
Sebelumnya author minta maaf ya sudah lama menghilang seperti di telan bumi saja. Hehe
Waktu terus berlalu sama dengan kehidupan terus berjalan. Tidak terasa Devi dan Devin sudah menyelesaikan sekolah menengah atasnya (SMA). Sekarang saudara kembar itu sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing. Devi di sibukkan dengan kuliah, sedangkan Devin di sibukkan dengan bisnis sang ayah. Sulit bagi saudara kembar itu untuk bertemu, di buat oleh keadaan.
Di sebuah kamar mini malis tampak seorang gadis bertubuh mungil tersenyum lebar sambil memandang sebuah foto yang terpajang di atas meja belajar miliknya. Gadis itu pun tersenyum sambil bicara layaknya sedang mengobrol dengan seorang yang ada di dalam foto itu.
"Kak, sekarang kita sama-sama dewasa. Sulit buat kita untuk bertemu. Devi kangen kak masa-masa kecil kita dulu dimana kakak selalu jaga Devi. Dimana Devi selalu kakak manjakan, tidak ada satu pun yang boleh mengganggu Devi. Makasih kak sudah sayang sama Devi, Devi sayang kak Devin,"batin Devi sambil membayangkan kebersamaannya bersama saudara kembarnya itu. Tanpa Devi saudara cairan membasahi pipi cantinya karena terlalu rindu dengan sosok sang kakak.
"Tok..tok" Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Devi
"Siapa?" teriak Devi sambil menuju kearah pintu. Setelah pintu terbuka Devi tidak bisa berkata apa-apa melihat siapa yang ada di depan matanya sekarang. Tanpa menunggu lama Devi langsung memeluk erat sosok orang itu
"Ayah, bunda. Kenapa tidak memberi tahu Devi dulu kalau mau kesini" ucap Devi memasang wajah cemeberut membuat Devan dan Sanas tersenyum melihat tingkah sang putri
"kenapa? adek tidak suka kalau ayah sama bunda menghampiri adek?"
"Bukannya gitu bunda ku tersayang" Devi pun langsung bergelayut manja dengan sang bunda
"Lalu?" tanya bunda sambil memasang wajah sedih
"Ya Devi kan belum gak ada apa-apa. Kalau bunda kasih tahu Devi kan bisa masakin untuk ayah dan bunda dulu"
"Gak perlu sayang. Ayah sama bunda sudah lihat kami sehat saja bahagianya bukan main, tidak ada yang lebih bahagia dari melihat senyum anak-anak bunda"
"Bunda,"
"Ini ayah sama bunda gak di ajak masuk ni"
__ADS_1
"Heheh, lupa adek. Ayo masuk" Devi tidak melepaskan tangannya yang bergelayut manja bersama Sanas dan Devan.
"Ayah sama bunda mau minum apa? Devi buatin"
"Ayah kopi saja" ucap ayah
"Ayah, mana ada kopi"
"Terus yang ada nya apa? tadi nawarin ayah minum"
"Yang ada nya jus"
"Yaelah. Yaudah kalau gitu jus naga saja"
"bunda apa?"
"Bunda mangga"
"Ayah..." tariak Devi hingga membuat Sanas bersama Devin kaget lalu langsung menyusul Devi yang berada di dapur
"Ada apa nak?" tanya Devan panik
"Maaf yah. Buah naganya juga habis" ucap Devi sambil memainkan matanya agar tidak di omeli karena sudah membuat mereka kaget setengah mati mendengar teriakannya.
"Astagfirullah Devi" kesal bunda
"Kita kira kamu kenapa-napa!" omel bunda
__ADS_1
"Hehe.." Devi pun hanya bisa cengir kuda
"Sudah sana gak usah bautain ayah minum. Ayah cukup dengan air putih saja"
"Ayah jangan ngambek ya. Nanti ayah cepat tua"
"Sudah tua. makanya sana nikah biar ayah dapat cucu"
"Nikah pacar saja gak punya" Devi pun membuat dua buah jus mangga. Tidak menggunakan waktu jus pun sudah jadi. Dengan senang hati Devi mengantar dua gelas jus itu kepada kedua orang tuanya.
"Dev, kamu mau ya."
"Mau apa yah?"
"Ayah kenalin sama anak teman ayah"
"Ayah. Devi bisa kok cari sendiri"
"Tapi kapan? Ayah sama bunda sudah tua. Kami mau melihat cucu kami"
"Kak Devin saja yang duluan"
"Kalian berdua sama saja. Devin minta Devi yang duluan. Terus siapa ini yang bakalan kasih ayah sama bunda cucu"
"Ayah tenang saja nanti pasti ada waktunya. Ok"
"Ya sudah dulu yah. Devi mau mandi"
__ADS_1
"Devi jam segini kamu belum mandi" omel bunda. Wajar ya bunda marah karena sekarang sudah jam 12 siang. Anak perawan belum mandi tapi sebenarnya sama seperti author masih sendiri dulu suka mandi siang.
Ya udah yah kak ceritanya sampai di sini dulu. Jangan lupa vote komen dan di bagikan satu lagi like. Terimakasih