Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Gengsian


__ADS_3

"Bro gue ada salah ya sama lo?" tanya Devin karena perubahan sikap Bobi beberapa hari ini dengannya. Yang mana satu minggu ini Bobi selalu menghindar Devin dengan berbagai macam cara.


"Gak ada" jawab Bobi tanpa mengalih pandangannya.


"Lo jangan bohong. Gue tahu ada yang lo sembunyikan sesuatu dari gue, iya kan?"


"Benar gak ada."


"Kenapa seminggu ini lo menghindar dari gue?"


"Itu perasaan lo saja."


"Perasaan kata lo?" Bobi pun mengangguk


"Sudah ah jangan di bahas! Lebih baik ke kanti sudah lama kita tidak kekantin" Bobi sengaja mengalih pertanyaan Devin. Dari pada ia terceplos lebih baik ia menghindar sebelum terjadi.


"Ehem!" dua sejoli itu pun menuju kekantin. Pas tiba di kantin Devin bersama Bobi tidak sengaja melihat Diva bersama Bela sedang berdebat dengan geng Intan.


"Ada apa itu?" tanya Bobi


"Mari kita kesana!" ajak Devin.


"Gue ingat kan sama lo jangan pernah ganggu Bobi! Dan lo jangan pernah ganggu Devin!" ancam Intan bersama Ima


"Memang lo siapa! Ngatur-ngatur kita" jawab Bela


"Kita calon pacar mereka. Paham!"


"Heloh itu baru calon! Jangan kepedean ya kakak. Emang mereka mau sama kalian?" ledek Bela


"Bel sudah yuk!" ajak Diva. Diva mana suka berkelahi seperti ini apa lagi soal cowok, menurut Diva lebih baik utamakan sekolah dari para meributkan cowok belum tentu itu jodoh kita, eh kitanya sudah berperang kan tidak lucu.


"Jangan mau kalah Div sama mereka. Mentang-mentang dia kakak kelas" kesal Bela


"Diamkan saja nanti dia bakal diam sendiri" nasehat Diva. Mana mungkin Bela ingin mendengar nasehat Diva justru ia semakin melawan.


"Kamu!" kesal Intan.


"Kenapa? Tidak suka dengan ucapan saya tapi benar kan. Belum tentu mereka suka sama kakak berdua"


"Ehem," Devin sengaja berdhem agar Bela bersama Intan menghentikan perdebatannya.


"Devin, mereka yang duluan" adu Ima


"Iya Bob. Mereka berdua yang nyerang kita duluan" adu Intan

__ADS_1


"Enak saja. Kalian berdua yang duluan. Aku bersma Devi mau beli bakso justru kalian berdua membuat ribut" Bela tidak tinggal diam ia tidak mau di salahkan karena benar bukan dia yang duluan.


"Itu kan Bob. Tidak ada sopan santunnya dengan kakak kelas"


"Kak Intan. Akui saja kalau kakak yang duluan gangguin kita kenapa kakak bilang kalau kita berdua yang gangguin kakak." ucap Devi dengan suara lembutnya. Hingga membuat Bobi semakin yakin jika Diva lah wanita yang pas untuk di jadikan istrinya, sekolah dulu yang benar Bobi baru mikirin nikah.


"Sudah!" ucap Bobi tegas.


"Bobi, Devin gabung sama kita yuk!" ajak Intan


"Boleh, tapi" ucap Devin terjeda


"Tapi apa Dev?" tanya Ima yang sudah tidak kesabaran


"Kalian yang bayar kami berdua"


"Ok."


"Eh bukan cuma kami berdua" ucap Devin


"Sekalian Bela sama Devi"


"Tapi Dev!" Kesal Intan


"Ayo bob!"


"Lo aja gue gak mau" tolak Bobi


"Yakin lo gak mau?"


"Hemm," jawab Bobi. Padahal dalam hati Bobi senang gembira makan gratisan. Tapi karena gengsi sama gebetan lebih baik sok jual mahal dulu.


"Ya sudah kalau gitu kita pamit dulu kak. Terimakasih, yang kita tidak usah di bayar bair kita sendiri yang bayar" ucap Devi


"Bagus deh. Siapa juga yang ikhlas bayarin kalian, sana pergi jauh-jauh!" usir Intan


"Tanpa di usir kita juga bakal pergi" ucap Bela


"Sudah bel"


"Permisi kak" Sapa Devi kepada Bobi. Hingga membuat Bobi tidak berkedip


"Bob Lo kenapa Lihat Devi kayak gitu?" tanya Devin tidak suka


"Maaf Dev" ucap Bobi merasa tidak keenaan yang sudah memandang wajah kekasih sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Hahaha lo minta maaf sama gue, gue tidak salah dengar kan?" ledek Devin


"Hai anjrit itu bakso gue. Napa lo yang makan!" kesal Devin. Bagaimana tidak kesal sudah lama ngantri pas tiba langsung di lahap tanpa pamit.


"Hehehe. Habisnya gue lapar" jawab Bobi tanpa merasa bersalah.


Bel pulang pun berbunyi dimana semua anak-anak sudah berlarian meninggalkan kelas dan ada juga sebagaian sudah meninggalkan gerbang sekolah. Tetapi tidak dengan Devi ia terus melangkah kan kakinya menuju perpustakaan. Setelah tiba di perpustakaan Devi mencari buku yang ingin ia pinjam. Karena terlalu fokus mencari buku tanpa Devi sadari ada yang mengikuti setiap langkah kakinya.


"Ini" ucap seseorang yang telah mengambil buku dari rak.


"Terimakasih" ucap Devi tanpa melihat siapa yang telah memberikan buku itu dengannya. Devi langsung membuka buku itu tanpa menghiraukan orang yang di sekitarnya


"Sepertinya kamu sangat menyukai buku ini. "


"Iya. Aku sudah lama mencarinya"


"Kalau kamu suka baca buku seperti itu, aku ada beberapa buku"


"Yang benar!" Devi langsung menghentikan bacaannya lalu melihat orang itu.


"Kak Bobi!" ucap Devi


"Ehem"


"Yang benar kak, kakak ada buku-buku itu?" tanya Devi


"Iya. Kalau kamu mau nanti saya bawa kan untuk kamu"


"Serius kak!"


"Memang ada muka kakak seperti orang bercanda?"


"Sepertinya gak ada"


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Bobi basa basi


"Pulang kak"


"Kakak antar ya" tawar Bobi


"Terimakasih kak. Bukannya Devi nolak tapi kak Devin sudah menunggu" ucap Devi membuat hati Bobi sakit. Devi pun meninggalkan Bobi yang tengah mematung di depan perpustakaan.


Kata orang melihat orang yang kita cintai itu bahagia kita ikut bahagia, tetapi tidak dengan ku. Aku tidak rela melihat Devi bersama Devan, batin Bobi


Jangan lupa like, komen dan Vote yang banyak.. Agar author lebih semangat lagi

__ADS_1


__ADS_2