Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Salah Sambung


__ADS_3

"Dar.."


"Apaan si Dev, gak lucu" ucap Bela


"Lo marah sama gue ya Bel?" tanya Devi karena melihat sikap Bela telah berubah dengannya


"Enggak"


"Terus kenapa dari tadi Lo diami gue?"


"Itu perasaan Lo saja"


"Enggak. Lo pasti marah kan sama gue? Kasih tahu Bel kalau gue ada salah, gue gak mau Lo diami kayak gini" ucap Devi


"Lo gak ada salah. Gue cuma lagi pengen diam aja"


"Gue gak mau Bel. Lo diami seperti ini"


"Lo tidak bisa menuruti kehendak Lo sendiri. Karena setiap orang mempunyai titik jenuh nya masing-masing. Jadi sekarang lebih baik Lo jauhin gue, karena gue lagi pengen sendiri!"


"Bel" ucap Devi


"Sudah sana pergi!" usir Bela.


"Kalian kenapa Dev?" Tanya Rio


"Aku tidak tahu. Kenapa Bela bersikap dingin dengan ku." Ucap Devi bingung kesalahan apa yang telah dia perbuat sehingga membuat Bela tidak ingin bicara dengannya.


"Kamu yang sabar Dev. Mungkin saja Bela sedang kedatangan tamu" ucap Rio


"Semoga saja"


"Dari pada kamu galau mendingan kita makan mi ayam!"


"Wajar saja Rio, Bandan mu seperti gentong yang kamu pikir hanya makan dan makan"


"Hidup itu simple Dev. Jangan terlalu di pikirkan, jika kita terlalu memikirkan hidup. Ujung-ujungnya kita sendiri yang sakit, siapa yang rugi kita sendiri, orang lain mah bodoh amat sama hidup kita."


"Atur-atur saja sama kamu Rio,"


"Sip itu Dev. Oh ya Dev apa kamu tahu hari ini Bela ulang tahun?"


"Iya. Aku sudah membelinya kado, tapi" ucap Devi terjeda


"Tapi apa Dev?" Tanya Rio bingung kenapa Bela menghentikan ucapannya.


"Aku takut nanti, Bela tidak suka dengan pemberian ku. Kamu tahu sendiri Bela sekarang diami aku" ucap Devi sedih


"Kamu yang sabar ya, jangan sedih lagi" Rio mengusap kepala Devi.


"Iww,, jadi wanita jangan murahan amat ya. Kalau gaya boleh la, pendiam di luar tapi tidak tahu tu di dalamnya" sindir Ima bersama Intan


"Maksud kakak apa?" Tanya Devi


"Pura-pura tidak tahu lagi" ucap Ima sinis

__ADS_1


"Mana Devi tahu kalau kakak main sindir menyindir. Tinggal bilang saja Kak jika seseorang mempunyai kesalahan agar orang itu bisa tahu apa yang salah dengan dirinya" ucap Rio


"Wah, apa kamu bakal jadi korban selanjutnya"


"Sudah lah Rio, mari kita pergi" ajak Devi. Devi bukannya takut dengan Intan bersama geng, hanya saja Devi malas ribut menurut Devi tidak ada gunanya.


"Kenapa mereka bicara seperti itu dengan mu?" tanya Rio penasaran


"Mana aku tahu Rio."


"Assalammualaikum" ucap Bobi.


"Waalaikumsalam" jawab Bela serta anak yang lain.


"Bel, dimana Devi?" tanya Bobi karena tidak melihat keberadaan Devi, yang mana biasanya selalu bersama Bela.


"Mana aku tahu, kak" jawab Bela tidak suka, seharusnya Bobi mencari dia bukan Devi.


"Biasanya juga dia sama kamu"


"Itu biasanya kak. Tapi tidak sekarang" jawab Bela sedikit jutek


"Kamu kenapa Bel? Tidak biasanya kamu seperti ini" tanya Bobi


"Aku tidak apa-apa" jawab Bela. Dalam hati Bela ada perasaan senang bahwa selama ini Bobi memperhatikan sikapnya, ya walaupun anak kecil saja tahu melihat perubahan dari sikap Bela hari ini.


"Ya sudah kalau gitu tolong kamu kasih sama Devi ya. Bilangan ini titipan kak Bobi, ingat jangan kamu buka sebelum Devi yang buka" ucap Bobi. Bobi pun pergi meninggalkan Bela yang tengah memegang kotak pemberian Bobi untuk Devi. Author rasa sakit ya menerima hadia dari orang yang kita suka, tapi teryata itu hadia untuk orang lain.


"Bro apa salah kalau gue suka sama janda?" tanya Devin. Bukannya dapat masukan justru Devin dapat ledekan dari Bobi


"Anjrit Lo, gue serius!" Kesal Devin


"Lo itu ada-ada saja. Masih banyak anak perawan Napa juga janda yang Lo cari"


"Gue tahu masih banyak anak perawan. Tapi kalau gue jatuh cintanya sama janda gimana?" tanya Devin


"Ya terserah Lo. Tapi kalau menurut gue mendiangan tidak usah la yah"


"Kenapa?"


"Ya gak usah."


"Alasannya apa?"


"Masa iya, anak SMA pacaran sama janda. Ngomong-ngomong janda mana yang sudah mikat hati Lo?"


"Gak ada"


"Gue serius. Bisa jadi gue kenal" Devin pun menceritakan kejadian yang dia lihat waktu di mol itu.


"Dari mana Lo tahu dia janda? Bukannya dia masih sekolah" ucap Bobi


"Gue lihat dia bawa anak kecil main ke mol. Kalau bukan janda apa coba!"


"Istri orang"

__ADS_1


"Istri orang? Tapi kemana suaminya tidak menemani istri dan anak"


"Ya mana gue tahu. Lagian orang bawa anak belum tentu dia janda. Bisa jadi itu saudaranya atau tidak ponakannya. Bukannya Lo tahu sendiri kalau dia masih sekolah"


"Iya gue tahu, tapi kan sekarang banyak anak SMA sudah jadi janda"


"Kalau Lo mau jelas, tanya saja langsung sama bibik bakso." Saran Bobi


"Iya ya, kenapa gue tidak berpikir sampai ke situ?"


"Ayok!" Devin langsung menarik lengan Bobi ketika mendapat ide dari Bobi. Rasanya Devin sudah tak sabar mendengar jawaban dari Bibik bakso.


"Bibik" sapa Devin rama. Biasanya sih Devin mana pernah Rama seperti ini kecuali Bobi yang suka bercanda


"Ada apa?" tanya Bibik curiga melihat sikap aneh Devin. Yang pastinya Bibik sudah curiga pasti ada udang di balik batu ini.


"Apa ada yang salah bik, jika saya bersikap Rama dengan Bibik?"


"Gak ada sih. Tapi aneh ajah gitu"


"Langsung saja jangan banyak drama" bisik Bobi


"Bik, ponakaan Bibik sudah nikah, ya"


"Sudah? Kenapa Dev?"


"Tidak bik, nanya saja."


"Itu kan apa yang gue bilang" bisik Devin


"Yang sabar ya Dev, mungkin Dia bukan jodoh mu." ucap Bobi yang dapat jitakan dari Devin


"Suami nya masih ada atau tidak bik?"


"Sudah meninggal" jawab Bibik


"Ada kesempatan bro" bisik Bobi.


"Memangnya ada apa sih nak Devan nanyain keponakan bibik? Kamu suka ya sama dia?"


"Enggak bik. Kasihan saja masih kecil sudah jadi janda" ucap Devin membayang wajah imut wanita itu


"Maksud nya masih kecil?" tanya Bibik bakso bingung. Kecil dari mana anaknya saja sudah tiga


"Dia masih sekolah kan bik?" tanya Devan


"Sekolah apa nya? Anaknya saja sudah SMP" ucap Bibik bakso bingung melayani Devin.


"Maaf sebelumnya ya bik. Memangnya Bibik tahu keponakan bibik yang mana dimaksud Devin?" tanya Bobi


"Yang itu kan!" Bibik menunjukkan kearah seorang wanita yang tengah mencuci piring yang di temani anak kecil.


"Bukan bik" ucap Devin


"Terus yang mana?" tanya Bibik bingung. Sedangkan Bobi sudah tak sanggup menahan tawanya, akibat salah sambung. Sedangkan Devin menjitak kepala nya sendiri, sudah panjang lebar bertanya, eh justru yang dimaksud bukan orang yang di tuju. Bibik pun semakin bingung di buat oleh Devin dan Bobi, dan akhirnya bibik memutuskan meninggalkan dua sejoli itu yang tengah tertawa dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2