
Tuan Devan tidak menghiraukan ucapan dokter lagi, ia langsung masuk kedalam ruangan melihat keadaan sang istri. Ketika Tuan Devan masuk ia tak bisa berkata apa-apa ketika melihat dua perawat sedang menggendong bayi yang lucu-lucu. Tuan Devan menghampiri kedua bayi itu dengan perasaan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Suster apa ini bayi saya?" tanya Tuan Devan
"Jika bapak suami dari ibu Sanas" ucap kedua suster itu sambil tersenyum. Ketika mendengar ucapan suster itu Tuan Devan sujud sukur tanda terimakasih kepada sang pencipta. Kedua suster itu merasa terharu melihat rasa sayang Tuan Devan untuk anaknya.
"Apa Tuan tidak ingin menggendong nya?" tanya salah satu suster itu. Tuan Devan langsung mengambil bayinya dari gendongan suster itu.
"Sus dimana istri saya?" tanya Tuan Devan karena tak menyadari jika istrinya berada di ranjang belakang punggungnya sendiri. Suster itu pun tersenyum
"Sus saya tanya dimana istri saya bukan mau melihat suster tersenyum. Karena senyuman suster itu tidak akan bisa mengalahkan senyumana istri saya!" Dengan susah payah aku menahan tawa ku melihat Tuan Devan, bagaimna bisa ia tak menyadari jika aku berada di dekatnya
"Coba bapak belokkan tubuh bapak!"
"Suster saya tidak mau bercanda!"
"Saya tidak bercanda pak, coba saja!"dengan perasaan kesal Tuan Devan membalikkan badannya sesuai dengan perintah suster.
"Sayang," ucap Tuan Devan ketika melihat ku terbaring di atas ranjang. Tuan Devan langsung memeluk tubuh ku mencium setiap sudut tubuhku. Jujur aku malu di lihat para suster itu.
"Bang," ucap ku pelan
"
Sayang maaafin abang karena tidak berada di samping mu disaat kamu membutuhkan kekuatan abang, maafin abang" Tuan Devan enggan melepaskan Sanas dari pelukannya.
"
Bang malu," ucap ku pelan
"Malu kenapa? Kamu itu istri abang,"
"Disini banyak orang bukan cuma kita berdua ," Tuan Devan pun menyadari jika ia berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Hehe," Tuan Devan pun tersenyum santai seolah-olah tidak ada adegan romantis yang ia ciptakan. Kedua suster itu pun memberikan kedua bayi mereka. Tuan Devan menggendon baby boy sedangkan Sanas baby girl. Suster itu pun pergi meninggalkan aku bersama Tuan Devan. Aku melihat tatapan Tuan Devan untuk aku bersama anak-anak membuat ku tidak yakin dengan apa yang dikatan wanita yang menelpon ku waktu itu.
"Sayang terimakasih ya, kamu sudah melahirkan baby yang lucu-lucu buat abang yang sangat mengemaskan" ucap Taun Devan yang tak henti-henti menciumi kedua baby nya. Aku ingin bertanya kepada Tuan Devan siapa wanita itu tapi seperti saat ini bukan waktu yang Pas, jadi aku tahan dulu.
"Sayang kenapa diam saja? Kamu masih marah dengan abang?" tanya Tuan Devan karena melihat ku hanya berdiam.
"Tidak bang aku tidak marah sama abang,"
"Terus kenapa diam saja?"
"Aku hanya sedikit lelah bang,"
"Sayang coba kamu lihat anak kita mirip abang semua"
"Mana ada bang, baby boy mirip aku, baby girl baru mirip abang sedikit"
"Kok sedikit banyak la,"
"Enak saja, jelas-jelas siapa yang mencetaknya" Kedua baby itu pun tersenyum mendengar perdebatan kedua orang tuanya.
"Abang kedua baby saja menertawai ayah nya" ledek ku
Sedangkan di luar ruangan masih merasa gelisah belum mengetahui keadaan Sanas.
"Pa mari kita masuk! Kenapa Devan tidak keluar-keluar?" mama semakin kuatir dengan keadaan Sanas karena hampir setengah jam Devan tidak keluar dari ruangan.
"Mama tenang dulu, mungkin saja Devan memberi semangat kepada Sanas. Berikan waktu Devan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Sanas agar Sanas cepat pulih," nasehat papa
"Tapi pa, mama takut jika Devan pingsan. Papa lihat sendiri bagaimana keadaan Devan. Mana dokter dan suster keluar semua,"
"Ya pa yang di katakan mama benar. Mari kita masuk!" ucap Dara menyakini sang papa
Ketika mereka sedang berdebat lewatlah dokter yang menangani Sanas. Dokter itu pun menghampiri mama bersama yang lain.
__ADS_1
"Kenapa tidak masuk bu pak? Apa kalian tidak ingin melihat cucu kalian?" tanya dokter itu
"Maksud dokter menantu saya sudah melahirkan?" tanya mama menyakini
"Makanya silahkan masuk! Kenapa juga masih nunggu disini"
"Devan" teriak mama sambil menjewer kuping Devan
"Mama kenapa? Tiba-tiba langsung menjewer kuping Devan" kesal Devan padahal ia lagi asik-asiknya mencium kedua baby nya
"Bagaimana mama tidak menjewer kamu! Kami menunggu kabar dari kamu dengan perasaan tidak menentu. Justru kemu keasikan menggendong cucu mama,"
"Awas kamu," mama langsung mengambil baby boy dari gendongan Devan sedangkan papa mengambil baby girl dari gendongan Sanas.
"Ma itu anak ku," rengek Devan
"Ini cucu mama" mama tidak mau kalah dengan Devan
"Mereka lucu-lucu ya pa, menggemaskan,"
"Iya ma."
"Cucu siapa dulu,"
"Cucu mama,"
"Papa ma" mama pun berdebat bersama papa karena kedua baby
Kira-kira nama apa ya yang bagus untuk baby boy dan baby girl. Tolong comen donk.
Untuk sahabat semua Do'ain author ya semoga sehat bersama calon babynya. Sekian teriamaksih
Muach..
__ADS_1