
Bibik pengurus rumah berjalan perlahan membawa nampan yang terdapat semangkuk bubur serta segelas air putih diatasnya,wanita tua itu berjalan perlahan menuju kearah tangga dengan terus berhati hati supaya nampan yang dibawa tidak terjatuh atau tersenggol sesuatu.
"Untuk siapa itu bik?"
Bibik berhenti dan menoleh kearah sumber suara yang merupakan milik Nyonya Linda majikannya.
"Anu nyonya,ini untuk non Lily"jawab bibik.
"Kenapa lagi anak itu?"tanya nyonya Linda terkesan dingin.
"Kondisi nona muda pagi ini sedikit drop nyonya,maka dari itu bibik sengaja bikinkan bubur untuk non Lily makan sebelum meminum obatnya" jawab si bibik.
"Oh"setelah itu nyonya Linda langsung berlalu pergi dari sana memasuki kamarnya dan sang suami, meninggalkan bibik pengurus rumah yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat respon nyonya majikannya itu saat diberitahu kalau kondisi sang putri tengah drop.Tak mau menghiraukan dan membuang waktu lebih banyak lagi,bibik pengurus rumah langsung bergegas menuju kekamar nona mudanya keburu buburnya nanti jadi dingin.
Tok..tok..tok..
"Bibik masuk ya non"bibik pengurus rumah mengetuk pintu kamar anak majikannya itu pelan sebanyak tiga kali sambil izin untuk masuk,setelah itu langsung memutar knop pintu dengan hati hati lalu melangkah masuk kedalam kamar.
Lily yang tengah berbaring lemah diatas tempat tidur langsung membuka mata setelah menyadari kedatangan bibik pengurus rumah,dengan susah payah dirinya mengangkat dan menopang badannya supaya bisa duduk.
Menyadari kesulitan yang dialami majikan mudanya itu,bibik segera meletakkan nampan diatas nampan lalu membantu sang nona muda untuk duduk.
Bibik juga menempatkan bantal diantara permukaan punggung dan sandaran belakang tempat tidur sang nona muda supaya nona mudanya itu bisa duduk dengan nyaman.
"Non makan bubur dulu ya non,biar bibik suapin"Bibik
"Iya bik"Lily menjawab dengan suara parau.
Lily mulai menerima suapan demi suapan bubur dari bibik pengurus rumah,nafsu makannya memang tak begitu baik tapi Lily tetap memaksakan diri untuk menelan sekuat tenaga bubur yang disuapkan oleh bibik itu.
"Bik"ditengah tengah makan,Lily memanggil bibik.
"Iya non"saut bibik
__ADS_1
"Kabar sus Nia gimana?"
Tangan bibik yang hendak menyuapkan sendokan selanjutnya terjeda beberapa detik saat mendapat pertanyaan tiba tiba dari majikan mudanya itu.
"Non sedang rindu dengan sus Nia ya?"tanya bibik.
"Ya begitulah bik.Biasanya kalau lagi begini,pasti kalau bukan sus Nia dan Lala atau enggak tante Helen yang selalu nyuapin saya bik.Tapi yang paling sering sih tetep sus Nia"ujar Lily,gadis muda itu kemudian menghela nafas
"Tapi sekarang gak ada satupun diantara mereka disini bik"lanjut Lily.
Bibik yang melihat ekpresi sendu yang terukir pada wajah pucat sang majikan mudanya itu,merasa iba dengan sang majikan.Memang benar adanya,ketiga orang yang disebutkan majikan mudanya diatas itu adalah tiga orang yang dahulu selalu ada disamping sang nona muda.Namun kini tak ada lagi yang bisa berada disamping nona mudanya itu,sus Nia sudah lama resige sejak nona Lily dipindahkan ke Autralia dahulu jadi sus Nia memilih untuk balik kekampung halaman.Nona Lala kembarannya nona Lily?kita semua tau tentang kepergian gadis muda itu untuk selamanya,tersisa nona Helen yang kini masih menetap diautralia untuk studynya.
"Tak usah sedih begitu non, sekarangkan ada bibik yang bisa dan bersedia sepenuh hati menyuapi non Lily"ujar bibik mencoba menghibur Lily.
"Saya gak sedih kok bik,cuma entah kenapa tiba tiba pas sakit begini malah keinget sama mereka bertiga aja"ujar Lily.
"Jadi gimana bik sama pertanyaan saya tadi,gimana kabar sus Nia sekarang?udah nikah?"tanya Lily kembali kepada bibik pengurus rumah.
"Nikah sama siapa bik?"Lily.
"Sama salah satu bujang dikampungnya non,dijodohkan sama orang tua mereka.Sus Nia menikah dengan suaminya sekitaran satu setengah tahun setelah non pindah ke Autralia"Bibik.
"Suaminya sus Nia orangnya baik gak bik,gak nyakitin sus Niakan?"Lily.
"Baik kok non orangnya,bibik pernah ketemu dua kali.Orangnya sopan dan terlihat penyayang sekali sama sus Nia,kata orang orang dikampung bibik juga dia orangnya baik dan ramah sekali kesesama.Jadi non tenang saja"Bibik menjawab pertanyaan majikan mudanya itu dengan sabar, meski sedikit kaget ternyata majikan mudanya itu cukup cerewet saat sedang sakit.
"Suaminya sus Nia kerja apa bik?"
Lily.
"Pekerjaannya suami sus Nia itu seorang bapak guru sekolah dasar dikampung,merangkap jadi petani yang ngegarap sawah warisan orang tuanya juga"Bibik.
"Sus Nia udah punya anak bik?"Lily
__ADS_1
"Sudah non,satu orang anak perempuan laki.Kalau bibik gak salah,usianya kayaknya udah masuk tiga tahunan non"bik Muti.
"Anak perempuan bik?"
ekpresi Lily sedikit berubah dari sebelumnya
"Iya non,anak perempuan"Bibik.
"Pasti sus Nia sayang banget ya bik sama anaknya.Sus Nia masih ingat saya gak ya bik?kayaknya udah enggak inget lagi.Sekarangkan sus Nia sudah punya anak bik,perempuan lagi.Mana mau sus Nia inget inget anak orang lagi"Lily.
"Non kok berkata seperti itu?jangan jangan non cemburu ya,sus Nia punya anak?"tanya bibik.
"Enggak Mana Ada"bantah Lily cepat dengan suara tak sengaja sedikit dinaikkan volumenya.
Bibik pengurus rumah langsung tersenyum melihat respon non-nya yang satu ini,meski non-nya itu membantah namun dari ekpresinya nampak jawaban yang sebaliknya.
"Gak usah bohong,bibik tau pasti non cemburu"
Lily langsung terdiam mendengar perkataan bibik.
"Salah ya bik?"suara gadis itu terdengar pelan.
"Tak salah kok non,wajar aja kalau seandainya non cemburu kepada anaknya sus Nia.Mau bagaimanapunkan
sus Nia itu adalah orang yang mengasuh dan membesarkan non Lily sejak masih berusia satu tahun,jadi tidak apa"
"Dan satu lagi,siapa bilang sus Nia melupakan non Lily.Sus Nia masih ingat kok,buktinya sus Nia setiap ada bertukar kabar dengan bibik pasti menanyakan tentang non Lily kepada bibik"ujar bibik pengurus rumah.
"Yang bener bik?"tanya Lily nampak menjadi semangat.
"Iya non,bener.Bibik gak bohong sama sekali.Bahkan sus Nia pernah bilang kalau seandainya non sudah pulang kembali keindonesia,sus Nia pengen ngajak non buat mampir main kekampung halamannya kalau non Lily mau"jelas bibik, yang membuat sebuah senyuman bahagia langsung terlihat berhasil terbit dibibir pucat Lily.
"Jelas Lily mau bik"
__ADS_1