
"Dari mana saja kamu?"
"Apa aku perlu memberitahumu?!"
"Kenapa jawabanmu seperti itu?aku hanya bertanya dan pelankan suaramu"
"Aku tidak akan berbicara seperti itu jika kamu tidak bertanya hal bodoh seperti itu!"
"Ini bukan hal bodoh,suami dan anakmu pulang tapi bagaimana bisa kamu tidak ada dirumah"
"Lalu aku harus berdiam diri dirumah?seperti itu maksudmu!YANG BENAR SAJA"
"Tidak begitu,setidaknya perhatikan putramu.Anak remaja seperti Alex butuh banyak perhatian sayang"
Alex yang tak sengaja tertidur dimeja gamingnya langsung terbangun saat mendengar suara sayup sayup dari pantai bawah.Pemuda itu melihat kearah jam didinding,pukul 08:03. Alex mengusap kasar wajahnya,haih sepertinya mamanya pulang malam lagi.Suara keributan dari pertengkaran orang tuanya semakin memasuki telinganya,membuat Alex semakin kesal.Karena merasa sudah tak tahan lagi,Alex meraih ponselnya lalu beranjak dari tempatnya.Pemuda itu membuka menu kontak dan verfikir siapa yang kira kira bisa dia hubungi kali ini tanpa perlu mengganggu orang tersebut.Matanya tertuju pada nomor kontak milik Lily.
"Gue udah simpen nomer hp lo,hubungin gue kalau lo butuh.Gue pasti angkat haha..."
Perkataan gadis itu langsung terputar dibenaknya,tanpa berfikir lebih panjang lagi akhirnya Alex memilih nomor itu untuk dirinya hubungi.
Tut...tut..tut...Alex menunggu panggilan darinya diangkat,disisi lain dirinya masih bisa mendengar pertengkaran orang tuanya. Pertengkaran itu sepertinya akan berlangsung lama.Huf...Alex bernafas lega setelah mendengar suara Lily dari seberang sana.
"Halo,Alex.pasti lo perlu sesuatukan makanya nelpon gue?"Lily
Alex menaikkan sudut bibirnya saat mendengar gadis itu bisa seakan membaca tujuannya.
"Hm.Ly,bisa temenin gue keluar cari angin gak?"tanya Alex.
"ShareLock,tut...tut..."
Setelah mengatakan hal itu,Lily memutus panggilan telepon itu secara sepihak dari seberang sana.
Sesuai dengan perkataan Lily tadi, Alex mengirim alamat tempat dimana dirinya dan Lily akan bertemu.
Setelah selesai,ia tanpa banyak buang waktu lagi langsung bersiap siap seadanya untuk keluar.
__ADS_1
Alex melangkah menuruni anak tangga dengan cepat,pemuda itu melewati begitu saja kedua orang tuanya yang masih terus beradu kata kata.
Tanpa Alex sadari,papanya tak sengaja melihat punggungnya yang menjauh dan menghilang dibalik pintu.
Ditempat Lily___
Sebelum mendapat telepon dari Alex sebenarnya Lily tengah menyendiri dikamarnya seperti biasa,orang tuanya sudah pulang tadi sore namun tidak ada interaksi yang berarti antara Lily dan orang tuanya. Bagaimana dengan percakapan,apakah ada?ada kok tadi.Papanya Lily menanyakan apakah masalah apa yang diperbuat saat mereka tidak dirumah,
Lily jawab saja ada dengan singkat.Setelah itu langsung melenggang pergi masuk kekamarnya.Dibelakangnya sang papa sudah mulai mengeluarkan amarah,Lily tak mempedulikan hal itu.
Seharusnya Lily bisa saja menjawab tidak ada,namun bukan itu intinya.
Pertanyaan papanya itu membuat Lily tersinggung,pertanyaan itu membuat dirinya seolah olah biasa membuat masalah.
Lily yang merasa memang sedang merasa suntuk dirumah,langsung menyuruh Alex untuk ShareLock.
Saat temannya itu bertanya apakah dirinya bisa menemani Alex untuk mencari angin diluar.Sepertinya Alex juga tengah terlibat dalam sebuah masalah pikir Lily.
Dengan memakai celana dan baju lengan panjang serta tambahan atribut hoodie,topi,dan tentunya kunci mobil.Lily bergerak keluar dari dalam kamarnya,meski malam belum larut namun entah kenapa semua lampu utama dikediaman keluarganya ini sudah dimatikan semuanya dan itu petanda kedua orang tuanya juga sudah tidur.Mungkin.
Tak butuh waktu banyak bagi Lily untuk mencapai tempat yang dimaksud oleh Alex,hanya butuh waktu kurang dari lima belas menit jika menggunakan mobil dengan kecepatan standar.Tempat yang dimaksud Alex adalah merupakan sebuah taman yang berada dipusat kota,meski malam namun taman itu tidak sesepi yang dibayangkan karena ada beberapa pengunjung terlihat disana dan bahkan ada gerobak penjual makanan juga disana.
Lily melihat sekitar mencari dimana Alex berada karena cowok itu mengirim pesan kalau sudah sampai duluan disana,setelah beberapa saat Lily akhirnya dapat menemukan dimana letak keberadaan Alex.Cowok itu terlihat melambai lambaikan tangan memanggilnya dari salah satu bagian taman.Jadi Lily langsung saja melangkah setengah berlari menuju tempat Alex berada.
"Hai,udah lama?"sapa Lily sesaat tiba didekat Alex.
"Enggak,gue juga baru nyampe.Ayo duduk"saut Alex menjawab pertanyaan Lily,setelah itu meminta cewek itu duduk disebelahnya.
Kini kedua remaja itu duduk disalah satu kursi taman,lima menit tidak ada percakapan dan barulah dimenit selanjutnya akhirnya Alex mulai bicara lagi.
"Sory udah ganggu lo malam malam gini,tapi gue lagi butuh temen keluar.Rumah gue lagi gak bisa ditempatin"ucap Alex pada Lily.
"Gak ganggu kok,gue juga lagi suntuk dirumah"saut Lily.
"Btw kenapa rumah lo lagi gak bisa dihuni?pasti ada problem ya?"tebak Lily.
__ADS_1
"Ya gitu deh,ortu gue cuma lagi sesi debat alias adu argumen aja"jawab Alex.
"Gimana dengan lo?"
"Gue?"
"Hm.Lo.Kenapa suntuk dirumah?"tanya Alex kepada Lily.
"Gue suntuk aja sama suasana perang dingin dirumah"jawab Lily seadanya,
sama simplenya dengan jawaban yang Alex berikan tadi atas pertanyaannya.
Beginilah mereka.Meski satu sama lain sudah jelas saling mengetahui kalau mereka kini tengah sama sama memiliki masalah,namun tidak ada satupun yang berniat saling menggali informasi lebih lanjut tentang masalah yang dialami teman masing masing.Bukan tidak saling peduli, namun keduanya sama sama memahami kalau tidak semudah itu mengungkapkan masalah pribadi kepada orang lain.Tapi baik Alex maupun Lily sama sama tahu kok kalau sumber masalah mereka tak jauh jauh dari kata Rumah dan keluarga.
"Ly"Alex
"Hm"Lily
"Lo pernah iri sama kehidupan orang lain gak?"Alex.
"Bohong banget kalau gue jawab enggak pernah Lex"Lily menoleh kearah Alex sebentar lalu kembali menatap lurus kedepan.
"Contohnya?"Alex.
"Contoh ya,hm.Waktu kecil gue sering banget ngerasa iri liat anak anak seumuran gue bisa bebas main dan lari larian sama temen temen ditaman,disaat gue cuma bisa ngeliatin sekilas dari jendela mobil setiap pulang chekUp dari rumah sakit.Itu salah satu contoh kecilnya"
"Lo sendiri pernah?"Lily.
"Sering banget,kalau ditanya contohnya;Gue selalu ngerasa iri liat anak anak cowok seusia gue sekarang bisa akur dan dimengertiin banget sama mama mereka,itu contoh besarnya"Alex.
"Hah..Kenapa ya tuhan gak mau ngabulin semua doa kita?"tanya Alex random.
"Kalau tuhan ngabulin semua doa manusia,belum tentu dunia ini masih ada sampai sekarang"Lily menyauti pertanyaan random yang keluar dari mulut Alex itu.
"Kenapa bisa gitu,bukannya semua orang bakal bahagia?"tanya Alex pada Lily setelah mendengar sautan gadis itu.
__ADS_1