Sang Dewa Gabut

Sang Dewa Gabut
Sejarah Dunia


__ADS_3

Radja tampak sedih, untungnya sosok pria yang dikenal datang dan langsung memberi hormat.


"Bos, akhirnya kamu kembali!." Pria itu tidak lain adalah Rico.


"Weh, siapa kau?" tanyanya.


"Rico, Bos. Sudah 15 tahun sejak kamu meninggalkan Bumi. Kami terus menunggumu dan melindungi kedua orang tua." Rico mengatakannya dengan ekspresi sedih.


"Dimana yang lain?"


"Mereka mati di tangan musuh. Percayalah Bos, semua orang tidak memiliki penyesalan!." Rico membungkuk meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan teman-temannya.


"Kalian bisa mati? Aku juha penasaran bagaimana rasanya, Ya. Antar aku ke markas musuh, kali aja bisa mati." Radja malah antusias dengan kata mati, itu karena sepanjang hidupnya tidak pernah merasakan mati.


Rico mengangguk. "Baiklah ikuti saya, Bos."


Dalam sekejap mata Rico berpindah dan berlari ke arah utara. "Maaf, Bos aku menggunakan terlalu banyak tenaga!." Dia menoleh ke belakang dan melihat Radja mengejarnya dengan muka datar.


"Eh apa larimu masih selambat dulu?" tanya Radja dengan wajah polos.


Rico melepaskan energi paling kuatnya, ia langsung melesat bagaikan peluru yang baru lepas dari pistolnya.


Setelah beberapa kilometer, Rico menoleh ke belakang memastikan Radja masih mengikutinya. Wajahnya berubah jelek ketika melihat bocah setinggi 150 centimeter mengejarnya sambil makan daging kambing.


"Apa belum sampai? Aku mencium ada masakan enak disana." Radja malah mengalihkan fokusnya pada seorang perempuan yang memasak.


Tanpa menunggu jawaban Rico, Radja mendarat dan mendekati perempuan itu. "Hei, Bocah. Apa kau yang memasaknya?" tanya Radja dengan penuh semangat.


Perempuan itu berumur 60 tahunan tapi di panggil Bocah oleh anek muda yang tampak 15 tahunan.


"Sungguh etika yang buruk. Anak siapa kau?" tanya Perempuan tua itu sambil mengaduk panci masakannya.


Radja yang menganggap itu pujian langsung mengambil mangkuk dan menyodorkannya. "Aku minta semangkok," katanya dengan wajah polos.


Perempuan Tua tidak menggubris, ia tetap mengaduk makanan dengan tempo yang stabil. Setelah setengah jam, Radja masih menyodorkan mangkuknya menunggu Perempuan Tua memberinya.


"Bocah Anjing, apa kau tidak paham apa yang kumaksud!." Perempuan Tua berteriak sambil membanting pengaduk supnya.

__ADS_1


"Bukannya Supnya masih mentah. Aku siap menunggunya selama 1 tahun." Radja malah menyanggupi menunggu sup Perempuan Tua.


Rico baru sampai, ia tampak kelelahan karena mengejar Radja hingga Benua Utara. "Bos, akhirnya aku sampai. Siapa dia..." Rico menghentikan perkataannya dan segera memberi hormat.


"Maafkan kelancaran saya Nona Asteria." Rico tampak ketakutan berada di depan Perempuan itu.


Radja malah menepuk telapak tangan kirinya dengan kepalan tangan kanannya. "Nah, sudah aku duga. Kau bocah yang menyamar menjadi wanita tua. Hei Bocah, cepat beri aku Supmu!"


Wajah polos Radja membuat Asteria marah, kepalan tangannya langsung mengarah ke wajah bocah 150 centimeter itu.


Ledakan terjadi hingga pohon di sekitarnya tumbang. Bahkan rumah kayu luluh lantah rata dengan tanah. Udara di sekitar ketakutan, Asteria melepaskan tekanan kuat untuk menenangkannya


Radja tidak bergerak dari tempatnya, ia masih menyodorkan Mangkuk ke arah Asteria. "Seorang bocah memukul pria ini. Sungguh tidak sopan, cepat berikan Supmu!"


Rico masih berdiri dengan cara menancapkan kedua kakinya ke tanah. Asteria menggukan pakaian perang untuk mengurangi dampaknya. Radja tidak melakukan apa-apa, ia bahkan merogoh rongga hidungnya.


"Siapa kau?." Asteria tercengang melihat Radja yang berdiri tidak terpengaruh serangannya.


Rico mendekat dan memberi hormat pada Asteria. "Dia bos saya. Mohon maafkan kelancaran kami." Rico menjadi orang yang bermartabat setelah pertarungan tiada henti 15 tahun terkahir.


"Siapa juga kau?"


Radja langsung mengalihkan pandangannya ke Rico. "Wow, kau sekarang seorang pemimpin. Keren..."


"Entah kenapa dipanggil keren olehmu tidak membuatku senang sama sekali, Bos." Rico sudah mulai kembali seperti dulu.


"Hahaha, kau memang pantas menjadi ketua geng dari preman-preman." Radja menunjuk muka Rico sambil tertawa.


Rico hanya bisa menghela napas dan menahan amarahnya memukul bocah di depannya. "Benar, Bos. Aku berhasil menjadi pemimpin dari para preman."


Asteria kebingungan dengan dua orang aneh di depannya. Rico pemimpin Guild terbesar nomor 10 benar-benar terlalu menghormati bocah 15 tahun.


Asteria menuangkan sup ke mangkuk Radja. Kemudian ia duduk di dekatnya. "Apa kau menghilang 15 tahun lalu?"


Rico menyahut tanpa menjawab pertanyaan Asteria. "Bos, 15 tahun lalu Bumi di serang monster jahat, bentuknya menyerupai Naga Hitam."


"Bagus-bagus, ceritakan dongeng yang menyenangkan. Apa Naga Hitam itu masih hidup?." Radja bertanya dengan polosnya.

__ADS_1


Rico mengeratkan giginya dan ingin memukul wajah bocah kematian di depannya. "Sabar, sabar," gumamnya pelan.


Rico meneruskan penjelasan, 15 tahun setelah lubang besar muncul dan Radja terhisap kedalamnya, banyak monster mulai keluar dari Dungeon. Kejadian itu menjadi kiamat untum Bumi, miliaran orang kehilangan nyawanya.


Untungnya setelah umat manusia berkurang hingga 80%, seorang Dewa mengulurkan bantuannya. Mereka memberikan secuil cahaya berupa kekuaran tak masuk akal.


Orang-orang sekarang menyebut pemberian Dewa itu sebagai Berkat. Setiap orang yang mendapat Berkah bisa merasakan aliran energi dan memperbaikinya sehingga menjadi Manusia Super.


Radja tidak peduli dengan cerita Rico yang sangat melo. Ia malah meminum sup buatan Perempuan Tua, setelah habis ia mengambilnya lagi.


Tepat setelah menuangkan satu sendok sup, Perempuan Tua memukul kepala Radja. "Bocah dengarkan orang bercerita!."


"Oh, Tidak sakit sialan!" seru Radja mengungkapkan perasaannya sambil meneruskan tangannya mengambil sup.


"Setidaknya buat ekspresi yang sama dengan tindakanmu, Anjing!" umpat Perempuan Tua sudah mulai tersulit amarah.


"Mengatakan nama hewan di akhir kata itu tidak baik, Bocah. Perbaiki sikapmu atau Rico akan memukulmu!." Radja selesai mengambil sup dan segera meminumnya.


Rico terus menjelaskan mengapa dunia berubah. Manusia menganggap Naga Hitam adalah monster paling kuat, ternyata ada banyak Dewa dan Iblis yang menguasai Bumi.


Saat ini Bumi dibagi menjadi 5 Benua, yaitu Benua Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Tengah. Benua Utara ditempati para manusia yang dianggap Keturunan Dewa, Asteria adalah salah satunya.


Sedangkan Rico memimpin salah satu guild terbesar di dunia, dengan Benua Tengah sebagai markas utamanya.


Guild Blue Tiger tersebar ke lima benua, makanya mereka disebut sebagai Top Teen. Anggotanya tidak terbatas manusia, Rico juga memimpin Demi Human atau setengah manusia.


Manusia di Bumi hampir punah, Rico harus menyesuaikan dirinya. Untuknya teman-temannya yang dilatih Radja berhasil selamat dari kiamat dan sempat memimpin umat manusia. Namun banyak orang tidak setuju dengan keputusan Rico menampung Demi Human, makanya banyak trik kotor digunakan hingga Blue Tiger menurun dan sampai ke titik sekarang.


Dalam prosesnya, teman-teman Rico tumbang satu persatu demi melindungi dua orang tua penjual Nasi Goreng.


Rico dan teman-temannya tidak menyesal, akhirnya hanya Rico yang masih berdiri setelah 15 tahun.


"Seperti itu ceritanya." Radja menutup matanya tampak sedih.


Radja dengan santainya menyodorkan mangkuk sup dan memberikannya pada Rico. "Tenangkan dirimu, aku tidak paham apa yang kau rasakan. Tapi waktu berjalan sangat cepat."


Asteria langsung memukul kepala Radja dan berkata, "Berhentilah membuat masalah Sialan!"

__ADS_1


"Kenapa bocah sekarang senang sekali memukul kepala." Radja tidak merasa sakit sedikitpun. Ia hanya diam dan meminum sup di mangkuk yang ingin diberikan.


"Sudahlah, aku kurang tahu perasaan manusia. Ayo makan saja." Radja kembali ke kuali sup dan mengambilnya.


__ADS_2