
Kekalahan Kaisar menyebar ke seluruh penjuru kerajaan. Banyak pendekar yang mulai meragukan kejayaan kerajaannya, akhirnya mereka memilih untuk pergi.
Radja yang menjadi pusat pembicaraan malah masak di dalam istana kerajaan karena masakan koki tidak enak. Wajan dan sudip di goyang hingga apinya membakar langit-langit dapur.
"Wah, di dunia ini masih banyak minyak tanah!" ucap Radja dengan penuh semangat. Padahal minyak yang digunakan adalah minyak untuk peledak.
Ye Mo hanya menepuk pundak ayahnya, "Lebih baik biarkan bajingan gila itu berbuat semaunya."
Kaisar menghela napas dan bertanya, "Apa benar dia adalah guru yang membangkitkan ki dalam tubuhmu?"
"Tidak perlu di ragukan lagi, ia memang guruku."
"Seberapa kuat dia?"
Ye Mo membayangkan semua tindakan gurunya yang tidak dapat diprediksi. Tanpa sadar bulu kuduknya berdiri karena mengingat semua siksaan yang ia dapatkan.
"Aku tidak tahu. Yang pasti bajingan gila itu tidak pernah bertarung serius."
Ye Mo dan Kaisar mulai berpikir keras seberapa kuat Radja yang sedang membakar dapur istana. Semakin lama Radja memasak, langit-langit dapur istana semakin habis.
Setelah beberapa saat, masakan Radja akhirnya matang. Ia mengangkat wajan dan menaruhnya du wadah. Sudah dapat dipastikan Radja memasak nasi goreng kebanggaannya.
Api yang tidak kunjung padan di tiup, tanpa peringatan tembok dan atap dapur istana runtuh. Disisi lain, Radja sudah berbalik dan mengangkat piringnya. Jadi secara kasat mata ia tidak melihat kehancuran dapur istana.
"Ini namanya masakan," kata Radja sambil menaruh piringnya di atas meja.
Kaisar dan Ye Mo hanya bergumam pelan, "Orang gila dari mana yang makan dengan nampan dan centong sebesar itu!"
Radja yang tidak punya rasa malu langsung mengambil centang dan makan nasi goreng. Ye Mo yang sudah pernah merasakan masakan Radja langsung duduk dan mengambil nasi dengan tangan kosong.
"Hah?"
Tentu saja kaisar terkejut melihat kelakuan putranya yang tidak mencerminkan pangeran elegan. Namun entah mengapa hatinya sangat ingin memakan masakan Radja. Tanpa sadar tangannya mengambil nasi dan memakannya.
Pikirannya melayang layaknya pria yang jatuh cinta, pakaian kaisar yang begitu elegan langsung di buang dan tangannya dengan cepat mengambil nasi.
Ye Mo dan ayahnya tidak kalah cepat, mereka berlomba untuk menghabiskan nasi goreng di nampan besar. Namun Radja masih menjadi juaranya karena menggunakan centong sebagai sendoknya.
"Huh, akhirnya aku membuat makanan yang layak. Sudah 6 jam lebih 5 menit 23 detik 782 milidetik!" ucap Radja yang begitu ambigu.
"Mana ada orang yang menghitung jam makannya sampai mili detik!" gumam Ye Mo dan Kaisar yang saling menatap.
__ADS_1
Mereka menyandarkan tubuhnya ke kursi. Kelezatan masakan itu tidak akan pernah mereka lupakan.
Tiba-tiba Radja berdiri dan ingat sesuatu tentang raja dunia ini. Ia harus mengalahkannya supaya keluar dari dunia murim.
"Ye Mo, apa kamu pernah mendengar orang terkuat di dunia?" tanya Radja dengan ekspresi datar sambil membersihkan giginya dengan jari telunjuk.
"Pengetahuanku terlalu rendah, orang yang paling kuat setahuku anda."
"Sejak kapan kau menjadi begitu sopan? jangan berharap aku masak lagi, bahan-bahannya sudah habis."
"Hah, aku kita bisa dapat bonus seperti biasa."
Kaisar menyahut, "Pria terkuat yang pernah aku temui adalah 7 kaisar manusia. Mereka pernah menghentikan invasi sekte iblis dan memukul mundur Kaisar Iblis yang sangat kuat."
"Hoo... Sekte iblis sepertinya menarik. Dimana mereka?"
"Aku juga tidak tahu, mereka bersembunyi 100 tahun lalu. Sejak kalahnya kaisar iblis, tidak pernah ada pergerakan yang mereka tunjukkan."
Radja menutup mata dan menyebarkan aura lembutnya. Setelah beberapa detik ia menemukan tempat persembunyian para murid sekte iblis.
"Ye Mo, ayo ikut aku ke sekte iblis. Mereka mempunyai banyak bahan makanan, mungkin kita akan pesta!"
Ye Mo dan Radja langsung berdiri, tanpa berpamitan mereka keluar dari istana dan pergi menuju jurang kematian.
"Tentu saja anda pantas ayahanda!" ucap seorang pangeran tampan. Ia adalah pangeran pertama atau calon kaisar berikutnya.
Tepat setelah Ye Mo keluar dari gerbang kerajaan, tangan Radja langsung menarik kerahnya dan berlari dengan kecepatan tinggi. Pesawat terbang akan kalah dengan kecepatan lari mode sangat sederhana milik Radja.
Sesampainya di depan sekte iblis, Radja mendongak melihat gerbang yang begitu tinggi. "Apa kita harus memanjatnya?"
"Tidak perlu, ada dua penjaga yang bisa kita tanyai." Ye Mo mendekati dua penjaga gerbang yang tampak sangat kuat.
"Tunjukkan kartu identitas!" bentak seorang penjaga.
"Aku tak punya," jawab Radja dengan santainya.
"Kalau begitu aku tidak akan membuka gerbangnya!"
"Oke!"
Radja dengan santai mendekati gerbang setinggi 9 meter. Setiap meternya mewakili berat dari pintunya, semakin tinggi pintu yang terbuka maka orang itu semakin kuat.
__ADS_1
Karena penampilannya seperti kakek tua, dua penjaga tidak memperdulikannya. Radja dengan santai menendang gerbang Sekte Iblis, seketika 9 gerbang terbuka.
Tidak hanya terbuka, gerbang super kokoh itu tumbang. Radja melihat kanan dan kiri, tangannya yang tak punya rasa malu langsung meraih kerah Ye Mo dan berlari ke hutan.
Tujuannya tentu saja bahan makanan, Radja menghancurkan beberapa tanaman roh yang tidak berguna untuk mengambil akarnya.
Ratusan murid sekte iblis mengepungnya, Radja tidak peduli dan melanjutkan pencariannya. Ye Mo dengan susah payah menghadapi mereka semua.
"Bajingan, apa yang kau lakukan pada perkebunan roh milikku!" teriak pemimpin sekte iblis.
Radja sempat melihatnya, tetapi ia tidak peduli dan melanjutkan pencariannya.
Pria berbaju hitam dan mata sayu itu langsung mengayunkan pedangnya. Sebuah sayatan pedang menghantam Radja yang berjongkok di depan tumbuhan roh.
Serangan ketua sekte berhasil mengenai kepala Radja. Bukannya kesakitan, Radja malah mengukur kepalanya.
"Apa tadi ada semut? Terserahlah!" katanya sambil melanjutkan perburuan bahan makanannya.
Seekor sapi besar muncul, kulitnya berwarna merah darah. Ia adalah binatang penjaga sekte iblis.
"Wah akhirnya ada sapi yang bisa dimasak." Radha dengan kecepatan tinggi mengiris leher leluhur sekte iblis dengan tangannya.
Kepala dan tubuh sapi putus sempurna, Radja dengan cekatan menguliti sapi tanpa harus di pompa terlebih dahulu.
"Panen hari ini sangat melimpah. Ye Mo, ayo pulang!" serunya menoleh kebelakang.
Matanya terlihat datar ketika melihat Ye Mo terbaring di tanah. Ratusan murid dan ketua sekte iblis menghajarnya habis-habisan.
"Ye Mo, cepat bangun. Sudah waktunya kita pulang." Radja mengatakannya dengan santai, padahal wujudnya tampak seperti kakek tua.
Layaknya mayat hidup, Ye Mo bangun dan memukuli orang di atasnya. "Iya, sepertinya hari mulai malam. Ayo pulang!"
Semua murid sekte iblis hanya bisa menganga melihat manusia yang hampir mati bangun dengan santai.
"Bagaimana kau bisa melakukan itu?" teriak ketua sekte iblis.
Ye Me menoleh ke arahnya. "Lebih baik aku mati daripada menolak permintaannya. Kalian semua lebih baik minta maaf dan jadilah adik seperguruanku!"
"Bodoh, dewa kami tidak akan membiarkan kalian lolos!"
Radja menunjuk kepala sapi yang belum di masukkan ke dalam ruang penyimpanan. "Ye Mo, bawa kepalanya. Kita akan memanggangnya!"
__ADS_1
Tangannya dengan penuh percaya diri mengambil kepala sapi yang cukup besar. Ye Mo memikul kepala sapi layaknya sebuah hasil buruan.
Semua anggota sekte iblis terdiam dan melongo melihat dewa penjaga mereka di bawa tanpa tubuh. Bahkan mereka mendengar bahwa kepalanya akan dipanggang layaknya sapi.