
Hai kakak jangan lupa mampir ke sini juga ya..
"Menikahi Anak Majikan"
Aku hanya bisa terdiam melihat wanita itu memasuki kamar ku bersama Tuan Devan. Bukannya aku tidak melarang wanita itu masuk ke dalam kamar ku, tetapi percuma saja wanita itu tidak menghiraukan ku sedikitpun, di anggapnya aku hanya sebuah patung saja.
"Mbak mau kemana?" tanya ku melihat wanita itu memasuki kamar ku bersama Tuan Devan
"Diam kamu! Aku tidak meminta mu bicara"
"Tapi," belum selesai kalimat ku langsung di potong saja oleh wanita itu.
"Kamu tidak perlu ngatur aku, aku lebih berkuasa dari kamu di sini! Jadi, kamu jangan belagak di sini!" Bentak wanita itu, membuat nyali ku menciut mendengar bentakan wanita itu. Entahlah apa yang di makan oleh wanita itu sampai marah-marah tidak jelas. Ketika wanita itu sedang marah-marah, tiba-tiba saja Tuan Devan keluar dari taman belakang. Entah ngapain Tuan Devan di sana, aku juga tidak tahu.
"Sayang..." panggil wanita itu bergayut manja. Tuan Devan tak bergeming dari posisinya. Dan ia juga tak menolak wanita itu bergayut manja dengannya, membuat ku bingung siapa wanita itu? Jangan-jangan benar yang ada di dalam fikiran ku
__ADS_1
"Sayang, aku kangen sama kamu" ucap wanita itu. Ketika wanita itu ingin mencium Tuan Devan, tiba-tiba saja Tuan Devan menolak wanita itu, membuat ku terkejut. Bagimana tidak terkejut jika Tuan Devan membentak wanita itu dengan keras.
"Hentikan!" ucap Tuan Devan, melepaskan pelukan wanita itu.
"Sayang, kamu kenapa? Apa kamu tidak suka aku pulang? Aku rela memutuskan pekerjaan ku demi kamu" ucap wanita itu manja, membuat ku ingin muntah rasanya.
"Jaga sikap mu!"
"Aku kangen kamu! Jadi, apa salah aku. Aku begini cuma sama kamu!" ucap wanita itu. Tuan Devan tidak menjawab ucapan wanita itu, justru ia mendekati ku yang tengah mematung melihat tontonan gratis.
"Sanas" panggil Tuan Devan, aku terkejut kenapa tiba-tiba Tuan Devan memanggil nama ku.
"Via! ini Sanas istri ku. Mulai hari ini lupakan masa lalu yang pernah kita buat!" ucap Tuan Devan satu tarikan nafas yang tegas. Tuan Devan pun mengusap kepala ku dengan lembut, rasanya dunia milik ku di perlakukan Tuan Devan seperti itu, di hadapan orang yang selama ini aku takut kepulangannya.
"Devan! Aku mencintai mu. Kenapa kamu tega dengan ku?" ucap Via dengan mengeluarkan cairan bening. Entah benar-benar tulus atau air mata buaya hanya author yang tahu.
__ADS_1
"Lupakan Via! Aku sudah beristri"
"Tinggalkan istri mu, kembalilah dengan ku! Aku rela meninggalkan semua pekerjaan ku, itu semua demi kamu Devan!"
"Kemana kamu selama ini? Kenapa kamu bari muncul saat ini?" tanya Tuan Devan dingin. Aku yang melihat Tuan Devan bersikap seperti itu mengingatkan ku di mana pertemuan pertama kali ku dengan Tuan Devan.
"Aaku kerja!"
"Kerja? Apa aku tidak sanggup menghidupi kamu?" tanya Tuan Devan.
"Bukan seperti itu Devan. Kamu tahu sendirikan mimpi-mimpi ku. Maka dari itu aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tapi, yang harus kamu tahu Devan, aku sangat mencintaimu. Aku selalu jaga hati ku hanya untuk mu Devan. Tapi, kamu mala menghianatiku" ucap wanita itu dengan linagan air mata, tuan Devan tidak menajawab ucapan itu. Justru Tuan Devan pergi meninggalkan ku bersama Via. Entahlah aku tidak tahu Tuan Devan mau ke mana? Aku hanya bisa melihat kepergian Tuan Devan. Sedangkan Via langsung melototi ku memberi ku ancaman.
"Kamu jangan bangga dulu. Akan ku pastikan Devan akan kembali dengan ku!" ancam wanita itu pergi meninggalkan ku.
Bersambung..
__ADS_1
Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya. Dengan cara like, komen dan Vote.
Salam kenal dari author.