Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Kemarahan Tuan Devan


__ADS_3

Tuan Devan menghampiri wanita itu, entah apa yang ingin Tuan Devan katakan dengan wanita itu. Sedangkan aku sibuk di dapur membuat bubur untuk mama mertua ku.


"Via!" panggil Tuan Devan


"Iya Dev, ada apa?" tanya Via mendekati Tuan Devan.


"Dengar baik-baik ya, aku tidak akan mengulanginya lagi. Mulai detik sekarang jangan ganggu aku dan istri ku!" bentak Tuan Devan.


"Devan, kenapa kamu tega dengan ku. Aku rela meninggalkan pekerjaan ku demi kamu, apa ini balasan kamu dengan ku?"


"Kemana saja kamu selama ini?" tanya Tuan Devan sinis


"Maaf Dev, selama ini aku sudah ninggalin kamu demi pekerjaan ku. Tapi, aku sadar kalau pilihan aku itu salah" ucap Via sedih


"Lupakan saja!" ucap Tuan Devan tegas


"Dev, maafin aku. Aku sadar aku salah" mohon Via dengan isak tangis


"Aku sudah maafin kamu. Tapi, untuk bersama kamu kembali aku tidak bisa!"


"Dev aku tahu kamu masih mencintai aku kan, kamu melakukan itu semua karena kamu ingin membuat ku cemburu" ucap Via bangga

__ADS_1


"Terlalu percaya diri sekali kamu Via" ucap Tuan Devan dingin


"Iya la secara aku lebih menarik dari segi hal apa pun dari wanita udik itu" bangga Via


"Cukup! Karena bagi ku tidak ada yang lebih menarik dari istri ku. Sekarang kamu pulang!" usir Tuan Devan


"Devan! Apa yang kamu lakukan dengan Via?" bentak mama menghampiri Tuan Devan


"Ma, bawa wanita itu jauh-jauh dari ku! Aku tidak mau melihatnya ada di hadapan ku!"


"Devan! Mama tidak pernah mengajar mu jadi anak tidak sopan."


"Ma, jangan marahi Devan mungkin memang Via yang salah. Tidak pantasnya Via menganggu Devan lagi" ucap Via bersedih.


"Iya ma, tidak apa-apa" jawab Via


"Kamu memang anak yang baik" puji mama, padahal dulu mama sangat membenci Via, entah kenapa sekarang mama bisa sedekat itu dengan Via membenci Sanas.


Ketika bubur ku sudah masak, aku pun menghampiri mama mertua ku memberi bubur itu dengan mama. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, hingga membuat mimik wajah mereka menjadi tegang.


"Ma, ini buburnya sudah masak" ucap ku memberi bubur itu dengan mama mertua ku.

__ADS_1


"Tarok saja disana!" perintah mama mertua ku


"Baik ma" Aku pun meletakkan bubur itu di atas meja, setelah itu aku pun pergi meninggalkan Tuan Devan bersama mama mertua ku. Dari pada aku di sana membuat hati sakit, lebih baik aku membersihkan dapur setidaknya aku tidak mendengar perkataan mereka yang menyakiti hati ku.


"Sayang mau kemana?" tanya Tuan Devan


"Dapur bang" jawab ku seadanya


"Mau ngapain?" tanya Tuan Devan


"Beres-beres bang"


"Hari ini kamu tidak usah beres-beres rumah, biar nanti abang telfon bibik membersihkan rumah"


"Abang tidak kerja?" tanya ku


"Kerja. Hari ini abang akan membawa mu ke kantor, kebetulan abang belum mengenali mu dengan anak-anak di kantor" ucap Tuan Devan. Aku tidak menyangka jika Tuan Devan akan mengenali ku dengan rekan kerjanya. Kebetulan aku juga tidak tahu dimana tempat suami ku mencari nafkah selama ini.


"Sayang bersiaplah!" perintah Tuan Devan. Aku pun mengikuti perintah Tuan Devan, menggantikan pakain ku yang layak. Sedangkan mama mertua ku dan Via melihat ku tajam, seperti ingin menelan ku hidup-hidup. Tidak menggunakan waktu lama aku pun siap dengan penampilan sederhana ku. Aku hanya menggunakan baju dres panjang berwarna cream dan menambahkan sedikit lipstik di bibir mungil ku.


"Ma, aku pamit dulu" pamit Tuan Devan. Aku bersama Tuan Devan pun meninggalkan mama mertua ku bersama Via

__ADS_1


Bersambung...


Terimakasih buat yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, dengan cara like, komen dan vote eh jangan lupa di bagikannya.


__ADS_2