Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Kedatangan Dua Wanita


__ADS_3

Aku terjaga dari lelap tidur ku ketika mendengar suara azan subuh berkumandang, dengan rasa kantuk aku membuka bola mata ku, melangkah kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku yang terasa lengket. Setelah membersihkan tubuh ku, aku pun menjaga Tuan Devan yang tengah tertidur lelap.


"Bang ayo bangun!" ucap ku menarik lengan tuan Devan.


"Sebentar sayang, masih ngantuk" ucap tuan Devan menarik lengan ku


"Ayo lah bang, shalat dulu nanti baru lanjutkan tidurnya" ucap ku menarik lengan Tuan Devan. Dengan langkah gontay Tuan Devan melangkah kakinya menuju kamar mandi. Untuk membersihkan tubuhnya. Setelah Tuan Devan membersihkan tubuhnya, aku bersama Tuan Devan pun melaksanakan shalat subuh berjemaah, Tuan Devan sebagai imam dan aku sebagai makmum. Tidak menggunakan waktu lama, aku bersama Tuan Devan selesai shalat. Tuan Devan melanjutkan mimpinya kembali, sedangkan aku memasak untuk serapan Tuan Devan. Aku pun hanya membuat nasi goreng, kebetulan semua bahan dapur habis semua. Setelah selesai memasak, aku melirik jam dinding yang tengah menempel di dinding rumah. Di mana di sana sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Aku pun menyiapkan menu serapan pagi, setelah itu membangunkan Tuan Devan kembali.


"Bang bangun, sudah pukul 6 pagi" ucap ku mengusap kepala Tuan Devan, layaknya seperti mengusap ke pala baby.


"Sayang jangan cuma yang di sana di usap, yang ini juga" ucap tuan Devan senyum menggoda. Kakak pasti tahu kan usap apa maksud Tuan Devan


"Is dah abang. Sudah pagi nanti abang telat"


"Bodoh amat!" jawab tuan Devan menarik lengan ku, membuat ku terjatuh ke dalam pelukan tuan Devan.


"Nanti abang di marah?" ucap ku.


"Siapa juga yang berani memarahi aku!"

__ADS_1


"Bos abang la, tidak mungkin aku" jawab ku


"Hahaha.. Apa kamu tidak tahu suami mu ini sebagai apa sayang?"


"Iya. Bos besar Pt. Mandiri Sakti" jawab ku


"Jadi, siapa yang berani memarahi ku!" sombong Tuan Devan.


"Sombong sekali pak. Ingat harta dan tahta itu hanya sementara. Jadi, jangan pernah sombong dengan apa yang kita punya saat ini. Jika, tuhan ingin mengambilnya dengan cepat ia mengambilnya. Tidak butuh proses" omel ku


"Iya Tuan Putri. Abang janji tidak akan sombong" ucap Tuan Devan memeluk tubuh ku dari belakang.


"Gak mau, sebelum di cium" manja Tuan Devan


"Muach" Dari pada urusannya panjang lebih baik aku ikuti saja kemauan Tuan Devan.


"Kurang yang ini belum" ucap Tuan Devan menunjukkan ke arah bibirnya


"Ayo lah bang. Nanti nasinya dingin tidak enak lagi"

__ADS_1


"Cium dulu" rengek Tuan Devan, layaknya seperti anak kecil yang meminta sesuatu dengan bundanya.


"Muach, muach, muach" semua yang di pinta oleh tuan Devan aku ikuti. Sampai-sampai Tuan Devan tidak bisa menahan nafsunya. Tuan Devan membawa ku ke atas ranjang favorit nya. Memulai aktifitasnya seperti biasa, mendaki gunung. Ketika Tuan Devan dengan asyiknya menikmatai mendaki dua gunung, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu. Hingga membuat Tuan Devan kesal yang sudah berani mengganggu aktifitasnya.


"Bang lepasin, aku mau lihat siapa yang datang!" ucap ku mendorong tubub Tuan Devan dari puncak gunung.


"Biarin saja!"


"Bang kalau penting bagaimana?" tanya ku.


"Ya sudah sana buka pintunya. abang mau menenangkan adek kecil abang" ucap tuan Devan, masuk kamar mandi. Aku pun melangkah kaki ku menuju ruang tamu melihat siapa yang bertamu sepagi ini


"Ceklek" pintu terbuka. Betapa terkejutnya aku melihat kedatangan dua wanita itu, yang membuat dada ku semakin sesak


Bersambung...


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya. Dengan cara like, komen dan Vote.


Salam kecup dari author. Semoga kita semua dalam lindungan allah swt.

__ADS_1


__ADS_2