Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Baikan


__ADS_3

Tiga minggu sudah berlalu dimana Bela tak ingin menyapa Devi. Devi sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Bela mau memaafkannya. Ya, walaupun Devi tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuatan sehingga Bela tak ingin menyapanya. Devi pun sudah terbiasa tidak ada Bela di sampingnya walaupun ia sering merasa sedih. Devi pun memilih masuk ke dalam kelas dari pada gabung ke anak yang lain, karena itu akan membuat Bela pergi. Devi tidak ingin melihat Bela sendirian, maka dari itu lebih baik dia yang mengalah. Devi membuka layar phonselnya mencari sebuah aplikasi baca, yaitu aplikasi noveltoon. Devi menggunakan waktu kosongnya untuk membaca novel, agar bisa menghilang rasa jenuhnya. Ketika Devi terhanyut dalam cerita, Devin pun tak sengaja mengeluarkan cairan benin. Ya, tanpa Devi sadari ada yang memperhatikannya. Dengan cepat Devi mengambil tisu yang ada didalam tas nya agar tidak ketahuan jika dia habis menangis. Tapi sayang tisu yang Devi cari tidak ada, mungkin ketinggalan atau habis hanya Devi lah yang tahu.


"Ini" ucap seorang murid memberi tisu kepada Devi. Devi tidak menyangka jika orang itu masih peduli dengannya.


"Terimakasih" ucap Devi menerima tisu pemberian anak itu


"Sama-sama" Devi pun menghapus cairan bening yang mengalir di pipi cantiknya. Setelah itu Devi manambahkan bedak tabur di pipi mulusnya agar tidak kelihatan jika dia habis menangis, malu juga ya ketahuan dengan teman-teman yang lain kalau habis nangis gara-gara baca novel.


"Sini" ucap Bela sambil merapikan bedak di pipi mulus Devi karena berantakan. Tidak ada penolakan dari Devi, justru Devi merasa senang jika Bela sudah peduli lagi dengannya.


"Makasih Bel" ucap Devi. Devi sengaja tidak banyak bicara, karena ia takut nantinya Bela jadi ilfil dengannya.


"Maafkan aku" ucap Bela tiba-tiba langsung memeluk tubuh mungil Devi. Devi pun langsung membalas pelukan Bela, dua sahabat itu pun saling berpelukan melepaskan rasa rindu yang selama ini di pendam. Setelah saling melepas kerinduan, Devi melepas pelukan Bela lalu menatap manik bola mata Bela.


"Dev, maafkan aku" hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Bela.


"Bel, kamu tidak perlu minta maaf dengan Ku. Kamu tidak ada salah dengan ku" ucap Devi tulus, walaupun Bela tidak meminta maaf dengannya, Devi sudah memaafkan Bela karena bagi Devi Meraka tidak pernah bermusuhan, hanya ada sedikit kesala pahaman.


"Dev, aku sudah jahat dengan mu. Apa kamu masih mau berteman dengan aku?" ucap Bela menyadari semua keegoisan nya selama ini


"Bagi aku kamu adalah teman terbaik aku. Jadi tidak ada alasan aku tidak ingin berteman dengan mu" ucap Devi


"Kamu seriun kan, Dev?"


"Kapan aku pernah bermain-main dengan ucapan ku Bel"


"Iya aku tahu"


"Ini" Bela memberi beberapa kotak untuk Devi, pastinya membuat Devi bingung kotak apa itu


"Ini apa Bel?" tanya Devi bingung


"Maaf aku ya Dev, selama ini aku tidak pernah jujur. Ini semua adalah pemberian kak Bobi untuk mu. Karena aku cemburu dengan mu, maka semua hadia dari kak Bobi untuk mu Aku simpan semua, aku tidak ingin kamu pacaran dengan kak Bobi. Tapi sekarang aku sadar Dev, aku tidak bisa memaksa kehendak ku. Betul kata orang-orang kalau cinta itu tidak bisa di paksa. Bagaimana pun caranya jika dia tidak mencintai kita tetap saja dia tidak akan pedulikan perasaan kita, walaupun sudah bermacam cara kita lakukan. Sekali lagi maaf kan aku Dev" mohon Bela. Devi tidak menyangka selama ia sudah membuat Bela terluka. Jadi itu alasan Bela menjauhi dirinya.


"Dev, kamu marah?" tanya Bela karena Devi tidak memberi respon. Devi tidak marah dia hanya merasa bersalah dengan Bela, karena dia Bela merasa sakit hati.


"Maaf aku Bel" ucap Devi memeluk Bela

__ADS_1


"Kenapa kamu yang minta maaf sama aku Dev? Seharusnya kamu marah sama aku" ucap Bela


"Tidak Bel, kamu tidak salah sepenuh nya. Aku juga salah karena aku kamu merasa sakit hati, sekali lagi maaf kan aku" ucap Devi


"Kamu mau kan maaf kan aku?" tanya Bela


"Tentu Bel," dua sahabat itu pun saling berpelukan.


"Oh iya kita buka yuk, apa ajah yang kak Bobi kasih" ajak Devi


"Kamu saja Dev. Itu kan punya mu" tolak Bela. Walaupun pemberian Bobi di tangan Bela, Bela tidak pernah membukanya. Ia hanya menyimpannya saja menunggu hatinya bisa mengiklaskan Bobi.


"Gak ah. Kalau kamu tidak mau biarkan saja kotak itu selalu terbungkus" ancam Devi


"Kamu itu, ya" dengan terpakas Bela mengikuti keinginan Devi membuka kotak pemberian Bobi. Dua sahabat itu pun kembali seperti semula, di mana selalu canda tawa menemani kebersamaan mereka.


"Hahahah.. coba kamu lihat Dev ini mirip sama kamu" ucap Bela. Bela memperlihatkan sebuah boneka lucu kepada Devi yang berwarna pink


"Kamu kejam Bel. Masa aku yang cantik ini di bilang mirip boneka" ucap Devi manja


"Yang mirip itu apa nya dulu?"


"Unyuk-unyuknya" ucap Bela sambil mencubit gemes pipi tembeb nya Devi


"Kamu itu, ya" Devi mengejar Bela yang tengah berlari kearah depan.


"Devi kejar gue" ucap Bela


"Brak," Ketika Bela ingin mengejar Devi ia tak sengaja menabrak Rio yang tengah berjalan.


"Jalan itu pakai mata" kesal Bela karena ia terjatuh, tapi masih untung Rio bisa menangkap kalau tidak bakal lepas tu hidung pesek milik Bela


"Mana bisa jalan pakai mata, jalan tu pakai kaki" ucap Rio


"Iya maksudnya pakai kaki"


"Tadi katanya pakai mata" ucap Rio

__ADS_1


"Maksudnya mata nya untuk di lihat, agar tidak menabrak orang" kesal Bela


"Bukannya kamu yang menbrak aku" ucap Rio


"Kamu itu nglah dikit kenapa" kesal Bela karena Rio tidak ingin mengalah


"Gak mau lah, karena aku kan gak salah" cengir Rio


"Ihh... Rio"


"Cie, cie" ucap Devi sambil senyum-senyum


"Apaan sih Dev" ucap Bela malu-malu


"Dev, kita cocok kan?" tanya Rio sambil merangkul Bela


"Benget" ucap Devi memberi dua jempol


"Kalau lihat kalian berdua akur seperti ini kan enak, suasana kelas jadi ramai lagi" ucap Rio melihat kebersamaan Devi bersama Bela kembali seperti semula.


"Iya dong" ucap dua sejoli itu.


"Bela .." bentak Intan


"Apa?" tanya Bela tanpa ada rasa takut


"Kamu itu" kesal intan


"Apa aku!" lawan Intan


"Kamu itu penghianat. Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak menyukai Devi. Dan kamu juga yang sudah berjanji dengan aku kalau kamu akan bantu aku menghancur kan Devi. Tapi apa buktinya, Mala kamu baikan lagi dengannya" tegas Intan tidak terima melihat kebersamaan Bela dan Devi


"Hahahaha . Kamu pikir aku bodoh Intan. Mau jadi budak kamu, mau jadi mata-mata untu kamu. Hahah itu tidak akan pernah terjadi Intan yang cantik" ejek Bela


"Awas kamu"


Apa ya yang akan Intan lakukan..

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2