Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Pengawal Diva


__ADS_3

"Diva.." panggil salah satu siswa kelas 3. Devin melihat sang adik di ganggu dengan kakak kelas itu pun langsung menghampiri sang adik


"Mau ngapain kalian?" tanya Devin tanpa ada rasa takut


"Kamu siapa? Jangan sok jadi jaguan kamu!" bentak murid itu


"Gue Devin putra pratama Devan" Devin pun mengenalkan dirinya


"Anak songong," salah satu siswa itu pun ingin memukul Devin tapi bukan Devin jika ia tidak bisa melawan. Dengan Lincah Devin menangkap tangan murid itu lalu melintirkannya hingga membuat anak itu meringis kesakitan.


"Aw sakit" ringisan anak itu.


"Awas lo kalau berani ganggu adik gue lagi. Bakal gue patahi tangan lo!" ucap Devin sambil melepaskan pelintiranya. Ketiga siswa kelas tiga itu pun pergi meninggalkan Devin bersama Diva.


"Kamu tidak apa-apa dek?" tanya Devin panik melihat sang adek kecemasan


"Tidak kak."


"Kenapa kamu pucat sekali mereka apain kamu?"


"Mereka tidak ngapa-ngapain adek kak. Adek hanya cemas melihat kakak melintir tangan mereka. Bagaimana nanti jika mereka mengadu kepada orang tuanya"


"Bodoh amat kakak tidak takut. Siapa juga suruh ganggu adek kakak,"


"Makasih ya kak. Kakak sudah jagain adek"


"Kamu itu tidak perlu mengucapkan terkmakasih karena itu sudah tugas serang kakak untuk melindungi adek nya,"


"Kakak jajan yuk!" ajak Diva


"Kamu saja dek" tolak Devin karena ia tak mempunyai uang jajan


"Kakak tenang saja, adek masih ada uang kok"


"Ok" dua saudara itu pun menuju kekantin. Setelah tiba di kantin banyak yang melirik Diva, pastinya murid laki-laki. Devin merasa tidak suka melihat saudaranya di pandang banyak oleh kaum laki-laki.


"Kenapa lihat-lihat! Mau di lepasin tu mata!" ucap Devin kepada anak-anak yang melirik Diva.

__ADS_1


"Kak sudah lah, mereka tidak menganggu kita


"Tapi dek mereka lirik-lirik kamu, kakak tidak suka"


"Biarkan saja kak, asal tidak menganggu"


Bel masuk pun berbunyi. Devi langsung menuju kelas sedangkan Devin entah kemana.


"Kakak mau kemana?" tanya Diva karena melihat Devin berbeda arah dengannya


"Kamu masuk saja ke kelas dulu! Kakak mau ke toilet".


"Ingat kak jangan lama-lama"


Sudah setengah jam mata pelajaran berlalu tapi belum ada tanda-tanda Devin masuk kedalam ruangan. Devi pun mulai merasa gelisa dimana keberadaan sang kakak.


"Diva.." panggil ibu guru


"Ya bu,"


"Devin mana?" tanya bu guru karena tidak melihat keberadaan Devin


"Lama sekali,"


"Mungkin dia bolos bu," ucap salah satu murid.


"Tidak bu. Tadi kak Devin sakit perut mungkin karena itu dia lama ketoelet" bohong Diva untuk melindungi sang kakak.


"Sekarang coba kamu susul Diva!"


Diva pun menuju ketoilet mencari keberadaan sang kakak tapi sayang tidak ada tanda-tanda sang kakak berada disana.


kamu dimana sih kak, nanti ketahuan sama ayah baru tahu rasa kamu kak, batin Diva.


Ketika Diva lewat kantin ia melihat seseorang yang sangat ia kenal dimana seseorang itu sedang menikamati semangkok bakso. Diva pun langsung menghampiri seseorang itu


"Kak Devin.." teriak Diva

__ADS_1


"Kenapa teriak-teriak. Kakak tidak tuli!" kesal Devin bagaimana tidak kesal sedang asyik-asyiknya menikmati semangkok bakso di tambah dengan alunan musik, mala ada peganggu dengan suara cempreng milik Diva


"Ayo masuk!"


"Malas,"


"Ayo kak. Kalau kakak tidak mau nanti akan adek adui sama ayah dan bunda" ancam Diva membuat Devin tidak bisa menolak


"Gue duluan" pamit Devin dengan teman-temannya. Diantara temannya Devin paling kecil karena semua temannya kelas 6 kalau tidak kelas 5. Devin tidak suka bermain dengan sebaya dengannya karena menurutnya mereka itu anak kecil masih suka menangis


"Devin dari mana kamu?" tanya bu guru


"Makan bu" jawab Devin tanpa bersalah


"Kamu tahu sekarang jam apa!"


"Tahu bu, jam belajar."


"Terus kenapa kamu masih berada di luar sana!"


"Habisnya perut saya lapar bu, nanti kalau saya paksa kan bisa-bisa saya kelaparan dan akhirnya sakit." pintar sekali Devin menjawab


"Sekarang kamu isi ini. Kalau sampai salah kamu tanggung hukumannya,"


"Diva jangan di bantu kalau kamu sampai membantu kakak mu terpakasa kamu ikut juga hukumanan"


"Kamu tenang saja dek, itu soal sangat gampang," ucap Devin tanpa ada rasa takut. Devin maju kedepan mengerjakan soal yang diberikan ibu guru dengannya. Walaupun tidak mengikut materi pembahasan dengan cepat Devin menjawab soal yang diberikan ibu guru. Ibu guru pun tak menyangka jika Devin bisa menjawab semuanya dengan benar.


"Sudah bu. Apa masih ada yang harus saya Jawab?" tanya Devin sombong


"Sana kembali ke bangku mu!" Devin pun kembali kebangkunya...


"Karena semua jawaban kamu benar, kamu tidak jadi di hukum. Tapi lain kali jangan di ulangi lagi,"


"Baik bu."


Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu bel pulang berbunyi. Diva bersama Devin pun menuju ruang tunggu menunggu jemputan mereka. Entah mengapa Devin merasa ada yang aneh dengan dirinya ketika melihat salah satu kakak kelasnya. Sebisa mungkin Devin merapikan penampilannya dan merubah sikapnya. Apa mungkin Devin sudah timbul rasa suka dengan lawan jenis.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2