Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Kembalinya Via


__ADS_3

2 bulan kemudian, di mana di hari ini pernikahan ku dengan tuan Devan genap 6 bulan. Di mana, hari yang paling ku takuti karena hari ini habisnya masa kontrak ku dengan tuan Devan. Walaupun tuan Devan selalu menyakinkan ku, karena itu semua tidak akan pernah terjadi. Tetapi, tetap saja aku merasakan ketakutan itu.


"Assalammualikum" ucap tuan Devan membuyarkan lamunan ku.


"waalaikumsalam" jawab ku


"Abang! sudah pulang?" tanya ku. Entah mengapa tuan Devan bersikap dingin dengan ku. "Apa mungkin tuan Devan akan menceraikanku?,"batin ku


"Sanas, siapkan air mandi ku!"perintah tuan Devan dingin, tanpa melihat ku


"Baik Bang" ucap ku ragu.


"Jangan lama. Karena aku mau cepat" teriak tuan Devan. Aku tidak menjawab ucapan tuan Devan. Aku meninggalkan tuan Devan begitu saja, dengan perasaan sedih pastinya. Tidak menggunakan waktu lama, air mandi tuan Devan pun selesai. Dengan cepat aku memanggi tuan Devan.


"Bang air sudah siap" ucap ku. Tuan Devan langsung pergi tanpa melirik ku sedikit pun. Terasa di sahit sembilu tubuh ku di perlakukan tuan Devan seperti ini. Ketika Tuan Devan mandi, aku pun menyiapkan pakian tuan Devan. Aku bingung ingin menyiapkan pakaian apa untuknya. Dan akhirnya aku menyiapkan setelan yang biasa ia gunakan. Tidak lama setelah itu pun tuan Devan keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk. Sama seperti tadi tuan Devan masih memasang wajah dinginnya dengan ku, tanpa peduli dengan kehadiran ku."Tuhan bantu aku, kuatkan aku menjalani ini semua," do'a ku dalam hati.


"Abang mau ke mana?" tanya ku, ketika melihat tuan Devan melewati ku begitu saja.


"Bukan urusan mu!" bentak tuan Devan

__ADS_1


"Abang kok ngmongnya gitu?"tanya ku lembut.


"Sudah la. Jangan cerewet sekali jadi istri. Terserah aku mau ke mana!" lagi-lagi tuan Devan membentak ku. Lalu pergi meninggalkan ku, entalah aku tak tahu tuan Devan mau ke mana. Waktu terus berlalu, tak terasa sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tapi, belum ada tanda-tanda tuan Devan akan pulang. Boro-boro pulang menghubungi ku saja tidak. Tanpa ku sadari cairan bening membasahi pipi mulusku. Karena aku sudah tak tahan lagi melawan kantuk ku, aku pun tertidur pulas di atas sofa sambil memeluk bantal.


Di tempat lain..


Wanita cantik nan anggun baru tiba di bandara. Ia pun mencari benda pipi untuk menghubungi seseorang. Entahlah siapa yang akan ia hubungi?. Sudah tak terhitung wanita itu, menelfon no yang ingin ia tuju. Tapi, tetap saja no yang di tuju selalu mengabaikan telfon wanita itu. Hingga membuat wanita itu marah dan kesal.


"Devan!! Di mana kamu," kesal wanita itu.


Di tempat lain..


"Itu Via" jawab tuan Devan dingin


"Maksud tuan non Via? Dari mana anda tahu tuan? Bukankah selama ini, non Via sudah menghilang tak ada kabar beritanya?" tanya seketaris Revan bertubi-tubi


"Entahlah Van. Aku juga tidak tahu"


"Bagaimana dengan non Sanas tuan?"

__ADS_1


"Ada apa dengan istri saya?"


"Apakah tuan akan menceraikan non Sanas?" tanya seketaris Revan was-was


"Itu tidak mungkin!" ucap tuan Devan dingin.


"Aku senang mendengarnya tuan?" Jawab seketaris Revan.


"Van, ayo keluar. Temani aku mencari hadia buat istri ku!"


"Siap Tuan" jawab seketaris Revan memberi tanda hormat dengan tuan Devan. Dengan cepat tuan Devan mengambil map, melempar ke arah seketaris Revan. Untung saja seketaris Revan cepat menepis kalau tidak bisa biru tu wajah seketaris Revan.


"Selamat" ucap seketaris Revan sambil mengusap dada


Tuan Devan bersama seketaris Revan pun pergi meninggalkan kantor menuju mol. Tidak menggunakan waktu lama mereka berdua pun tiba di mol terbesar di kota ini. Tuan Devan pun menuju ke toko perhiasan mencari hadia untuk istri tercintanya, yang di ikuti oleh seketaris Revan. Tidak menggunakan waktu lama tuan Devan pun sudah selesai memilih perhiasan untuk istrinya. Tuan Devan bersama seketaris Revan pun pergi meninggalkan mol.


Bersambung..


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya. Dengan cara like, komen, dan vote yang banyak ya.

__ADS_1


__ADS_2