
Hai kak maaf ya sudah lama gak up.
Di sini kita lanjutkan kisah Diva dan Devin saja ya. Bunda Sanas bersama ayah Devan sudah bahagia. Eh sebelumnya jangan lupa mampir kesini karena di sini pasti up setiap harinya. Yang berjudul "HELISA" menceritakan seorang gadis yang masih usia 15 tahun yang nekat ke kota untuk mengubah perekonomian keluar. Tapi takdir berkata lain bukannya pekerjaan yang di dapati oleh Helisa justri ia mendapatkan jodoh. Ayo kak buruan di baca ya, bisa tahu nanti kakak suka kan.
Di sebuah ruangan tampak siswa-siswi yang sibuk dengan dirinya masing-masing. Ada yang belajar, ada yang bernyanyi, dan ada juga yang tidur di dalam kelas.
"Assalamualaikum anak-anak" ucap pak guru memberi salam
"Waalaikumsalam pak" jawab mereka serentak
"Hari ini kita akan kedatangan teman baru"
"Hore teman baru" sorak murid-murid
"Cewek, cowok pak?" tanya Rio salah satu murid kelas yang nakal.
"Kalau cewek kenapa dan kalau cowok kenapa?" tanya pak guru
"Kalau cewek ada penyemanagt pak. Apa lagi kalau ceweknya cantik seperti bela" Bela adalah salah satu murid tercantik di ruangan itu
"Sekali lagi sorak Rio"
"Huh... Hu.."
"Diam!" bentak pak guru sambil memukul meja. Semua murid diam tanpa ada yang bersuara
"Silahkan masuk!" perintah pak guru kepada Devi dan Devan.
"Silahkan perkenalkan diri kalian!"
"Dek kamu dulu!" perintah Devin
"Abang saja" debatan si kembar
"Ayo perkenalkan diri kalian!" ucap pak guru karena diantara mereka satu pun tidak ada yang mengenalkan diri
"Jangan-jangan bisu pak" ucap Rio sambil tertawa yang di ikuti oleh murid lain
"Ehem," Devin langsung berdhem dengan tatapan dingin. Semua murid yang melihat tatapan Devin pun langsung terdiam ibarat terkena bius.
"Perkenalkan saya Devin putra pertama Devan, panggil saja Devin!" ucap Devin dengan gaya sombongnya
"Perkenalkan saya Diva putri pertama Devan, panggil saja Devi" ucap Devi dengan suara lembutnya
"Devin kamu silahkan duduk disana dan kamu Diva di sebelah sana!"
"Makasih pak" ucap Devi langsung menghampiri bangku yang di tunjuk oleh pak guru, berbeda dengan Devin ia menolak tempat yang diberikan pak guru dengannya
"Pak saya tidak mau disana, saya tukaran saja sama gembaran saya pak." jelas Devin tidak mau, ia harus duduk di bangku paling depan sedangkan Devi di belakang
__ADS_1
"Tidak" tolak pak guru
"Pak adek saya itu tidak bisa di bangku belakang karena matanya sudah min, kalau bapak tidak percaya tanyakan saja sama orang nya"
"Apa benar yang dikatakan kakak mu itu?" untungnya Devi sudah sangat mengenal abangnya. Dengan satu kedipan Diva sudah mengerti
"Kenapa kamu kedip-kedip?"
"Mata saya perih pak, gara-gara melihat kaca mata cewek itu" Devin menunjuk salah satu murid yang menggunakan kaca mata besar
"Hahaha" semua murid pun tertawa mendengar ucapan Devin
"Sekarang ganti lah posisinya,"
"Hai" sapa Diva pada teman sebangkunya
"Diva," ucap Diva mengenalkan dirinya
"Bela" Bela pun menerima uluran tangan Diva
Bel pun berbunyi tanda istirahat pun tiba, semua murid akan menyerbu kekantin tetapi tidak dengan Diva.
"Div kamu tidak kekantin?" tanya Bela
"Enggak."
"Kenapa?"
"Maaf ya kita tidak tahu. Kalau gitu kita tinggal dulu Div" Diva pun tersenyum
Sedangkan si Devin dengan gaya sombongnnya ia melaju kekantin dengan sorang diri tanpa ada teman. Karena menurut Devin belum ada teman yang pas buat untuknya.
"Hai bro!" sapa Rio
"Ehem,"
"Mau kemana?"
"Kantin"
"Gabung sama kita yuk!" ajak Rio. Devin pun mengangguk
"Ada apa itu?" tanya Devin karena melihat cewek-cewek berkumpul
"Biasa" jawab Rio
"Apa nya yang biasa?"
"Itu ada kakak kelas yang jadi incara cewek-cewek di sekolah ini" jelas Dimas
__ADS_1
"Ow" Devin pun angguk-angguk tidak jelas
"Napa lo angguk-angguk tidak jelas" ucap Rio
"Gue penasaran sama muka tu cowok"
"Hahaha.."
"Napa kalian tertawa ada yang lucu"
"Habisnya lo, mau tahu muka tu cowok. Ya pasti ganteng lah"
"Tapi kalau di lihat-lihat lo bakal jadi sangiannya nanti" ucap Dimas
"Iya lah secara gue ganteng" bangga Devin
"Ayo kita Kesana!" ajak Devin
"Gak ah Dev"
"Kenapa?"
"Malas berusan sama geng meraka"
"Ya sudah kalau kalian tidak mau gue sendiri saja"
"Kalau saran gue jangan deh Dev, kalau lo mau aman sekolah disini"
"Kalian itu lucu ya, emang dia yang punya sekolah ini"
"Terserah loh aja Dev, kita tidak ikut lo ya"
ketika Devin ingin menghampiri perkumpulan itu, Devin tidak sengaja menabrak salah satu murid. Hingga membuat murid itu terjatuh untungnya saja Devin segap menangkap si cewek itu. Hingga bola mata mereka saling bertemu. Cewek itu pun langsung berlari meninggalkan Devin yang tengah mematung
Manis sekali, batin Devin
"Bengong saja" ucap Rio
"Cewek yang tadi siapa?" tanya Devin
"Yang mana?" tanya Rio
"Lupakan saja" ucap Devin meninggalkan kantin
Sedangkan Diva masih setia dengan bukunya di dalam perpustakaan. Ia tidak menghiraukan orang-orang di sekitarnya, terserah orang mau berbuat apa asal tidak mengganggunya. Ketika Diva ingin mengambil bukunya yang jatuh ia tidak sengaja menginjak kaki seseorang hingga mereka saling memberi pandangan. Dengan cepat Diva membuang pandangan itu.
Bersamabung...
jangan lupa like, komen dan vote yang banyak. Ok
__ADS_1