Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Kejutan


__ADS_3

Aku pun terjaga dari tidur ku yang kurang nyenyak. Bagaimana bisa nyenyak, jika aku tidur di atas sofa. Aku pun melirik jam dinding yang menempel di dinding ruang tamu. Teryata,sudah menunjuk pukul 23.30 wib. Tapi, belum ada tanda-tanda akan kepulangan tuan Devan. Karena aku tak sanggup menahan kantuk ku lagi, aku pun tertidur kembali di atas sofa. Ketika aku masuk ke dalam mimpi ku. Aku merasa ada sebuah benda menempel di bibir mungil ku. Dengan menahan kantuk, aku membuka bola mata ku. Melihat siapa yang sudah menganggu tidur ku. Betapa terkejutnya aku melihat jika aku sudah berada di atas kasur, padahal seingatku tadi aku tertidur di atas sofa luar. Aku pun melirik di setiap sudut ruangan mencari keberedaan seseorang. Ketika aku sibuk mencari keberadaan seseorang dengan menggunakan bola mata ku. Tiba-tiba saja bola lampu mati. Hingga membuat ku merasa ketakutan.


"Siapa itu?" tanya ku sambil berteriak. Suara itu pun semakin mendekat dengan ku, tanpa aba-aba aku pun langsung melempar ke arah sumber suara yang mendekati ku.


"Aw" Ringis orang itu. Karena terkena lemparan ku. Aku pun memberanikan diri membuka bola mata ku kembali setelah mendengar suara yang tidak asing bagi ku.


"Tuan Devan!" ucap ku. Ketika lampu telah menyala. Tuan Devan pun langsung menghampiri ku, memeluk tubuh mungil ku penuh kasih sayang.


"Sayang, maafin abng" ucap tuan Devan mengecup kening ku


"Abng, kapan pulang?" tanya ku membalas pelukan tuan Devan


"Abng sudah dari tadi berada di rumah"

__ADS_1


"Kenapa abng tidak masuk. Abng ngerjain adek, ya?" tuan Devan pun mengangguk


"Abng jahat!!" ucap ku menagis. Entah lah aku menagis bahagia atau sedih..


"Maafin abng ya. Abng sudah membuat istri abang sedih. Ini abng punya hadia buat kamu"


"Hadia apa bang? Aku kan tidak ulang tahun"


"Tidak meski menunggu ulang tahun sayang ku" tuan Devan pun membuka sebuah kota perhiasan. Yang pastinya harga bukan mainan ku. Tuan Devan pun memasang benda itu di leher ku. Betapa cantiknya


"Tentu bang. Aku sangat menyukainya," ucap ku bahagia


"Makasih bang." ucap ku dengan isak tangis

__ADS_1


"Kenapa menagis? Ada yang salah?"


"Tidak bang, tidak ada yang salah. Aku tidak menyangka, kalau aku mendapatkan suami yang mencintai ku"


"Sayang, jangan bicara seperti itu. Maafin abang yang sudah menyakiti mu"


"Tidak bang. Abng tidak perlu minta maaf dengan ku"


"Waktu dulu. Abng sudah jahat dengan mu, abang menyesal"


"Bang lupakan masa lalu, sekarang kita tatap masa depan kita berdua"


"Iya sayang" ucap tuan Devan

__ADS_1


"Sayang, nabung yuk!" ajak tuan Devan yang sudah tak tahan lagi. Aku pun tak tega melihat tuan Devan memohon dengan ku, dengan hati senang hati. Aku menerima ajakan tuan Devan. Tidak menggunakan aba-aba tuan Devan langsung mengecup bibir mungil ku, setelah itu berlalu ke dua gunung kembar. Bukan, cuma sebetas gunung kembar, tuan Devan pun mendaki punjak kenikmatan. Setelah tiba di punjak kenikmatan, tidak lupa tuan Devan menitip tabungannya, agar cepat penuh. Tubuh ku pun merasa lemas tak berdaya setelah tuan Devan mengajak ku mendekati puncak kenikmatan, hingga aku sudah tak sanggup menahan lelah, sampai aku tertidur pulas..Sedangkan tuan Devan pun ikut tertidur pulas di samping ku.


Terimakasih yang sudah membaca karya author jangan lupa like, komen, dan vote.


__ADS_2