
Tidak menggunakan waktu lama. Tuan Devan pun tiba di kediamannya dengan perasaan tidak menentu. Sebelum memasuki rumah terlebih dahulu Tuan Devan mengatur nafasnya supaya terlihat normal.
"Assalammualaikum" Tuan Devan membuka pintu utama, di mana tujuan pertamanya mencari keberadaan Sanas. Tuan Devan pun menuju kamar yang ia tepati berharap di sana akan ada Sanas, teryata nihil. Tuan Devan pun menuju di kamar di mana tempat Sanas tepati dulu sebelum bersamanya, lagi-lagi Tuan Devan di buat kecewa.
"Di mana kamu Nas? Jangan bilang kamu pergi dari rumah." batin Tuan Devan
"Eh Tuan Devan sudah pulang?" tanya bibik baru tiba
"Mana Sanas bik?"
"Maaf Tuan bibik tidak tahu. Soalnya bibik baru tiba, biasanya kalau jam segini Non Sanas suka di taman belakang" Tuan Devan tak menjawab ucapan bibik, ia langsung menuju taman belakang mencari keberadaan Sanas. Senyuman Tuan Devan mengembang ketika melihat wanita yang sudah membuat pikirannya tak tenang sedang terlelap di bawah pohon yang hanya di alasi dengan karpet. Tuan Devan mendekati Sanas menyenderkan tubuhnya di balik pohon lalu mengusap lembut kepala Sanas.
"Maafkan Abang sayang sudah membuat mu bersedih dan tersakiti. Abang janji akan menebuskan semua kesalahan abang selama ini dengan mu." Tuan Devan mengusap lembut kepala ku, membuat tidur ku terganggu. Perlahan ku buka bola mata ku. Awalnya aku berfikir jika aku hanya mimpi atau beralusinasi saja melihat Tuan Devan berada di samping ku sambil tersenyum ke arah ku. Aku pun menutup ke dua bola mata ku kembali berharap mimpi ku tak hilang. Setelah ku tutup bola mataku, aku merasa ada sebuah benda menempel di bibir mungil ku. Akhirnya aku memutuskan membuka bola mata ku kembali. Sehingga bola mata ku bertemu langsung dengan bola mata Tuan Devan, kami pun saling bertatapan melepaskan rasa rindu yang selama ini terpendam
"Sayang maafin abang" Ucapan Tuan Devan membuyarkan lamunan ku. Aku masih terdiam memasangkan wajah dingin ku.
"Sayang apa kamu tidak mau maafin abang?"
"Sayang jangan diam saja. Kamu boleh lakukan apa pun dengan abang, asal kamu mau maafin abang" Mohon Tuan Devan, aku tidak menyangka jika seorang Tuan Devan yang di kenal dingin, angkuh memohon dengan ku gadis desa yang kampungan.
__ADS_1
"Sayang ini" Tuan Devan memberi ku sebuah amplop berwarna coklat.
"Ini apa?"
"Kamu buka saja sayang" Aku pun membuka amplop itu dalam hati ku semoga bukan amplop yang di berikan waktu itu untuk ku. Ketika ku buka lembaran kertas itu. Aku terdiam menundukkan kepala terasa nyawaku menghilang sebagaian, tubuhku menjadi kaku tak mampu untuk di gerakkan. Yang aku takuti selama ini tiba lebih awal dari yang aku bayangkan. Tuan Devan mengambil kertas itu dari tangan ku lalu merobekkan kertas itu di hadapan ku. Aku tidak mengerti kenapa tuan Devan merobekkan kertas itu
"Kenapa di robek bang?"
"Masala buat kamu!!!"
"Tidak masalah buat ku. Tetapi"
"Masalah buat abang"
"Kenapa masalah buat ku?"
"Bukannya itu surat perjanjian kita"
"Kamu dengar baik-baik sayang. Mulai detik sekarang tidak ada lagi namanya pernikahan di atas kertas"
__ADS_1
"Maksudnya bang?"
"Kamu istri SAH abang. Tidak ada lagi kata pernikahan di atas kertas antara kita berdua!!" Aku tidak pernah menyangka jika Tuan Devan mengucapkan kalimat yang selalu ku do'akan setiap sujudku. Tanpa ku sadari cairan bening membasahi pipi ku
"Sayang kamu kenapa menangis? Kamu tidak mau jadi istri abang?"
"Bukan karena itu bang.."
"Terus kenapa?"
"Aku berterimakasi pada Tuhan. Sudah mempertemukan aku bersama abang. Aku tidak menyangka jika pernikahan yang aku takuti selama ini akan menjadi kebahagian baru untuk ku"
"Abang janji, abang akan berusaha menjadi suami yang baik buat sayang, dan menjadi ayah yang baik buat anak-anak kita nanti" Aku pun langsung memeluk tubuh kekar tuan Devan, rasanya tak ingin aku lepaskan pelukan itu yang membuat ku merasa nyaman jika di dalam pelukannya.
"Sayang ayo kita nabung. Supaya cepat ful" ajak Tuan Devan. Kakak semua pasti mengertikan maksud Tuan Devan menabung. Ya pastinya menabung bibit bersama Sanas ya.
Bersambung.....
Terimakasih yang sudah membaca karya author. Jangan lupa like, komen dan Votenya kak. Supaya author lebih bersemangat nulisnya. Maaf ya lama upnya karena urusan nyata author sangat banyak, sampai-sampai tidak ada waktu author buat berimajinasi. Author harap kakak selalu setia menunggu kelanjutan cinta Tuan Devan dan Sanas.
__ADS_1