
"Devi..." Teriak seseorang ya pasti suara itu tidak asing bagi Devi. Devi pun menghentikan langkahnya ketika mendengar suara teriakan seorang gadis periang itu kita sebut saja Bela.
"Lo kemana saja? Sudah satu Minggu tidak ada kabar" tanya Bela memasang wajah kesal. Siapa juga sih yang tidak kesal di buat seperti itu menghilang entah kemana.
"Hehehe. Maaf" ucap Devi
"Lo sakit?" Tanya Bela ketika melihat wajah yang pucat tidak seperti biasanya
"Enggak" bohong Devi
"Enggak dari mana? Lihat ini Lo tambah kurus saja" ucap Bela sambil meraba perut Devi
"Geli Bela" teriak Devi sambil mengejar Bela yang tengah berlari meninggalkannya.
"Ayo kejar gue Dev, kalau Lo dapat nanti gue bandar makan bakso bik Ijah.." teriak Bela. Ketika Devi mengejar Bela ia tak sengaja menabrak seseorang hingga membuatnya terjatuh, untung saja yang di tabrak siap siaga kalau tidak bisa bengkak tu kepala Devi.
"Ma maaf" ucap Devi lalu melepaskan tangan Bobi
"Kamu tidak apa-apa Dev?" Tanya Bobi
"Tidak apa kak" jawab Devi
"Ada yang sakit?" Tanya Bobi kuatir
"Gak kak"
"Jangan bohong kamu, itu kenapa mukanya pucat sekali" ucap Bobi
"Serius kak gak ada"
"Syukurlah kalau tidak ada"
"Dev, maafin gue ya. Karena gara-gara gue lo hampir jatuh untung ada kak Bobi kalau tidak ada kak Bobi pasti sudah bengkak tu kening Lo" ucap Bela merasa bersalah
"Hahahaha,," bukannya Devi marah justru ia tertawa lepas melihat Bela meminta maaf dengannya. Bobi bersama Bela pun di buat bingung oleh Devi, bukannya kesal justru tertawa.
"Dev, Lo masih sadar kan?" Tanya Bela yang di angguki oleh Bobi
"Ya sadar lah, kenapa juga gue gak sadar"
"Kirain kan Lo kemasukan Mak kuntil, tiba-tiba saja tertawa" ucap Bela
"Gue lucu saja Bel, lihat Lo minta maaf" ucap Devi menahan tawanya agar tidak keluar.
"Apa-apain sih" kesal Bela
"Tapi beneran kan Dev Lo tidak apa-apa?" Tanya Bobi lagi, karena belum puas dengan jawaban yang di berikan Devi
"Serius kak Bobi, kapan juga aku sudah bercanda" ucap Devi
"Syukurlah. Kakak takut nanti ada yang sakit"
"Kak Bobi lebay" ucap Devi membuat Bobi semakin suka. Sedangkan Bela hanya bisa berpura-pura tersenyum melihat kedekatan Devi bersama Bobi.
"Kak kami duluan" pamit Devi
"Hati-hati Dev" teriak Bobi. Bela merasa sakit ketika Bobi hanya menyebut nama Devi, tanpa melirik ia sedikit pun.
__ADS_1
"Bel, Lo kenapa si diam saja?" Tanya Devi
"Gak ada"
"Jangan bilang Lo cemburu sama gue" tebak Devi
"Cemburu Napa?"
"Mungkin saja kan Lo cemburu karena kak Bobi bantuin gue" ucap Devi membuat Bela jadi salah tingkah
"Apaan sih Lo, gak ada gue cemburu justru gue berterimakasih karena kak Bobi sudah bantuin lo, kalau tidak ada kak Bobi bisa jadi kening Lo sudah ada ayam bertelur"
"Hehehe, tapi beneran kan Lo gak cemburu sama gue. Gue gak mau Lo sampai jauhin gue karena cowok" ucap Devi. Karen bagi Devi sebuah teman tidak ada kata mantan jika pacar pasti ada kata mantan.
"Iya bawel ku" ucap Bela lalu memeluk Devi.
"Kalian ngapain peluk-pelukkan?" Tanya Rio
"Masalah buat Lo" ucap kedua nya dengan kompak
"Kompak lagi, jangan-jangan" ucap Rio terjeda
"Jangan apa!" Tanya Bela
"Homo atau lesbi gue gak tahu" jawab Rio
"Apa Lo bilang" akhirnya Bela bersama Rio berlarian seperti kucing dan tikus. Sedangkan Devi sibuk merekam kedua temannya itu yang tanpa mereka sadari.
Di tempat lain...
"Bro Lo kenapa?" Tanya Bobi melihat wajah kusam Devin
"Gak ada"
"Gak beneran"
"Itu kan gak benar. Kalau Lo ada apa-apa tinggal cerita sama gue. Apa gunanya kita jadi teman seperti saudara jika kamu tidak ingin berbagi cerita dengan gue, mendiangan kita tidak usah bersahabat saja"
"Bukan begitu Bob"
"Terus apa?"
"Ini masalah hati" ucap Devin yang membuat Bobi tertawa
"Tu kan, Lo anggap gue bercanda" kesal Devin, bagaimana tidak kesal belum sempat bercerita mala sudah di ketahui duluan.
"Maaf, habisnya selama ini Lo gak pernah cerita masalah hati sama gue. Ini tiba-tiba saja Lo bilang masalah hati, memangnya hati lo kenapa?"
"Entah lah Bob, gue bingung dengan perasaan gue sendiri." Ucap Devin tanpa melihat Bobi
"Apa yang Lo bingungkan. Jika lo suka sama seseorang tinggal Lo katakan dari pada Lo pendam, ujung-ujungnya nanti di tikung orang lain" nasehat Bobi
"Iya. Tapi Bob"
"Apa lagi?"
"Gue takut jika nanti gue punya kekasih siapa yang jagain adek gue. Pasti nanti waktu gue bersama adik gue terbagi dua" ucap Devin membayangkan jika ia akan kekurangan waktu untuk Diva, apa lagi dengan kondisi Diva saat ini yang sangat butuh perhatian akibat penyakitnya.
__ADS_1
"Sesayangkah itu Lo dengan adik Lo?"
"Iya. Gue rela melakukan apa pun demi suadara gue" Bobi pun angguk-angguk
"Lo betul-betul kakak yang baik" puji Bobi
"Hemzz"
"Kalau gue boleh tahu Lo suka sama siapa?" Tanya Bobi. Devin pun membisikkan sesuatu dengan Bobi membuat Bobi tidak menyangka jika sahabatnya itu menyukai wanita seperti itu, ya tahu sendiri Devin anaknya seperti apa.
"Lo yakin suka sama tu cewek?" Tanya Bobi menyakini perasaan sahabatnya itu
"Iya. Kenapa?"
"Gak. Gue cuma tidak menyangka saja Lo bisa suka sama dia. Yang gue tahu dia itu bukan tipe Lo" jawab Bobi
"Gue juga tidak menyangka dengan perasaan gue sendiri. Pertama kali gue bertemu dengan dia gue sudah merasa sebuah geteran, awalnya gue berfikir itu hanya kebetulan." Ucap Devin, membayangkan pertemuan pertamanya dengan gadis itu
"Ayo ikut gue!" Ajak Bobi
"Kemana?" Tanya Devin
"Lo diam saja, ikuti saja gue" ucap Bobi sambil menarik lengan Devin
"Kenapa kita kesini?" Tanya Devin ketika tiba di kantin Bibik
"Bik, baksonya dua" ucap Bobi
"Siap" Devin mencari keberadaan wanita yang membuat matanya sulit untuk memejamkan.
"Kamu cari siapa?" Seperti nya Bobi mengerti setiap lirikan sahabatnya itu
"Apaan!" Tanya Devin pura-pura tidak tahu maksud pertanyaan dari Bobi
"Gue tahu Lo pasti lagi nyari cewek idaman Lo kan?" Tebak Bobi yang pastinya membuat Devin jadi salah tingkah
"Ini bakso nya" Bibik meletakkan dua mangkok bakso di hadapan kedua sahabat itu, tidak lupa dengan minumannya.
"Bik" panggil Bobi
"Kenapa Bob? Ada yang kurang?" Tanya Bibik karena tidak biasannya Bobi memanggilnya
"Iya bik"
"Apa nya, cebe, kejam, saos, garam, mecin" semuanya Bibik sebutkan dan semuanya pun Bobi menggelengkan kepala.
"Terus apa?" Tanya Bibik bingung karena semua sudah di sebutkan
"Penyemangat hati bik" canda Bobi
"Maksudnya? Jangan buat Bibik bingung" ucap Bibik semakin bingung
"Gak ada bik, biasa Bobi lagi galau habis putus cinta" ucap Devin
"Bik kali ini gue serius, cewek yang biasa bantu Bibik itu siapa?" Tanya Bobi membuat Devin jadi salah tingkah.
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mau membaca karya author. Jangan lupa like komen, dan vote yang banyak.