
"Gak kerasa ya Dev sebentar lagi sudah mau masuk semesteran" ucap Bela
"Iya Bel. Perasaan gue baru sebentar disini, tahu-tahunya sudah mau semesteran saja"
"Dev, Lo yakin?" tanya Bela ragu
"Yakin apaan?"
"Lo yakin tidak mau terima kak Bobi jadi kekasih Lo?" tanya Bela
"Lho tahu dari mana kalau kak Bobi pernah nembak gue?" tanya Devi karena selama ini ia belum pernah cerita dengan siapa pun termasuk bunda, yang mana biasanya apa pun yang terjadi dengannya hari itu bunda pasti tahu.
"Gue gak sengaja waktu itu"
Flasback on...
"Dev, sebenarnya kakak mau ngomong sama kamu" ucap Bobi
"Ini kakak sudah ngomong sama Devi" canda Devi karena ingin membuat agar suasana tidak jadi canggung.
"Kakak serius Dev"
"Iya ngomong saja kak, seperti baru kenal Devi saja"
"Tapi kamu harus janji sama kakak" sebelum Bobi mengatakan apa yang ingin ia katakan lebih baik ia membuat perjanjian dari pada nanti Devi tidak ingin menyapa nya lagii. Devi pun mengangguk
"Kamu tidak boleh marah apa lagi sampai tidak mau menyapa kakak" ucap Bobi lalu menyatukan cari kelingkingnya dengan Devi tanda perjanjian mereka.
"Iya Devi janji" ucap Devi
"Dev, sebenarnya kakak sudah lama suka sama kamu. Awal pertama kita bertemu di dalam perpustakaan, kakak sudah menyimpan perasaan dengan kamu. Yang awalnya kakak kira itu hanya perasaan biasa saja. Tapi lama kelamaan perasaan itu semakin dalam, kakak sadar kalau kakak jatuh cinta sama kamu. Karena setiap dekat dengan kamu kakak tidak pernah merasa detak jantung sekencang ini, dan tidak pernah setiap malam Kakak membayangkan wajah orang lain, tetapi berbeda dengan kamu Dev. Dimana wajah kamu selalu terbayang di setiap malam, Susah untuk kakak memejamkan mata. Dev apa kamu mau jadi kekasih kakak? Kakak janji kakak tidak akan menyakiti mu, kakak akan membuat kamu bahagia" ucap Bobi dengan satu tarikan nafas.
"Kak, maaf Devi tidak bisa" tolak Devi tanpa melihat kearah Bobi
"Kenapa Dev? Apa yang kurang dari kakak? Agar kakak bisa mengubahnya" tanya Bobi
"Tidak ada kak"
"Terus kenapa kamu tolak kakak?"
"Ada hati yang harus ku jaga" ucap Devi
"Maksud kamu? Kamu sudah punya kekasih?"
"Bukan"
"Terus hati siapa yang harus kamu jaga?"
"Aku tidak ingin melihat sahabat ku jadi sedih. Karena aku tahu dia sangat mencintai kakak, aku tidak ingin melihat dia kecewa karena aku. Maka dari itu kita lebih baik jadi teman saja kak, jadi tidak ada yang di sakiti." ucap Devi.
__ADS_1
"Tapi kamu suka kan sama kakak?"
"Aku tidak tahu, tapi yang aku rasakan aku nyaman bersama dengan kakak" ucap Devi belum yakin dengan perasaannya.
"Berati kamu juga suka sama kakak. Dev, nanti kita bisa jelaskan dengan Bela. Kakak yakin Bela mengerti" ucap Bobi
"Tidak kak. Lebih baik kakak tutup hati kakak untuk aku, karena aku akan menutup hati aku untuk kakak. Kalau kakak benar-benar sayang sama aku, aku minta satu permintaan" ucap Devi
"Apa itu? Akan kakak usahakan demi kamu Dev"
"Kakak terima cinta Bela, karena kebahagian Bela juga kebahagian ku Kak"
"Tidak bisa Dev, mana bisa hati di paksa" tolak Bobi
"Mulai dari sekarang kakak belajar untuk mencintai Bela, dan belajar melupakan aku. Karena aku tidak akan bisa menerima cinta kakak" ucap Devi lalu meninggalkan Bobi yang tengah mematung. Bobi pun menyandarkan tubuhnya di balik pohon, sambil mengusap wajahnya karena prustasi.
Flasback of...
"Jadi, lho sudah tahu semuanya Bel?" tanya Devi
"Iya gue tahu" jawab Bela tanpa mengalih pandangannya
"Bel, maafin gue. Gue tidak ada maksud lain Bel, lho percayakan sama gue" ucap Devi merasa bersalah
"Gue tidak menyangka sama lho, lho bisa berbuat seperti itu"
"Bel, maafin gue. Gue tidak tahu kenapa kak Bobi suka sama gue"
"Bel, maafin gue. Tapi gue janji gue tidak akan menerima kak Bobi"
"Kenapa?"
"Gue tidak mau persahabat kita pecah, karena cowok"
"Lho itu bodoh" kesal Bela
"Terserah lho mau bilang gue apa. Yang pastinya lho harus percaya sama gue"
"Gue marah sama lho!" ucap Bela dingin
"Bel, gue harus bagaimana agar lho tidak marah sama gue. Baik gue akan blokir no kak Bobi di handphone gue agar lho gak marah lagi sama gue" Devi pun mengambil handphone nya yang berada di dalam rok, mencari kontak Bobi. Tapi dengan cepat Bela merampas hanphone milik Devi dari tangan Devi.
"Gue tidak akan marah lagi, jika" ucap Bela terjeda
"Jika apa?" tanya Devi yang sudah tak sabar lagi menunggu ucapan Bela
"Jika lho menerima kak Bobi" ucap Bela
"Maksud lho?" tanya Devi tidak yakin dengan pendengaran nya
__ADS_1
"Gue mau lho jadian sama kak Bobi."
"Tidak Bel"
"Kenapa?"
"Gue tidak bisa melakukan itu, gue tahu lho cinta sama kak Bobi. Gue tidak mau diantara kita ada yang tersakiti"
"Dev, kata siapa gue cinta sama kak Bobi"
"Kata gue. Karena lho sendiri yang bilang lho cinta sama kak Bobi. Sampai-sampai lho nembak kak Bobi"
"Itu dulu, tapi tidak sekarang" ucap Bela
"Pokoknya tidak"
"Gue mohon Dev, lho terima ya cinta kak Bobi demi gue deh"
"Lho apaan sih Bel, gak lucu" kesal Devi meninggalkan Bela yang terus memohon dengannya.
Mungkin Devi tahu gue masih menyukai Bobi, tapi gue sadar jika cinta itu tak harus memiliki. Jika kita memaksa kehendak, pasti akan ada hati yang tersakiti. Maka dari itu gue ikhlas jika Bobi bersama Devi bersatu, ya walaupun awalnya gue sakit. Tapi gue yakin seiring nya waktu berlalu perasaan itu akan hilang. Apa lagi melihatnya sudah bahagia bersama orang yang kita sayang.
"Devi... Tunggu. ." teriak Bela karena Devi telah meninggalkannya.
.......
"Tan lho harus bantu gue" ucap Ima dengan nada kesal
"Lho kenapa tiba-tiba langsung bete, gitu"
"Gue kesal" ucap Ima sambil menghentak-hentakkan kaki
"Lho boleh kesal, tapi jangan juga pelampiasannya sama gue" ucap Intan
"Lho kesal sama siapa?" tanya Intan
"Anak tukang bakso itu. Gara-gara dia Devin ninggalin gue makan bakso sendirian" kesal Ima
"Hahaha. Masa lho kalah sama anak tukang bakso. Yang gak ada apa-apa nya itu" tawa Intan
"Lho bukannya nyenangi sahabat, Mala bikin kesal"
"Iya maaf. Terus lho mau apa?"
"Gue mau kasih pelajaran tu sama cewek. Jangan dekat-dekat Devin lagi"
"Ok. Nanti kita susun rencana, dari pada lho bete mendingan kita cabut"
Bersambung....
__ADS_1
Terimakasih yang sudah berkenan membaca karya author. Jangan lupa like, komen dan vote yang banyak, ya. Sekian dan terimakasih