Liat jam Ly,hari ini lo datangnya agak lama makanya penghuni kelas ini udah hampir datang semua.Tinggal si badboy sekolah yang belum dateng" ujar Iren yang tengah duduk santai dikursi guru.


"Tumben itu orang belum dateng?...," Lily berjalan mendekat ketempat Iren


"Biasanya sepaket noh sama Erlan- Jake"sambung Lily.


"Gak tau tuh,coba lo telpon atau kirim pesan trus tanyain gih kenapa itu orang belum datang"suruh Iren kepada Lily.


"Dih ogah,gak lagi kurang kerjaan gue"tolak Lily.


"Yaelah Ly,mumpung belum masuk nih.


Coba aja lo hubungin,kalau doi gak masuk sekolahkan gue bisa bantu ambilin surat izin ketimbang nanti si Alex alfa.Yang ada makin merah aja tuh buku absen sama catatan bk- nya dia"ujar Iren

__ADS_1


"Iya iya gue coba kirim pesan ke itu orang,kalau gak dibales berarti yaudah"Lily akhirnya setuju untuk menghubingi Alex dengan cara mengirim pesan.


__ADS_2