
Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa like, komen dan vote, eh satu lagi jangan lupa di bagikan ya. Maaf ya kalau author banyak permintaannya. Hehehe
Aku terjaga dari tidur lelap panjang yang tidak nyenyak ketika mendengar suara hp ku berdering. Dengan rasa kantuk aku membuka bola mataku meraba sebuah benda yang selalu ku bawa kemana-mana. Aku pun membuka pola hp ku melihat siapa yang menelfon di waktu tengah malam seperti ini. Aku selalu berharap Tuan Devan yang menelfon ku, tapi harapan ku selalu tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan rasa keraguan aku mengangkat telfon di karena kan no baru.
"Hallo" ucap ku
"Hallo" jawab si penelfon dari seberang sana. Jantung ku berdetak kencang ketika mendengar suara dari si penelfon. Bagaimana tidak berdetak kencang ternyata si penelfon adalah seorang wanita.
"Hallo, siapa? " tanya ku
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku!"
"Terus ada keperluan apa kamu menelfon ku? Di waktu tengah malam seperti ini?" lagi-lagi ku bertanya
"Aku hanya ingin memberi tahu mu, jika suami mu ada di dekat ku" wanita itu mengatakan hal itu sambil gelak tawa mengejekkan. Tubuh ku terasa tersabar petir ketika mendengar perkataan wanita itu, dada ku pun terasa sesak.
"Kamu jangan bercanda!" ucap ku
"Hahaha... Aku tidak bercanda"
"Terus dimana suami ku sekarang?"
"Suami mu ada di samping ku. Kami lagi saling bercumbu manja" ucap wanita itu membuat dada ku semakin sesak
"Kamu bohongkan?" tanya ku berharap jawabannya iya.
"Hahaha.. Aku tidak bohong, apa yang aku katakan itulah yang sebenarnya" lagi-lagi jawaban wanita itu membuat ku semakin sesak
"Katakan jika kamu berbohong... " ucap ku penuh dengan isak tangis
__ADS_1
"Aku tidak bohong! Apa kamu mau melihatnya? "
"Hikss,, hikss,, katakan jika kau bercanda"
"Aku tidak bercanda sayang, apa yang ku katakan semuannya benar. Dan satu hal yang harus kamu ketahui jika Devan tidak pernah mencintai mu. Devan hanya mencintai satu wanita itu aku. Ia menikah dengan kamu bukan karena cinta tapi karena terpaksa!! "
Aku sudah tak sanggup mendengar perkataan wanita itu. Semua tubuh ku serasa tidak berfungsi, semuanya lemas hingga aku terjatuh tersandar di bawah meja kamar ku.
"Bay sayang, bersipalah jadi seorang janda" wanita itu pun mengahiri panggilan setelah berkata seperti itu. Aku sudah tak sanggup membalas perkataan wanita itu karena tubuh ku sudah melemas hingga membuat ku abruk.
Di tempat lain..
"Hahaha.. Kamu memang pintar sekali sayang" puji seseorang kepada wanitanya.
"Iya dong siapa dulu" bangga wanita itu
"Kamu tenang saja sayang. Mana mungkin aku jatuh cinta dengannya. Kalau aku jatuh cinta dengannya kenapa juga aku meninggalkannya lebih memilih kamu" ucap wanita itu memeluk kekasihnya.
"Iya sayang aku lupa"
"Kamu yang tenang saja, hati ku hanya untuk kamu"
"Makasih sayang ku"
"Muach😘" sebuah kecupan
"Ayo sayang kita bersenang-senang!" sejoli itu pun merayakan hari bahagiannya, entahlah author tidak tahu mereka mau kemana, tapi author rasa Mereka mau ke pulau kapuk. pada tahu kan maksudnya pulau kapuk
Kembali ke Sanas...
__ADS_1
"Tok,, tok" bunyi ketukan pintu
"Sanas,, " panggil mama
"Sanas, apa kamu di dalam kamar mandi? " lagi-lagi tak ada jawaban
"Sanas, apa kamu belum bangun? " lagi-lagi mama bertanya, tetapi tetap saja tak ada jawabannya. Mama mertua pun mulai merasa bingung ketika tak ada jawab dari ku.
"Papa.. " teriak mama
"Ad apa ma? Pagi-pagi sudah teriak" omel papa
"Sanas pa" ucap mama
"Iya. Ada apa dengn Sanas? " tanya papa
"Aku panggil-panggil tidak ada jawabannya"
"Mungkin dia masih tidur"
"Tidak pa. Mama tahu benar Sanas orang nya seperti apa. Tidak mungkin ia kesiangan"
"Coba papa dobrak!"
"Bruk" bunyi pintu terjatuh
"Sanas!! " teriakan
Bersambung...
__ADS_1