Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Datangnya pengganggu


__ADS_3

Maaf ya kakak, author lama gak up, di karenakan banyak aktifitas hingga author tidak ada kesempatan untuk berimajinasi. Ikuti terus ya kisah Sanas dan Tuan Devan. Sebisa mungkin author usahin up setiap hari.


"Ceklek" pintu terbuka, betapa terkejutnya aku melihat kedatangan dua wanita itu. Hingga membuat dada ku semakin sesak


"Mama" ucap ku menyalami mama mertua ku


"Devan nya mana?" tanya mama melihat ku sinis


"Bang Devan ada di kamar. Bentar ma aku pnggilin dulu" ucap ku pergi meninggalkan mama bersama wanita itu


"Abng!" panggi ku


"Ada apa sayang? Siapa yang datang?"


"Mama bersama" ucap ku tergantung


"Mama bersama siapa sayang?" teriak Tuan Devan di karenakan Tuan Devan masih di dalan kamar mandi.


"Wanita itu"


"Wanita yang mana?" lagi-lagi Tuan Devan dibuat penasaran oleh ku. Aku pun tak menjawab pertanyaan Tuan Devan


"Abang cepat dikit ya!"


"Baiklah Tuan Putri" aku pun pergi meninggalkan Tuan Devan, membuat minuman untuk mama mertua ku dan wanita itu. Tidak menggunakan waktu lama minuman pun ku siap, dengan langkah pelan aku menghampiri mama dan wanita itu sedang berbincang, entah apa yang mereka katakan. Aku meletakkan secangkir teh untuk mertua ku dan wanita itu.


"Ma, mbak silahkan diminum!" ucap ku


"Sanas!"

__ADS_1


"Iya ma"


"Apa sudah ada tanda-tanda kehamilan mu?" tanya Mama


"Belum ma" jawab ku sedih


"Jangan-jangan kamu ini mandul!"


"Mama kok mama bicara seperti itu?"


"Kenapa kamu tidak suka" bentak mama


"Ma, bukan seperti itu"


"Mama tidak mau tahu tahun ini kalian harus punya cucu. Kalu tidak"


"Kalau tidak apa ma!" Bentak Tuan Devan


"Ma, Devan tidak suka ya. Mama bicara seperti itu dengan Sanas"


"Tapi kan yang mama ucapkan itu benar" bela mama


"Ma mengertilah perasaan orang lain!" bentak Tuan Devan


"Devan kamu berani" ucap mama mengiba


"Devan kamu kenapa berubah seperti ini, dulu kamu tidak pernah kasar dengan mama" ucap wanita itu, mendekati Tuan Devan


"Diam kamu! Aku sudah katakan jangan pernah ganggu aku lagi. Karena aku sudah tidak ingin melihat kamu lagi!" ucap Tuan Devan dingin sedingin es batu.

__ADS_1


"Devan, jika aku tidak kembali dengan keluarga mu, aku harus sama siapa? Kamu tahu sendirikan orang tua ku" ucap wanita itu sedih


"Bukan urusan ku lagi!"


"Sayang" panggil Tuan Devan


"Iya bang, siapin abang serapan!"


'Sudah bang" jawab ku. Tuan Devan pun pergi meninggalkan Mama bersama wanita itu. Sedangkan aku mengikuti langkah Tuan Devan. Tidak lupa aku mengajak mama mertua ku dan wanita itu.


"Ma, mbak. Ayo makan!" ajak ku


"Makan saja sendiri, tidak sudi" ucap wanita itu, rasanya ingin ku remas-remas mulut wanita sombong itu.


"Sayang kamu jangan dengarin ucapan mama ya" ucap Tuan Devan


"Iya bang,"


"Kamu harus janji sama abang ya, kamu tidak akan pernah tinggalin abng dalam kondisi apa pun. Karena abang tidak bisa jauh-jauh dari sayang nya abng"


"Makasih ya bang. Aku janji aku tidak akan tinggalin abang, adek juga tidak bisa jauh-jauh dari abang" ucap Ku.


"Ehem" Mama berdhem ketika melihat ku bersama Tuan Devan sedang bermesraan.


"Mama" ucap ku


"Sanas bautin mama bubur!"


"Baik ma" ucap ku. Aku pun membuatkan bubur untuk mama, sedangkan Tuan Devan meninggalkan ku menghampiri wanifa itu.

__ADS_1


Bersambung..


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author, jangan lupa tinggalin jejaknya ya. Dengan cara like, komen dan votenya ya.


__ADS_2