Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Hari pertama ke kantor Tuan Devan


__ADS_3

Tuan Devan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, kebetulan hari ini seketaris Revan sibuk dengan urusan kantor. Dalam hati ku tak henti-hentinya mengucap syukur dengan Tuhan(Allah). Karena Tuan Devan sudah mencintai ku dengan tulus, selama ini dalam fikiran ku Tuan Devan akan kembali memilih kekasihnya yang sudah lama tak ia jumpa.


"Sayang kenapa melamun?" tanya Tuan Devan melirik ku


"Gak kok bang, adek lihat gedung-gedung tinggi" elak ku


"Syukur kalau tidak, abang kira sayang melamun"


"Masih lama ya bang?" tanya ku mengalih pembicaraan


"Sabar sayang, orang sabar di sayang suami kalau yang sudah punya suami"


"Jangan terlalu sabar juga" ucap ku


"Kenapa?"


"Ya, kalau kita terlalu sabar nanti terlalu di injak-injak oleh suami" jawab ku mengingat masa lalu ku, bagaimana perlakuan Tuan Devan dengan ku.


"Jika kita bersabar allah akan membalaskan semuanya, ia akan memberi yang terbaik untuk umatnya"


"Iya Tuan Devan" ucap ku

__ADS_1


"Kamu ini sayang, jangan pernah mengingat masa lalu lagi! Karena abang tidak mau mengingat itu kembali!" perintah Tuan Devan


"Baik Bang" ucap ku. Tidak menggunakan waktu lama aku bersama Tuan Devan pun tiba di sebuah gedung besar yang bertingkat tinggi. entah aku juga tidak tahu berapa tingkat gedung itu. Tuan Devan memarkirkan mobil di parkiran mobil, setelah mobil terparkir aku pun mengikuti langkah Tuan Devan menuju gedung besar itu. Kalau boleh jujur aku sedikit risih, karena semua yang ada di kantor itu memberi salam dengan Tuan Devan. Bukan masalah itu yang membuat ku risih, tapi tatapan orang-orang yang di sana melihat ku.


"Selamat pagi Tuan" sapa salah satu kariawan kantor. Tuan Devan tidak mejawab salam, ia terus melangkah kakinya dengan tatapan dingin. Sedangkan aku membalas setiap senyuman mereka.


"Istri Tuan muda sekali ya, cantik lagi" puji salah satu kariawan.


"Iya, sangat cocok untuk Tuan Devan. Beruntung sekali mbak itu"


Andaikan kalian tahu bagaimana perjuangan ku mendapatkan cinta Tuan Devan. Mungkin kalian semua tidak akan ada yang sanggup, menghadapi sikap dingin Tuan Devan yang kejam


"Abang, di mana ruangan abng?" tanya ku karena dari tadi hanya melewati semua ruangan saja, tidak ada tanda-tanda Tuan Devan akan menghentikan langkahnya


"Bang turunin, malu tahu" ucap ku sambil mencubuti pinggang Tuan Devan.


"Biarin" jawab Tuan Devan tanpa memperduli orang yang ada di sekitarnya yang sedang melihat ke arahnya, di anggapnya semua patung oleh Tuan Devan. Untungnya saja ruangan Tuan Devan tidak jahu, jadi tidak terlalu banyak yang melihat ku di gendong oleh Tuan Devan. Ketika tiba di ruangannya Tuan Devan langsung meletakkan tubuh di atas sofa yang terletak di pinggir ruangan Tuan Devan. Aku pun melirik setiap sudut ruangan yang tertata sangat rapi, di mana banyak berkas-berkas berbaris rapi di dalam lemari kaca. Yang bersusun sesuai dengan warna map, tidak lupa pula Tuan Devan menghiaskan ruangannya, dengan menambahkan aquarium ikan, yang mana terdapat isinya dengan bermacam-macan jenis ikan hias.


"Sayang lihat apa?" tanya Tuan Devan melihat ke arah ku di mana aku sedang bermain-main dengan ikan-ikan peliharaan Tuan Devan.


"Aku lihat ikan-ikan ni bnk, lucu" ucap ku gemes

__ADS_1


"Apa sayang abang suka?" tanya Tuan Devan


"Iya bang aku suka" Tuan Devan tersenyum menanggapi ucapan ku


"Ya sudah abng kerja dulu, sayang istirahat saja dulu ya! Tidak apa kan?"


"Iya bang, selamat bekerja suami ku" ucap Ku


"Sayang kasih abang semangat dulu"


"Muachh" aku sudah tahu maksud Taun Devan maka dari itu aku langsung menghampiri Tuan Devan mencium bibir tebal Tuan Devan.


"Sayang abang sudah pintar" ucap Tuan Devan mengusap kepala ku lembut.


Bersambung..


Terimakasih yang sudah membaca karya author. Jangan lupa like, komen, dan Vote ya.


Salam kecup dari author.


Muach...

__ADS_1


Semoga kita semua dalam lindungan allah swt.


__ADS_2