Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
pertama kali


__ADS_3

Devi menyelusuri gerbang sekolah dengan sorang diri, yang mana biasanya Devi selalu bersama Bela. Entah apa penyebab selama satu minggu ini Bela menjahui darinya, yang belum Devi temui jawabannya. Devi tak sengaja melihat Bela tengah berbincang dengan Intan. Tapi sayang Devi tidak bisa mendengar percakapan mereka berdua. Ketika Devi ingin menghampiri Bela, teryata Bela lebih duluan meninggalkan tempat itu. Akhirnya Devi memutuskan kembali ke kelas dengan sorang diri. Ketika Devi tiba di kelas teryata disana sudah ada Bela yang tengah mengobrol bersama Rio dan anak yang lain.


"Assalammualaikum" ucap Devi


"Waalaikumsalam" jawab Rio bersama anak yang kecuali Bela


"Boleh gabung?" tanya Devi


"Silahkan" ucap Rio


"Gue kesana dulu," pamit Bela. Ketika Devi menghampiri


"Lo mau kemana Bel?" tanya Rio


"Keluar cari udara segar, di dalam ini pengap" ucap Bela.


"Bukannya dari tadi kita di dalam kelas, Bel" ucap Rio merasa aneh dengan sikap Bela. Tiba-tiba bersikap dingin ketika Devi tiba


"Tiba-tiba saja aku merasa panas" ucap Bela. Bela pun meninggalkan teman-temannya. Sedangkan Devi tahu bahwa Bela tidak menyukainya dan akhirnya Devi pun meninggalkan Rio bersama anak-anak yang lain.


"Lo mau kemana Dev?" tanya Rio


"Gue mau balik ke bangku" ucap Devi tampak sedih


"Sabar ya Dev, aku yakin Bela akan kembali lagi seperti biasanya"


"Aminn"


"Bel" ucap Devin menghampiri Bela yang tengah berdiri di depan pintu kelas


"Apa?"


"Mana Devi?" tanya Devin


"Ada didalam" ucap Bela


"Oh iya Bel, Lo bisa bantu gue gak?"


"Bantu?" tanya Bela bingung. Tidak biasanya Devin minta bantuan dengannya


"Iya. Gue mau minta bantuan Lo"


"Lo mau minta bantuan apa?" tanya Bela penasaran


"Lo tolong jagain Devi ya. Karena satu Minggu ini, gue harus berangkat"


"Lo mau kemana?" tanya Bela

__ADS_1


"Lomba"


"Oh ia gue lupa" ucap Bela


"Bisa kan Bel?" Devin sengaja meminta bantuan kepada Bela. Karena Devin tahu hubungan Bela bersama Devi sekarang tidak baik, walaupun Devi tidak pernah menceritakan apa pun dengan Devin. Devin tidak ingin melihat saudara kembarnya sedih karena di jauhi Bela, dan Devin pun juga tidak bisa memaksa Bela untuk berbaik kepada Devi. Maka ini lah jalan satu-satunya yang pas menurut Devin.


"Hemzz" Bela hanya bisa menarik nafas panjang lalu membuangnya ke sembarang arah


"Gue tinggal dulu Bel. Gue harap Lo mau" ucap Devin sebelum meninggalkan Bela


"Susiah buat gue memustuskannya" ucap Bela dalam hati. Setelah kepergian Devin, Bela pun masuk kedalam ruangan. Dimana disana ia melihat Devi yang tengah membaca buku. Dengan perasaan yang tidak jelas Bela menghampiri Devi.


"Dev" panggil Bela. Devi pun langsung menghentikan bacaannya setelah mendengar panggilan dari Bela


"Ada apa Bel?" tanya Devi. Padahal di dalam hati Devi sudah senang sekali karena Bela telah ingin menyapanya.


"Gak ada, lanjutkan bacanya!" ucap Bela. Bela masih belum bisa berdamai dengan keadaan. Makanya Bela lebih baik menjauh dulu dari Devi, setelah ia bisa damai dengan keadaan mungkin persahabatannya dengan Devi akan kembali dengan seiringnya waktu berjalan. Bela pun meninggalkan Devi. Walaupun hanya sekejap Bela menghampiri Devi, membuat Devi merasa senang dan bahagia.


Seperti Biasa Devin selalu nongkrong di warung Bibik bakso.


"Bibik" sapa Devin dengan ramah


"Iya. Mana Bobi?" tanya Bibik karena tidak melihat keberadaan Bobi, yang mana biasanya mereka berdua.


"Bobi sedang sibuk bik," jawab Devin.


"Aku mau Raya boleh bik" canda Devin


"Enggak lah. Kalau kamu mau Raya bisa-bisa nanti Bibik di marahi orang tuannya"


"Ada apa ini? Kok nama Raya di bawa-bawa?" tanya Raya baru tiba.


Benar sekali kata pepatah kalau jodoh tidak kemana, batin Devin. Baru di sebut eh orang nya sudah datang saja.


"Mau kema Ray?" tanya Devin basah basih. Jelas-jelas Raya sedang menggunakan pakaian apa, tidak perlu di tanya jawabannya pasti tahu


"Kamu gak lihat apa Dev, aku pakai baju sekolah. Berarti aku mau ke sekolah" jawab Raya


"Hehehe" Devin pun menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal


"Ray,," panggil Devin ketika Raya ingin pergi


"Apa?" tanya Raya menghentikan langkahnya


"Gue antar, ya" ucap Devin


"Gak" tolak Raya. Mana mungkin Devin bisa berucap seperti itu, padahal ia masih dalam jam sekolah.

__ADS_1


"Kenapa Ray? Aku janji tidak akan ngebut-ngebut" ucap Devin


'kamu itu masih jam sekolah Dev, tidak mungkin kan kamu bisa antar aku" ucap Raya, agar Devin tidak tersinggung dengan tolakannya


"Masalah itu mah gampang. Asal kamu mau aku antarin" ucap Devin


"Terserah kamu saja lah, Dev" ucap Raya


"Ok. Kamu tunggu di depan, ya" Raya mengangguk tanda setuju. Devin pun menuju perkir, mengambil sepeda motor kesayangannya. Ketika Devin menghidupkan sepeda motornya, tiba seorang guru menghampiri Devin.


"Mau kemana kamu?" tanya pak kepala sekolah


"Pak," Devin pun menyalami kepala sekolah.


"Mau kemana kamu?" tanya kepala sekolah lagi karena belum menemu jawaban dari Devin


"Aku mau moto copy pak, di suruh pak Dimas" bohong Devin. Kalau cari alasan Devi paling pintar.


"Ya sudah. Pelan-pelan saja"


"Siap pak" Devin tersenyum bahagia karena telah berhasil menipu kepala sekolah. Tidak menggunakan waktu lama Devin pun tiba. Devin menghentikan sepeda motornya di hadapan wanita yang ia suka.


"Maaf sudah lama membuat kamu menunggu" ucap Devin


"Tidak masalah" jawab Raya


"Ayo naik!" Perintah Devin. Raya pun menaiki sepeda motor ninja milik Devin. Dalam hati Devin sudah tak bisa di ungkapkan betapa bahagianya bisa memboncengi wanita pujaan hati.


"Ray, arah mana?" tanya Devin setelah tiba di lampu merah


"Belok kanan" jawab Raya. Devin sengaja ngerem mendadak agar Raya memeluknya, akhirnya rencana Devin pun berhasil


"Maaf" ucap Raya melepaakan pelukannya


"Tidak apa Ray. maaf ya Ray aku sudah membuat kamu cemas" ucap Devan, padahal dalam hati Devin ingin mengulangi lagi kejadian seperti tadi. Dimana Raya memeluk tubuh kekarnya. Tidak menggunakan waktu lama, Devin pun tiba di sebuah gerbang sekolah, walaupun tidak seluas sekolah tempatnya. Sebelum masuk tidak lupa Raya mengucapkan terimakasih kepada Devin yang telah mengantarnya.


"Terimakasih Dev" ucap Raya


"Sama-sama" jawab Devin dengan senang hati


"Oh iya Ray, nanti aku jemput, ya" tawar Devin


"Tidak usah Dev, nanti saya merepotkan kamu" tolak Raya merasa tidak enak karena sudah merepotkan.


"Saya tidak merasa di repot kan. Mau ya saya jemput" mohon Devin. Raya pun mengangguk. Rasanya Devin sudah tak sabar menunggu waktu sore untuk menjemput wanita pujaan nya.


Bersambung...

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca karya author. Jangan lupa like, komen dan vote nya ya kak.


__ADS_2