Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Wanita Terbaik Ku


__ADS_3

Hai kakak semua dapat pertanyaan ini dari Tuan Devan. Baiknya di apiin tu Via agar tidak menggangu rumah tangganya dengan Sanas?.


2 minggu telah berlalu aku menjalani hidup tanpa kehadiran Tuan Devan. Semenjak kejadian itu, Tuan Devan tidak pernah pulang, menghubungi saja pun tidak. Rasanya amat sesak di dada, bagaimana tidak biasanya Tuan Devan selalu bermanja-manja dengan ku, aku selalu menyiapkan kebutuhan Tuan Devan, kita makan selalu bersama-sama, pokoknya apa pun selalu bersama. Hanya Tuhan dan aku yang mengerti perasaan ku saat ini. Yang lebih sakitnya lagi mama mertua yang selama ini menyangi ku sepenuh hati. Tapi, sekarang ia berubah mejadi kejam dengan ku. Enatahlah apa yang membuat mama seperti itu dengan ku.


"Sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah ini!" ucap mama mertua ku penuh amarah.


"Aku tidak akan pergi, sebelum Tuan Devan sendiri yang meminta ku pergi dari rumah ini!"


"Kamu!!" tunjuk mama


"Maaf ma kalau aku sudah melawan mama. Bukan maksud ku untuk melawan mama, tapi mama yang minta semuanya!"


"Kamu sudah berani menyalahkan mama?"


"Bukan maksud ku menyalahkan mama, "


"Sudah mama tidak butuh penjelasan apa pun dari kamu! Yang mama mau secepat mungkin kamu tinggalin Devan!"

__ADS_1


"Tidak akan ma!"


"Ok! Kalau gitu mama akan buat Devan membenci mu seumur hidup!" ancam mama mertua ku, aku diam saja karena bagi ku tambah di lawan tambah jadi. Aku terkejut tiba-tiba mama menjatuhkan dirinya di hadapan ku seakan-akan aku yang mendorongkan tubuh mama.


"Aw," ringis mama sambil memegang lutut bagian kanannya.


"Mama kenapa?" tanya ku heran. Bagaimana tidak heran perasaan tadi baik-baik saja.


"Jangan pegang-pegang, sakit!"


"Sini Sanas obatin ya ma"


"Ehem" aku mendengar suara dhem seseorang yang sangat aku kenali.


"Devan! Lihat kelakuan istri kamu, jika kamu tidak ada ia memperlakukan mama semaunya saja. Tadi ia mendorong tubuh mama hingga mama terjatu. Padahal niat mama baik mau membantunya merapikan rambut, tiba-tiba saja mama di dorong" adu mama mertua.


"Bang, aku tidak ada melakukan itu! Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba mama bisa terjatuh." bela ku

__ADS_1


"Dev, kamu jangan percaya. Kalau kamu tidak percaya sama mama tanyakan saja dengan Via. Bagaimana tingkah Sanas memperlakukan mama. Untung ada Via yang selalu membela mama" ucap mama mertua ku langsung bangkit, tanpa menyadari bahwa tadi nya sedang acting.


"Iya Dev, terkadang aku kasihan melihat mama kamu di perlakukan seperti itu oleh istri mu, sungguh kejam" Ucap Via


"Kamu dengar sendiri kan Dev?" lagi-lagi tuan Devan tidak memberikan ekspresi. Tuan Devan hanya menatap dengan tatapan tajam hingga membuat bulu kuduk remangku berdiri, author mah lebay.


"Dev, kamu dengarkan mama sedang bicara apa?"


"Abang harus percaya sama ku aku tidak pernah melakukan semua itu." aku pun memegang bahu kekar tuan Devan. Lagi-lagi tuan Devan memberi tatapan dingin nan tajam.


"Devan! kamu jangan mau dirayu oleh wanita kampungan itu. Karena wanita itu hanya mengincar harta mu saja." ucap Via melepaskan genggaman ku dari bahu tuan Devan.


"Ehm,,jangan pernah mengatakan bahwa saya tidak cocok dengan istri saya dan yang harus kalian ketahui bahwa saya tidak akan terganggu, terhasut karena bagi saya istri saya wanita yang terbaik. Dan saya ingat kan lagi bahwa saya tidak akan menceraikan istri saya! Walaupun bermacam cara yang kalian lakukan" Tuan Devan menarik tubuh ku membawa ku pergi menggalkan mama bersama Via, entahlah author juga tidak tahu Tuan devan membawa Sanas kemana.


Bersambung


Terimakasih buat kakak-kakak yang sudah membaca karya author, author sangat butuh bantuan dari kakak-kakak semua. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya kak dengan cara like, komen, dan vote yang banyak.

__ADS_1


"


__ADS_2