Salah Alamat Berujung Nikah

Salah Alamat Berujung Nikah
Tiba-tiba saja tidak menyukai warna hitam


__ADS_3

"Ceklek" pintu terbuka


"Kak Devan!!" teriakan wanita cantik. wanita cantik itu pun menutup pintu kamar Tuan Devan kembali.


"Kak Devan aku tunggu di luar. Tidak pakai lama!" ucap wanita itu


"Bang itu siapa?"


"Nanti kamu tahu sendiri sayang. Ayo kita lanjut kan lagi"


"Abang nanti saja. Itu ada tamu abang,"


"Biarin saja anak ingus itu, cuma bisa jadi penganggu saja." kesal Tuan Devan


"Ayo lah sebentar saja" rayu Tuan Devan. Aku tidak memperdulikan Tuan Devan yang tengah merayu. Aku pun langsung bangkit dari ranjang membersihkan tubuh ku, aku sengaja mengunci pintu kamar mandi, agar Tuan Devan tidak bisa masuk, kalau sampai Tuan Devan masuk entah berapa lama di dalam kamar mandi.


"Sayang, buka pintunya abang mau masuk" ucap Tuan Devan menggedor pintu kamar mandi


"Tunggu sebentar bang," ucap ku


"Mandi bareng saja sayang, agar cepat!"


" Itu mau nya abang, bukan aku!"


"Iya. Abang yang mau." ucap Tuan Devan, setelah selesai dengan ritual mandi memandi ku, aku pun membuka pintu kamar mandi. Di mana Tuan Devan sedang menunggu di depan pintu.


"Eh, abang sudah lama menunggu?" tanya ku dengan senyum jahil


"Awas kamu ya, nanti bakal abag kasih hukuman" ancam Tuan Devan, sedangkan aku senyum bahagia bisa bersama Tuan Devan kembali. Aku pun menyiapkan pakian untuk Tuan Devan, tidak lama setelah itu Tuan Devan selesai dengan ritual mandi memandinya.


"Sayang, tolong ambilin abang baju kaos!"


"Bukannya sudah ada bang!"

__ADS_1


"Iya. Tapi, abang tidak mau menggunakannya"


"Kenapa bang?"


"Abang tidak suka warnanya"


"Bukankah selama ini, abang menyukai warna hitam" ucap ku merasa aneh dengan sikap Tuan Devan, tiba-tiba saja tidak menyukai warna hitam. Padahal selama ini ia sangat menyukai warna itu.


"Iya dulu. Bukan sekarang!" teriak Tuan Devan yang tengah menahan muntah karena merasa mual melihat warna hitam. Dengan langkah cepat aku menggantikan baju Tuan Devan dengan warna coklat.


"Ini! Buang jauh-jauh!" perintah Tuan Devan sambil melempar baju itu dengan ku. Aku pun mengambil baju itu melemparkan nya kedalam box pakain kotor.


"Sayang, ayok!" ajak Tuan Devan merangkul tubuh ku. Ketika aku keluar kamar aku sudah melihat sosok wanita cantik tengah berbincang bersama mama dan Via.


"Ehem.." Tuan Devan berdhem menyapa mereka. Wanita itu tampak akrab dengan mama tetapi tidak dengan Via. Seperti nya wanita itu tidak menyukai Via.


"Kakak, lama sekali" ucap wanita itu menyalami Tuan Devan.


"Kakak, apa kakak tidak ada niat untuk mengenali kakak ipar dengan ku," ucap wanita itu sambil memanyutkan bibir. Menurut ku wanita itu lucu sekali, seperti nya umur ku dengannya tidak jauh berbeda.


"Sayang, perkenalkan ini Dara adek abang, yang mana sekarang menjadi adek ipar kamu" ucap Tuan Devan


"Dara" ucap Dara mengulur tangan dengan ku


"Sanas" jawab ku menerima uluran tangan Dara


"Senang bisa bertemu dengan kakak" aku pun tersenyum menanggapi ucapan Dara


"Pantasan saja kak Devan takut kehilangan Kakak, teryata kakak sangat cantik" puji Dara


"Kamu terlalu berlebihan Dara, masih banyak yang lebih cantik dari kakak ipar mu. Contohnya Via jauh lebih cantik dari dia" ucap mama mertua ku


"Kalau menurut ku, kakak ipar lebih cantik dari gadis mana pun kecuali aku,"

__ADS_1


"Benar Dara kata mama kamu, kamu terlalu berlebihan memuji nya, bisa-bisa nanti dia jadi besar kepala."


"Memang kenyataannya kakak ipar lebih cantik dari kak Via,"


"Jangan di samaan in dong Dar aku sama dia, jelas berbeda. Sedikit pun tidak ada kesamaannya dengan ku, lihat saja penampilannya udik seperti itu "


"Aku tidak samaain kak Via dengan kakak ipar. Yang aku katakan kakak ipar lebih cantik di banding kak Via,"


"Dara! Jaga sikap mu!" bentak mama


"Dara bakal jaga sikap jika orang itu menjaga sikapnya dengan Dara!"


"Dara kamu ..."


"Apa?"


"Kamu berani menentang mama!"


"Dara! Masuk!" perintah Tuan Devan ketika Dara ingin melawan ucapan mama.


"Baik kak," ucap Dara yang di susul oleh Sanas.


"Mama, berhentilah membuat keributan di keluarga ini. Mama sebagai contoh kami, jika sikap mama seperti ini bagaimana kami bisa menghargai mama!" ucap Tuan Devan dengan penekanan.


Bersambung...


Terimakasih yang sudah membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya dengan cara like, komen dan Vote.


Salam kecup dari authur.


muachh😘😘


"

__ADS_1


__ADS_2