
"Hai" sapa salah satu murid laki-laki kepada Diva. Diva hanya tersenyum menanggapinya
"Dek jangan senyum"
"kenapa?" tanya Diva heran baru kali ini ada yang melarangnya untuk tersenyum
"Jika kamu tersenyum bisa menggoyang iman abang" ucap murid itu sambil tersenyum manis
"Hem bisa saja kamu kak" ucap Diva
"Oh ya kak, aku pamit dulu" pamit Diva
"Eh tunggu dek nama kamu siapa?" teriak murid itu karena belum sempat menyanyakan nama sudah di tinggal saja.
"Sial, coba langsung saja tanya nama dan minta no Whatsapnya" kesal laki-laki itu kepada dirinya sendiri.
"Lo kenapa? Pagi-pagi sudah ngomong sendiri,"
"Kamu itu nya kayak jelangkung!"
"Enak saja samaain gue sama jelangkung."
"Habisnya datang suka tiba-tiba"
"Lo saja yang tidak sadar kalau gue sudah lama berdiri disini!"
"Gue ke kelas dulu" pamit Devin
"Tumben langsung ke kelas" ucap Bobi
"Biasa tugas"
"Tunggu!" panggil Bobi
"Napa?"
"Gue mau ke kelas lo, habisnya gue belum pernah masuk ke kelas lo"
"Ehem," Devin berdhem ketika melihat murid laki-laki mendekati Diva.
"Maaf Dev, kita hanya mau tanya tugas itu saja" ucap murid laki-laki yang melihat tatapan tajam dari Devin
Ow, teryata dia kekasih Devin. Batin Bobi
"Bro lo kenapa diam saja disana? Ayo masuk!"
__ADS_1
"Gue keluar saja Dev. Tidak enak sama murid yang lain" bohong Bobi. Padahal hati nya sakit melihat Devan bersama Diva.
"Eh ada kak Bobi" sapa Bela
"Iya. Masuk kak!" ajak Bela
"Bro gue tinggal dulu ya," pamit Bobi
"Hem" jawab Devin tanpa mengalih pandangannya dari Diva. Dari kejauhan Bobi memperhatikan Devin besama Diva. Dalam pikiran Bobi Devin bersama Diva sangat dekat, mereka pun begitu cocok, apa lagi mempunyai bentuk muka yang sama. Bagaimana tidak sama jika mereka suadara kembar. Dasar si Bobi main cemburu saja, tidak nanya sama orangnya dulu. Ingat ya kakak semua jangan seperti Bobi belum tahu kebenaraannya sudah main nebak saja, tidak baik untuk diri kita sendiri lo.
"Dev, gue boleh nanya?" tanya Bela
"Lo mau nanya apa? Kayak penting benget" ledek Devin
"Gue serius!" kesal Bela
"Silahkan Nona Bela, tidak ada yang melarang." ucap Devin dengan lembut
"Tu kan lo kira gue becanda"
"Aneh lo. Gue serius katanya bercanda dasar cewek aneh"
"Hehehe" Cengir Bela
"Tawa lagi" kesal Devin
"Dev, Kak Bobi itu suka nya apa?"
"Maksudnya?" tanya Devin pura-pura tidak tahu
"Apa jam apa sepatu" ucap Bela
"Ow, lo mau kasih Bobi hadia?" Bela pun mengangguk
"Napa lo tidak tanya saja sama orang nya langsung. Kan jelas lo tahu dia suka apa. Gue mana tahu kalau lo yanya apa kesukaan gue baru gue tahu"
"Sana lo!" usir Bela. Percuma nanya sama Devin bukannya dapat solusi justru dapat nasihat
"Bela Bela dari pada lo kasih orang lain yang belum tentu suka sama lo, lebih baik lo kasih tu sama orang tua lo pasti mereka bangga sama lo" ucap Devin lalu pergi ninggalin Bela bersama Diva.
"Sabar ya Bel, kak Devin orangnya memang gitu. Suka asal bicara jangan di ambil hati ya" ucap Devi merasa tidak keenan karena sikap sang kakak.
"Iya gue tahu. Gue nya saja yang bodoh minta info dari Devin"
"Assalamualaikum anak-anak" ucap pak guru memberi salam
__ADS_1
"Waalaikumsalam pak" jawab murid dengan serentak
"Semua tugas di kumpulkan!" Semua murid pun langsung mengantarkan tugasnya di atas meja pak guru. Tetapi tidak dengan Devin
"Devin!"
"Iya pak."
"Yang kamu mana?"
"Tidak buat" jawab Devin tanpa bersalah.
"Maju kamu!" tanpa ada bersalah Devin langsung maju ke depan
"Kenapa kamu tidak buat sedangkan saudara kamu buat!" bentak pak guru.
"Aku kemaren tidak pulang ke rumah pak, aku liburan di rumah nenek. Jadi lupa sama tugas pak" bohong Devin. Bukannya Diva tidak memberi tahu Devin justru tugas Devin sudah di buat oleh Diva. Devin sengaja tidak mengumpulnya karena ia malas ikut mata pelajaran bapak ini, karena dari awal Devin sudah tidak menyukai mata pelajaran yang di ajarkan oleh bapak ini yaitu bahasa ingris sama dengan author waktu sekolah dulu paling tidak suka bahasa ingris.
"Kamu tidak boleh ikut mata pelajaran bapak sebelum membersih seluruh WC dengan bersih!"
"Baik pak" dengan senang hati Devin keluar rungan. Devin pun menuju WC untuk mengerjakan tugasnya yang di berikan oleh pak guru.
"Pak" panggil Devin
"Ada apa?"
"Bapak tukang bersih-bersih sekolah ini kan?" bapak itu pun mengangguk
"Ini aku kasih uang tolong bapak bersihkan semua WC. Tapi ingat pak jangan sampai ketahuan pak Robi"
"Ok."
"Mendingan gue kekantin."
Waktu tiba di kantin Devin tidak sengaja melihat wanita yang pernah ia tabrak waktu itu. Teryata wanita itu sedang mencuci piring bersama bibik tuti lengganan tempat Devin nongkrong. Karena ingin menghilangkan rasa penasarannya Devin pun langsung menghampiri bibik bersama wanita itu.
"Bik" panggil Devin
"Kenapa masih di keluar mas Devin? Bukannya sudah pada masuk?"
"Itu yang lain bik, tidak untuk saya" jawab Devin
"Mas Devin ini kebiasaan. Bagaimana nanti kalau tidak naik?"
"Kalau soal itu jangan terlalu di pikirkan bik, bawa santai" Diam-diam Devin memperhatikan wanita itu yang tengah mencuci piring, wanita itu menyadari jika Devin tengah memperhatikannya. Sebisa mungkin wanita itu bersikap biasa-biasa saja.
__ADS_1
Bersambung....