Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Butuh Rukiah


__ADS_3

"Ma ma af" ucap Diva terbata-bata ketika ia menabrak seseorang


"Hemz, kamu bukannya cewek yang di perpustakaan kemaren!" tebak Laki-laki itu


"Permisi" Diva pun meninggalkan laki-laki tanpa menghiraukan pertanyaan laki-laki itu


"Hey tunggu.. Aku belum selesai bicara" teriak laki-laki itu tanpa di hiraukan oleh Diva


Anak kelas berapa tu cewek, sepertinya dia anak baru, batin laki-laki itu


"Bang Bobi" sapa Bela


"Eh si Bela sendiri saja, mana yang lain?" tanya Bobi


"Mungkin sudah di kelas bang"


"Bang Bobi kenapa mukanya bete amat?" tanya Bela


"Tidak ada. Abang duluan Bel" pamit Bobi meninggalkan Bela


Setelah kepergian Bobi, Bela pun menuju ruang kelasnya. Belum tiba di kelas Bela sudah di hadang oleh kakak kelas karena sudah berani bicara sama Bobi.


"Hey cewek gantal sini dulu!" teriak intan salah satu murid kelas dua belas yang menyukai Bobi. Bela tidak menghiraukan Intan ia terus berlaju hingga membuat Intan kesal. Tanpa mikir panjang Intan langsung menjambak rambut panjang Bela hingga membuat Bela meringis kesakitan.


"Aw sakit" ucap Bela sambil melepaskan jambaan dari Intan


"Sakit? Maka nya jangan sok belagu" ucap Intan sambil tersenyum sinis


"Jangan pernah kamu dekat Bobi!"


"Kenapa juga kakak melarang saya. Lagian Bobi juga bukan siapa-siapanya kakak, jadi kakak tidak ada hak melarang saya!" Bela tidak ada rasa takut melawan intan, walaupun Intan sudah sering berbuat jahil dengannya.


"Stop!!" ucap Diva menarik lengan Intan ketika ingin menampar Bela


"Jangan sok jadi pahlawan kesingan kamu ya!" bentak Intan

__ADS_1


"Gak kok kak, aku hanya ingin mendamaikan kakak bersama Bela. Karena berkelahi itu tidak baik" nasehat Diva


"Siapa juga butuh ceramahan dari kamu. Sana pergi!" usir Intan


"Ayo Div!" ajak Bela


"Ada apa Bel? Kenapa kakak itu mau menampar mu?" tanya Diva


"Entah dia itu sudah gila. Masa dia melarang aku bicara sama kak Bobi. Memangnya dia siapa larang-larang aku, kak Bobinya saja biasa-biasa saja kalau aku suka menyapanya. Tapi kenapa dia yang sewot" kesal Bela


"Dari pada kamu emosi mulu, mendingan kita beli es!"ajak Diva


"Kamu benar juga" kedua nya pun menuju kekantin.


Dari kejauhan ada yang memperhatikan mereka berdua. Tanpa sedetik pun pandangannya beralih dari Diva. Diva yang menyadari itu pun mulai merasa risih..


"Bel cepatan dikit dong" ucap Diva karena mulai risih di perhatikan


"Lo kenapa? Baru saja tiba."


"Enggak. Aku baru ingat kalau hp ku tinggal didalam tas" bohong Diva padahal hp nya ada didalam kantong rok


"Bukan begitu Bel. Aku takut nanti bunda menelfon jika aku tidak angkat bisa-bisa dia kuatir" bohong Diva


"Dasar anak mami" ledek Bela


"Bro kamu lihatin apa? Dari tadi tidak berkedip?" tanya Devin


"Kamu ini bikin kaget saja" kesal Bobi


"Aku lihat bidadari tadi disana!" tunjuk Bobi. Devin pun langsung cengingisan ketika melihat tunjukan Bobi


"Lo kenapa? Jangan-jangan si kuntil masuk kedalam tubub lo" ucap Bobi sambil menapok pundak Devin


"Lo itu seharusnya di rukiah. Agar penglihatan lo waras!"

__ADS_1


'Maksdu lo?" tanya Bobi bingung


"Lo bilang lo lihat bidadari" Bobi pun mengangguk


"Dan lo bilang bidadarinya si cewek itu. Bagaimana bisa lo bilang kalau dia mirip bidadari?" Sepertinya Bobi salah tunjuk. Bagaimana bisa Bobi menunjuk kearah wanita yang menggunakan kaca mata besar, rambut berkepang dua, dan gigi berwarna hitam.


"Bukan itu.. " teriak Bobi ketika melihat tunjukan Devin


"Kamu sendiri yang bilang" tawa Devin yang tak henti.


"Bukan" kesal Bobi


"Kak!" panggil Devin


"Saya" ucap wanita itu sambil menunjukan tubuhnya sendiri. Devin pun mengangguk


"Ada apa?" tanya wanita itu menghampiri Bobi dan Devin


"Ada salam dari Bobi"


"Bukan aku. Tapi Devin dia malu mau mengakuinya" ucap Bobi


"Kalian berdua suka sama aku. Aku juga suka sama kalian berdua" wanita berkaca mata itu pun ingin memeluk Bobi dan Devin.


"Kabur" Devin bersama Bobi pun berlari sekancang mungkin seperti sedang di kejar mbah kuntil.


"Huh capek" ucap mereka berdua sambil menjatuhkan tubuhnya di bangku taman sekolah.


"Itu gara-gara kamu Dev" kesal Bobi


"Kok aku?"


"Coba saja kamu tidak panggil tu cewek. Kita tidak akan ngos-ngosan seperti ini"


"Hahaha. ." tawa Devin ketika mengingat bagaimana wajah wanita itu ketika ingin memeluknya bersama Bobi

__ADS_1


"Ayo cabut!" ajak Bobi ketika mendengar bel masuk. Bobi bersama Devin pun berpisah arah. Karena mereka beda kelas bukannya hanya kelas angkatan juga beda. Devin kelas 11 sedangkan Bobi kelas 12. Walaupun mereka beda angkatan mereka berdua sangat kompak.


Bersambung....


__ADS_2