Sang Dewa Gabut

Sang Dewa Gabut
Takut?


__ADS_3

Melihat banyak siswa yang memandangnya dari atas gedung, Radja melepas pegangannya dari Jonson.


"Wah, banyak preman disini ya!"


Radja malah terlihat senang ketika melihat banyak siswa memancarkan niat jahat padanya. Semua orang sedang menunggu perintah seseorang.


Semua siswa yang ada di dalam kelas keluar, guru yang sedang mengajar tidak berani berbicara ketika melihat para muridnya keluar kelas. Semua guru malah ikut keluar dan masuk ke ruang guru.


Seorang pria bule berambut kuning berjalan ke arah Radja dengan tatapan mengerikan. Tubuhnya yang setinggi 192 centimeter membuatnya ditakuti semua orang.


Wajahnya cenderung cukup tampan, jadi tidak ada yang mengira bahwa dia adalah pria yang ada di balik semua insiden SMA Iksion.


"Halo, aku Radja dari SMA Raphael. Aku datang kesini karena banyak preman yang suka bertarung." Radja malah menyapa pria bule tersebut.


"Bocah yang pemberani. Mengapa kau memukuli Jonson sampai seperti itu?"


"Bukankah tidak sopan bertanya pada orang yang baru saja memperkenalkan diri. Jadi kau adalah bos di sekolah ini tapi kok lemah amat ya..."


Radja mulai tidak tertarik ketika melihat pria bule itu hanya sekuat sopir Lisa.


Pria bule yang tidak kuat menahan tawa langsung menutup wajah dengan telapak tangannya. "Haha, bocah yang sangat menarik. Kau masih muda tapi tidak bisa melihat tingginya langit."


"Iya aku masih muda tapi dewa langit saja tidak mau bermain denganku." Radja malah membanggakan umurnya, padahal dia jauh lebih tua daripada yang dibayangkan.


Dewa langit tidak mau bermain dengannya karena setiap pukulannya bisa meruntuhkan semua kekuasaannya.


Selama kekuasaan Radja, dia telah membunuh 210 Dewa Langit tanpa sengaja. Itulah yang membuat galaksi yang melayaninya sangat sedikit.


Pria bule mengerutkan keningnya. "Cara bercanda mu sungguh sesuatu," ucapnya sambil membalikkan badan.


Ia memberikan isyarat pada pasukan untuk menghajar Radja. Seluruh siswa berandalan berlari ke arah lawan dengan wajah yang penuh percaya diri.


"Sangat mengecewakan, ternyata bos di sekolah ini seorang pengecut." Radja mengatakan sesuatu yang sama seperti yang dikatakan para polisi pada preman pasar. Sebenarnya ia tak terlalu memahami arti kata pengecut.


Pria bule menghentikan langkah kakinya, ia menunjuk atas gedung sekolah. "Datanglah ke sana jika kau mampu."


"Nah gitu dong. Jadi aku harus mengalahkan mereka semua?"


Sebelum ada yang menjawab, tinju siswa sudah berada tepat di depan wajahnya. Karena tidak mau terpukul, Radja menggunakan teknik menghindar yang di praktikkan Bagus di pertarungan sebelumnya.


Dua tangannya menggenggam tinju lawan dan memelintirnya sedikit. Teriak siswa terdengar sangat keras.

__ADS_1


"Eh, aku tidak kelewatan, Kan?" tanya Radja yang melihat tangan lawannya hampir putus.


Tidak ada yang menjawab pertanyaannya, semua orang melemparkan tinjunya tanpa tenaga. Radja menyerang dengan sangat lembut dan pasti. Satu pukulan pasti membuat lawannya pingsan di tempat.


"Baiklah ayo lakukan gerakan yang sering digunakan hyuga!" Radja mempraktikkan gerakan yang sering digunakan salah satu karakter anime.


Telapak tangannya yang lembut dan mengarah tepat pada titik lemah. Ia hanya membutuhkan 20 menit untuk membuat 260 siswa pingsan.


"Mudah sekali." Radja menepuk-nepuk telapak tangan seperti sedang membersihkan kotoran di tangan.


Disisi lain Lisa yang melihat Jerry dan kawan-kawan babak belur langung bertanya, "Dimana Radja?"


"Dia mengunjungi SMA Iksion," jawab Jerry sambil memegang dadanya.


Lisa tampak panik, dia berlari ke gerbang sekolah dan menelpon sopirnya. Dalam perjalanan ia bertemu dengan Rico yang mengambil sepeda Radja.


"Radja dalam bahaya, ayo ikut aku."


"Oh... Aku heran siapa yang bisa membuatnya mengalami situasi bahaya."


"SMA Iksion banyak anak mafia. Jika dia bertarung, besar kemungkinan para orang tua akan ikut campur."


"Aku juga mau ke sana, dia memintaku membawa sepeda karena abis ini akan pergi ke rumah makan. Aku penasaran mafia mana lagi yang akan di rampok." Rico dengan santai mendorong sepeda jengki berkarat.


Anehnya semua bawahannya juga mengatakan hal yang sama. "Demi makanan enak!"


Mereka berlari sambil menuntun sepeda jengki berkarat. Lisa yang melihat hanya bisa memiringkan kepalanya melihat kegilaan Radja sudah mulai menular.


Sopir Lisa datang dengan penampilan yang heboh. "Nona, silahkan masuk."


Lisa dengan cepat langsung masuk ke mobilnya. Ia sedikit penasaran dengan sopir yang bisa datang dalam beberapa menit saja.


"Paman, bagaimana kamu bisa datang begitu cepat?"


"Nona mungkin masih kecil saat itu, aku adalah pembalap profesional. Setidaknya aku sudah 3 kali menang di kejuaraan dunia."


"Sudah fix, kegilaan Radja menular pada orang-orang sekitar." Lisa hanya bisa tersenyum kecut sembari menggelengkan kepala.


Radja berjalan ke loteng dengan langkah kaki santai, semua siswa sudah di tumbangkan. Meninggalkan 5 siswa yang ada di loteng, mereka adalah bos di setiap kelas.


Pria Bule duduk di kursi pemimpin sekolah, ia mengambil rokok di saku dan membakarnya. "Sampai kapan kita harus menunggu disini?" tanyanya padahal baru duduk sebentar.

__ADS_1


"Mungkin 2 jam, Bos. Aku bisa melihat pria kecil itu memiliki kekuatan, jadi jangan meremehkannya," jawab seorang pria kurus di sebelah kiri.


Pria sebelah kanan yang gendut tertawa. "Bodoh, mana ada orang yang bisa selamat dari kepungan 260 orang sendirian."


"Haha." Semua orang tertawa mendengar candaan pria gendut.


"Halo guys aku sudah sampai." Radja datang sambil melambaikan tangannya. Tidak ada satupun pukulan yang berhasil melukainya.


5 orang yang ada di loteng membelalakkan matanya, mereka tidak mengira Radja bisa datang dalam beberapa menit saja.


"Apa yang dilakukan orang bodoh itu!" teriak Pria Bule dengan suara keras.


"Oh... Mereka tiduran di lantai." Radja malah menjawab pertanyaan Pria Bule dengan sangat santai.


"Hah?" kelima preman kebingungan.


"Lihatlah, mereka tiduran dilantai." Radja menunjuk bawah.


Dua pesuruh pria bule langsung mengeceknya, siapa sangka perkataan Radja benar. Keduanya langsung membisikkan pada bosnya.


"Kau memiliki keberanian, Bocah." Pria Bule memberikan isyarat untuk menyingkirkan Radja dengan cepat.


Keempat preman langsung berlari dan memasang kuda-kudanya untuk mengalahkan Radja. Karena sangat bosan, Radja yang sedang di kepung malah menguap.


"Huh, sampai kapan kalian akan berdiri?" tanya Radja sambil menutup mulutnya.


Pria gemuk berlari seperti seekor sapi, ia adalah juara dari judo. Kemampuannya berfokus pada kekuatan tubuh untuk menghancurkan lawannya.


Radja di tubruk dengan tubuhnya, pria gemuk mengangkat dan membantingnya ke tanah hingga suara benturan terdengar sangat keras.


"Bocah sombong, kau tidak bisa menghindari serangan dasar seperti itu!" teriak pria besar melihat kepulan debu.


Anehnya Radja malah terlihat santai, dia membuka permen karet yang di berikan Sutri. Mulutnya mengunyah dengan santainya mengatakan, "Apa itu tadi?"


Sambil membersihkan baju Radja bangun. "Kenapa kalian jadi pendiam sih?"


Kelima orang tampak bengong melihat Radja yang tidak terluka setelah di banting begitu keras. Bahkan Pria bule itu akan patah tulang ketika mendapat serangan keras seperti itu.


Seperti biasa Radja meniru kuda-kuda pria gendut dan mendorong tubuhnya. Ia meniru gerakan dengan sangat sempurna, bedanya yang terbang sekarang adalah pria gendut yang tubuhnya 3 kali lebih besar darinya.


Kepala pria gendut mendarat di tanah, orang biasa akan mati ketika terkena serangan seperti itu. Untungnya pria gendut sudah melakukan pelatihan khusus bertahun-tahun, jadi dia hanya pingsan.

__ADS_1


"Mantap juga bisa membanting sapi ke tanah. Bagaimana jika kita membakarnya?" tanya Radja melihat Pria Bule yang masih terkejut.


__ADS_2