
"Kamu punya kuping tidak! Devi bilang apa" bentak seseorang baru tiba membuat Devi terkejut dari mana kemunculan orang itu, tiba-tiba saja muncul
"Kamu siapa!"
"Kamu mau tahu siapa saya?"
"Baik lah kalau kamu mau tahu saya siapa. Saya pacar nya Devi!" Ucap Bobi dengan suara lantang nya, Devi yang mendengar ucapan Bobi itu pun terkejut, tapi bukan namanya Devi jika dia tidak bisa mengembalikan eksperesinya kembali.
"Dev, jawab jujur. Apa benar itu pacar kamu?" Tanya Dimas lalu melirik Devi bergantian dengan Bobi.
"Iya benar. Dia pacar ku setelah putus dari kamu" ucap Devi membuat Dimas melepaskan genggamannya dari tangan lembut milik Devi.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Bobi menghampiri Devi lalu marangkul tubuh mungil Devi.
"Tidak kak, aku tidak apa-apa" ucap Devi. Jujur sebenarnya Devi merasa risih di rangkul oleh Bobi, tapi ya mau gimana lagi demi menyalamati diri dari sang mantan.
"Kenapa masih berdiri disini!" Tanya Bobi. Karena Dimas masih berdiam diri memperhatikan Devi. Jujur Bobi sangat tidak suka melihat Dimas, bagaimana pun Dimas adalah saingan berat untuknya mendapatkan cinta Devi.
"Devi urusan kita belum selesai" ucap Dimas sebelum meninggalakan Devi. Setelah kepergian Dimas dengan cepat Devi melepaskan rangkulan Bobi.
"Laki-laki itu siapa kamu Dev?" Tanya Bobi
"Bukan siapa-siapa"
"Yakin?" Devi pun mengangguk
Aku tahu Devi itu mantan kamu, apa susahnya kamu akui saja, batin Bobi
"Oh ya kak Bobi dari mana? Tiba-tiba saja muncul" tanya Devi,
"Kakak lagi nyari sesuatu. Kebetulan kakak lihat kamu sedang di ganggu oleh cowok, maka dari itu kakak langsung menghampiri kamu" bohong Bobi, padahal dari tadi Bobi membuntuti Devi.
"Oh ya kamu sendiri saja?"
"Tadinya sih enggak kak, tapi sekarang iya"
"Memangnya tadi kamu sama siapa?" Tanya Bobi
"Kak Devin. Entah sekarang kak Devinnya entah kemana"
"Ayo kita cari Devin, nanti hilang lagi tu anak" canda Bobi
Devi bersama Bobi pun menyelusuri mol, mencari keberadaan Devin. Tapi sayang belum ada tanda-tanda kemunculan Devin.
"Kemana sih kak Devin" kesal Diva
"Coba kamu telfon Dev!" Devi pun mengeluarkan handphone dari dalam tas cantik yang ia gunakan. Setelah itu mencari kontak Devin lalu menghubunginya. Entah sudah berapa kali Devi menelfon sayangnya satu kali pun panggilan tidak ada yang masuk.
__ADS_1
"Gak di angkat" ucap Devi memberi tahu Bobi
"Coba kakak telfon pakai no kakak" ucap Bobi. Bobi pun melalukan hal yang sama dengan Devi, lagi-lagi harapan mereka tidak sesuai dengan keinginan karena no Devin tidak bisa terhubung.
"Ya sudah Dev kalau gitu kamu pulang sama kakak saja" tawar Bobi
"Tapi kak, bagaimana nanti kalau kak Devin mencari Devi" ucap Devi bingung
"Kamu tenang saja, selagi kamu mengaktifkan no mu. Jadi Devin bisa menghubungi mu. Dari pada kamu nunggu Devin disini Devinnya saja tidak tahu ada dimana sekarang" ucap Bobi
"Kakak ada benar nya juga sih. Ya sudah kalau gitu aku pulang sama kak Bobi saja" dalam hati Bobi sudah tak bisa di ungkap betapa bahagianya Devi ingin pulang bersmanya, kali ini tidak akan Bobi biarkan ada penghalang buatnya untuk mengatakan cinta dengan Devi.
"Dev"
"Apa kak?"
"Bagaimana kalau kita makan dulu" ajak Bobi
"Tapi kak aku tidak lapar" bohong Devi
"Keriuk,,keriuk" bunyi ternak Devi
"Itu bunyi apa?" Tanya Bobi.
Tidak bisa di ajak kompromi ni ternak, batin Devi
"Masa sih kamu tidak dengar?" Devi tak menjawab pertanyaan Bobi lagi. Karena ia sudah malu
"Dev, ayok!" Ajak Bobi sambil menarik lengan Devi menuju kafe. Devi pun mengikuti langkah Bobi. Bobi memilih bangku paling pojok, agar tidak ada yang mengganggu rencanya nanti, untuk mengungkap perasaannya ke Devi. Setelah tiba di bangku pilihan Bobi, Bobi pun memesan menu makanan.
"Dev, kamu mau apa?"
"Aku apa saja kak, yang pastinya bisa untuk dimakan"
"Semuanya bisa dimakan Dev"
"Apa saja kak, sama kan saja sama kakak"
"Ok" Bobi memesan beberapa menu makanan tidak lupa dengan minumannya. Tidak menggunakan waktu lama pesanan pun tiba. Pelayan pun meletakkan bebera menu makanan diatas meja..
"Terimakasih" ucap Devi, di balas swnyumana oleh mbak pelayan kafe. Devi bersama Bobi menikmati makan bersamanya dalam diam. Dari kajauhan ada yang memperhatikan kedekatan Bobi bersama Devi hingga membuat orang itu tidak terima.
Kamu lihat saja nanti, kamu tidak akan bisa bersmanya karena dia milik ku, ucap seseorang dari kejauhan memperhatikan Devi bersama Bobi.
"Hai" sapa Devin kepada seorang wanita yang tengah menemani anak kecil. Wanita itu tidak menjawab sapaan Devin, ia hanya sedikit melirik tanpa memberi ekspresi sedikit pun, hingga membuat Bobi semakin penasaran dengan wanita itu.
"Lagi apa?" Tanya Devin basa-basi
__ADS_1
"mas tidak bisa lihat apa?" Ucap wanita itu
"Hehehe. Iya ya pertanyaan ku sudah basi" ucap Devin
"Oh ya itu anak kamu?" Tanya Devin tanpa menyerah walaupun sudah di cueki.
"Apa urusannya sama mas?"
"Ya gak ada sih" ucap Devin bingung harus mau tanya apa lagi agar ia bisa mendapat informasi wanita yang ia kagumi selama ini
"Kalau gak ada. Kenapa mas masih berdiri disini?"
"Ini kan tempat umum, jadi bebas siapa saja yang mau kesini termasuk saya" ucap Devin. Wanita itu hanya angguk-angguk
"Sayang kita main kesana saja yuk!" Ajak wanita itu
"Tapi Ica masih mau main ini bunda" ucap Ica
"Kita cari yang lain yuk! Apa Ica tidak mau coba main yang lain? Kan masih banyak pilihan yang lain"
"Baik lah bunda. Ica ikut Bunda saja"
"Permisi mas" ucap wanita itu
"Silahkan"
"Om, om" panggil anak itu
"Kenapa dek?" Tanya Bobi
"Om jangan benci sama bunda ya, bunda itu orangnya memang jutek. Sebenarnya bunda itu orang paling baik sedunia" ucap anak itu membuat Devin tersenyum
"Kamu tenang saja, om tidak akan membenci bunda kamu."
"Terimakasih om"
"Oh iya nama bunda adek itu siapa?" Tanya Devin
"Ica.." teriak wanita itu, hingga membuat Ica belum sempat memberi tahu namanya
"Dada Om, semoga bertemu di lain waktu" ucap anak itu memberi kis bay kepada Devin. Entah mengapa hati kecil Devin tidak yakin jika anak itu anaknya wanita yang ia taksir.
Aku tidak akan menyerah gadis manis, aku akan cari tahu siapa kamu sebenarnya, walaupun kamu selalu bersikap cuek dengan ku, batin Devin sebelum ia meninggalkan tempat itu mencari keberadaan Diva yang telah ia tinggali.
Bersambung ...
Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa like, komen, dan Vote. Salam kenal dari author buat kakak semua.
__ADS_1