Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Kedatangan wanita baru.


__ADS_3

"Bang ayok!" ajak ku


"Sayang abang mau kemana?" tanya Tuan Devan sambil mencium kening ku


"Aku bosan bang, ayo kita jalan!" kebetulan hari ini tuan Devan libur kerja.


"Siap tuan putri" ucap Tuan Devan memberi hormat dengan ku.


"Pergi sana mandir!" usir ku


"Mandi bareng" manja Tuan Devan


"Gak mau" Tuan Devan tidak menghiraukan penolakan ku. Tanpa aba-aba tuan Devan langsung mengangkat tubuh ku, membawa ku ke dalam kamar mandi. Dan akhirnya berperanglah di dalam kamar mandi. Bukan waktu yang sebentar bersama Tuan Devan kalau sudah di dalam kamar-kamar, mau kamar apa pun.


"Abang aku bisa sendiri" tolak ku, bukan menghentikan aktifitasnya justru Tuan Devan lebih semangat menggosok tubuh ku dengan spond mandi. Entah lah apa saja yang di gosok oleh tuan Devan, Sudah tak terhitung berapa kalinya.


"Abang sudah ah, aku sudah dingin" rengek ku.


"Sabar sayang, sebentar lagi kita selesai, tanggung" ucap tuan Devan menikmati tubuh ku yang polos. Aku sudah kedingin, hingga membuat ku tidak menghiraukan Tuan Devan lagi. Dengan cepat aku mengambil timba dari tangan Tuan Devan membersihkan tubuh ku yang sudah di penuhi sabun oleh Tuan Devan. Setelah selesai membilas tubuh ku, dengan cepat aku mengambil handuk, agar tidak di sabuni lagi oleh Tuan Devan.

__ADS_1


"Sayang belum selesai" ucap Tuan Devan. Dengan langkah cepat aku meninggalkan Tuan Devan yang tengah membilaskan tubuhnya. Tidak memakan waktu lama, aku bersama tuan Devan pun sudah siap dengan setelan masing-masing. Aku menggunakan baju gamis berwarna merah maron, sedangkan Tuan Devan menggunakan kemeja berwarna navy.


"Wah, istri abang cantik sekali" puji Tuan Devan.sambin mengusap kepala ku


"Terimaksih suami ku yang super duper tampan"


"Ayok!" ajak Tuan Devan. Ketika aku bersama Tuan Devan ingin pergi. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu, entah itu siapa? Aku juga tidak tahu. Dengan langkah cepat aku membuka pintu melihat siapa yang datang. Betapa terkejutnya aku melihat seorang gadis berparas cantik layaknya seperti model ternama.


"Cari siapa ya mbak?" tanya ku. Wanita itu tak menjawab pertanyaan ku, justru ia langsung masuk tanpa memperdulikan kehadiran ku. Layaknya ia menganggap ku patung.


"Sayang..." teriak wanita itu. Aku bingung sendiri melihat gadis itu, tidak ada sopan santunnya sedikit pun.


"Devan! Di mana dia?" tanya wanita itu dengan nada tinggi


"Ada urusan apa ya mbak dengan suami saya?" tanya ku


"Hahaha... Jadi, kamu istrinya Devan?" tanya wanita itu dengan sinis. Aku pun mengangguk atas jawaban ku


"Bagaimana bisa Devan menikah dengan mu?!" tanya wanita itu, melirik ku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

__ADS_1


"Ya, namanya juga jodoh mbak, siapa yang tahu" jawab ku santai.


"Sepertinya kamu tidak tahu siapa aku!"


"Ya. Mana ku tahu mbak, jika mbak tidak mengenalkan diri mbak" lagi-lagi aku menjawab dengan santai. Padahal dalam hati ku sudah bertanya-tanya siapa wanita di hadapan ku sekarang ini.


"Sekarang di mana Devan!" Bentak wanita itu.


"Tunggu sebentar mbak. Saya panggil dulu"


"Tidak perlu, saya bisa sendiri!!" ucap wanita itu pergi meninggalkan ku begitu saja, mencari keberadaan tuan Devan.


*Siapa wanita itu? Apa mungkin itu Via. Kalau itu benar Via, kenapa abang bisa menyukai wanita seperti itu.


Bersambung...


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, dengan cara like, komen dan Vote yang banyak. .


salam kenal dari author buat kakak tercinta Semoga kita semua dalam lindungan allah swt*.

__ADS_1


__ADS_2