Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Bertemu Teman Baru


__ADS_3

"Tuan!" panggil seketaris Revan


"Ehem" Tuan Devan hanya menjawab dengan berdhem tanpa melihat siapa yang datang, pastinya Tuan Devan sudah tahu siapa.


"Selamat siang nona" sapa seketaris Revan melihat ke arah ku


"Siang" jawab ku memberi senyumanan termanis ku. Seketaris Revan pun menghampiri Tuan Devan dengan membawa dua buah berkas, aku juga tidak tahu berkas apa, tidak terlalu penting untuk ku. Aku melirik ke arah Tuan Devan bersama seketaris Revan, di mana mereka sedang fokus membahas sesuatu, entah aku tidak tahu yang pastinya masalah bisnis. Aku pun mulai merasa bosan, bagaimana tidak bosan seharian aku hanya duduk bermain hp. Ketika aku mau minta izin ke luar kantor, teryata Tuan Devan lebih awal meminta izin dengan ku.


"Sayang, abang keluar sebentar, jangan kemana-mana!"


"Iya bang. Bang apa boleh aku keluar?"


"Ke mana?"


"Luar ruangan saja, kalau tidak ke kantin. Boleh ya bang"


"Tapi ingat jangan jauh-jauh"


"Siap komandan" aku pun memberi tanda hormat dengan Tuan Devan. Tuan Devan pun pergi meninggalkan ku, setelah kepergian Tuan Devan aku melangkahkan kaki ku keluar dari ruangan Tuan Devan. Aku menyulusuri setiap sudut kantor, du mana aku melihat orang-orang sibuk dengan komputernya masing-masing tanpa memperduli orang yang ada di sekitar. Ketika aku sedang fokus berjalan, aku tidak sengaja menabrak seseorang. Hingga membuat berkas orang itu terjatuh tergeletak di lantai.


"Ma maaf ucap ku" langsung mengambil berkas-berkas orang itu.


"Maaf maaf, emang kamu gak lihat ini jadi kotor semua!" bentak orang itu menunjuk tumpukan berkasnya.


"Iya kak sekali lagi aku minta maaf" ucap ku sambil mengangkat ke pala melihat orang itu, betapa terkejutnya aku melihat siapa orang itu.


"Sanas!"

__ADS_1


"Bayu!"


"Apa kabar? Kamu kerja di sini juga?" tanya Bayu sambil menyodor tangannya.


"Seperti yang kamu lihat" jawab ku menerima uluran tangan Bayu


"Kamu kerja di sini Bay?"


"Iya nas, semenjak tamat SMA aku melamar di sini jadi OB. Alhamdulillah aku di beri kepercayaan oleh bos ku menjadi kepala OB" cerita Bayu


"Selamat Yu. Kamu ngapain ke sini? Mau melamar kerja?" tanya Bayu


"Enggak. Aku hanya main-main saja"


"Main-main, kamu fikir ini tempat main apa Nas?"


"Oh iya Nas, mana no mu"


"081532xxxxxx" Aku pun membacakan no ku dengan Bayu.


"Makasih Nas, aku tinggal dulu ya. Lagi sibuk" pamit Bayu. Aku mengangguk tanda jawaban ku


Tanpa aku sadari ada dua pasang bola mata yang mengintai ku, dan memotohi ku. Entah aku juga tidak tahu siapa? Apa dan tujuan orang itu. Ketika kepergian Bayu, aku terus melangkah kan kaki ku menuju kantin, di mana di sana aku tercium bau aroma yang menguncang selera ku, yang membuat ternak ku demo.


"Selamat siang," sapa ku


"Siang, mau kemana nona?" tanya wanita itu, kebetulan wanita itu tahu kalau aku istri dari Tuan Devan karena tadi pagi ia melihat aku di gendong ole Tuan Devan

__ADS_1


"Kantinnya di mana ya kak?" tanya ku ramah


"Nona mau ke kantin? Biar aku saja yang beli" ucap wanita itu


"Makasih kak, biar aku saja" tolak ku


"Ya sudah kalau gitu biar aku yang mengantar Nona"


"Yang benar?" wanita itu pun mengangguk.


"Ayo kak!" ajak ku, aku pun menggandengan tangan wanita itu. Rasanya bahagia sekali dapat teman baru karena selama ini aku tidak pernah berbincang dengan orang lain kecuali dengan keluarga Tuan Devan


"Nona maaf ya bukannya aku tidak mau di gandeng nona, tapi aku takut"


"Kenapa takut? Aku tidak makan orang ko, aku masih makan nasi. Oh ya jangan panggil aku Nona lagi ya, panggi aku Sanas saja!'


"Tapi non"


"Gak ada tapi-tapian"


Bersambung..


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya dengan cara like, komen, dan Vote yang banya ya.


.


"J

__ADS_1


"


__ADS_2