Sang Dewa Gabut

Sang Dewa Gabut
Kisah


__ADS_3

Bukannya menyesal dengan perbuatannya, Radja malah santai sambil membuka bungkus permen karet. Ia berjalan ke sumber ledakan dan melihat helikopter hancur berkeping-keping.


Radja berkata, "Sangat disayangkan, pesawat kecil kita hancur." Tangannya dengan santai meraih besi yang masih panas karena ledakan.


Panas dari besi tidak dirasakan, ia menggoyang-goyangkan besi panas supaya cepat dingin.


"Bung, apa ada gajah disini?" tanya Radja pada Bos Mafia yang sudah terbiasa melihat hal gila.


Bos Mafia menunjuk arah utara, Radja langsung bergerak dan menggeret 2 gajah dengan kedua tangannya.


"Hewan kecil, ayo semprot helikopternya." Radja malah menyuruh dua gajah besar untuk menyiram helikopter yang terbakar.


"Bos, gajah tidak bisa menyemprotkan air tanpa meminum airnya terlebih dulu," ucap Rico dengan suara pelan.


"Oh..."


Radja mengepalkan tangan dan meninjau tanah. Sebuah lekukan kolam yang berisi air penuh telah tercipta.


Gajah segera menyemprot helikopter dengan sekuat tenaga. Mereka tidak mau berurusan lebih lama dengan monster gila.


Setelah berhasil memadamkan api helikopter, tembok rumah di sisi lain runtuh akibat pukulan keras tadi. Seketika rumah megah yang berdiri tegap jadi hancur rata dengan tanah.


"Yah, kita tidak jadi masuk rumah mewah. Sangat disayangkan." Radja tidak merasa bersalah sedikitpun, ia tidak tahu bahwa tinjunya telah merobohkan rumah bos mafia.


Gajah yang dipaksa menyiram helikopter kembali ke kandang, sedangkan Radja melihat kerangka mesin helikopter yang gosong.


"Rico, apa kamu punya palu?" tanya Radja yang merencanakan sesuatu.


"Aku punya, tunggu sebentar, Bos." Rico langsung pergi ke reruntuhan dan mengangkat tembok yang runtuh. Tangannya langsung menjangkau sesuatu, palu itu sedikit besar dari biasanya.


"Apa di rumah mewah palu sebesar ini?" tanya Radja yang memegang bogem.


Biasanya bogem memiliki panjang satu meter dan terbuat dari baja yang sangat berat. Namun Radja dan Rico membawanya seperti mengangkat kapas.


"Aku juga tidak tahu, Bos." Rico benar-benar tidak tahu masalah palu besar, menurutnya selama itu ada mata baja dan pegangan disebut palu.


Radja mengambil kerangka helikopter dan menyeretnya, tangannya yang lihai menggunakan palu memikul besi untuk memperbaiki kerangka helikopter.


Robert dan para mafia hanya diam tanpa kata bersama preman-preman yang sedang menyalakan api.


"Hi, apa yang kau lakukan?" tanya Bos Mafia melihat preman.


"Apa matamu sudah buta. Kami jelas-jelas menyalakan api," jawab preman ketus.

__ADS_1


"Maksudku untuk apa?"


"Oh... Ngobrol dong. Aku ingin membuat api unggun sepertinya banyak makanan yang perlu di bakar nanti."


Singa, harimau, dan cheetah mendengarnya. Mereka hanya pasrah ketika Radja mengulitinya dan dagingnya dimakan.


Radja terus memukul mukul kerangka helikopter. Robert dan para mafia mendatangi api unggun untuk bercengkrama dengan para preman.


"Sebelumnya aku melihat kalian sangat lemah. Bagaimana sekarang bisa menjadi sangat kuat?" tanya Robert dengan wajah serius.


Rico duduk di tanah dekat dengan api unggun. "Ceritanya sangat panjang, jadi duduklah untuk mendengarkannya."


Para mafia dan Robert duduk manis di tanah tanpa alas. Mereka memasang telinga untuk mendengar cerita Rico yang dikatakan sangat panjang.


"Awal mulanya kami dihajar oleh sekelompok satpam, kemudian jatuh dari jurang dan berlatih sampai sekarang. Selesai." Rico mengatakannya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Wajah semua orang tampak datar, kecuali para preman yang bertepuk tangan mendengar cerita Rico yang sangat mengharukan.


Seorang preman baru datang karena hukuman sit up yang baru diselesaikan. "Bos, bagaimana dengan dua orang yang harus push up," ucapnya sambil menunjuk preman yang kalah sebelumnya.


"Oh iya, kalian push up 15 ribu kali." Rico menunjuk keduanya dengan santai.


Mendengar perintah, keduanya langsung push up seperti seekor ayam yang sedang makan.


"Apa mereka tidak akan mati?" tanya Robert sedikit kebingungan.


"Kami sudah mengalami kematian ratusan kali. Jadi mati sudah menjadi teman akrab kami," sahut Rico menjawab pertanyaan Robert.


"Bagaimana kalian bisa menjadi pengguna mana dalam waktu 7 hari?"


Robert terus bertanya untuk menggali informasi mendetail, ia terjebak di petarung tingkat 8 selama 2 tahun. Namun ada sekelompok orang yang baru saja berlatih sudah menjadi pengguna mana.


Biasanya mana akan keluar setelah seseorang mencapai petarung tingkat 10. Artinya Rico dan para preman sudah di atas petarung tingkat 10.


"Aku juga tidak tahu, yang pasti kami menjalankan semua tugas dengan sangat baik. Push up 15 ribu hanyalah latihan ringan." Rico menunjuk dua orang yang baru melakukan push up sudah duduk kembali.


Robert membelalakkan matanya, para preman tidak pernah membantah Rico. Namun semua preman sudah duduk manis menandakan tugasnya sudah selesai.


"Apa mereka sudah menyelesaikannya?" tanya Robert penasaran.


"Iya, menurut kalkulator, kami bisa melakukan push up sebanyak 5 kali dalam satu detik. Artinya tidak lebih dari satu jam untuk menyelesaikannya," jelas Rico.


"Bagaimana mungkin manusia bisa menyelesaikan push up sebanyak itu!" teriak semua orang dalam hatinya.

__ADS_1


Rico memberikan kode tangan aneh. "Carikan beberapa cacing di hutan, atau apalah yang bisa dimakan," ucapnya.


Para preman langsung berlari seperti orang kebelet pipis.


Robert terlihat penasaran dengan kode tangan yang ditunjukkan. "Tadi itu kode apa?"


"Tidak ada artinya, itu kulakukan biar keren aja seperti para tentara nasional." Wajah Rico tampak sangat datar, ingin rasanya tangan memukulnya.


Setelah menunggu beberapa menit, para preman kembali membawa binatang yang bisa dimakan. Contohnya seperti ular berbisa, kalajengking berbisa, sampai katak berbisa.


"Aku tak akan mati kan, Bos?" tanya seorang pengawal.


"Diam."


Bos Mafia juga sedang ketar ketir melihat hewan yang di bawa benar-benar menakutkan, bahkan sampai ia menelan ludahnya.


"Mengapa kalian bawa itu. Ingat sekarang kita sudah lulus latihan, jadi bawa rusa atau apalah yang dagingnya lezat!" bentak Rico.


Bukannya menaruh para hewan berbisa, para preman mengembalikan binatang itu ke tempat asalnya.


Akhirnya mereka membawa 9 rusa yang terlihat sangat gemuk dan berisi. Dagingnya terlihat sangat mantap padahal belum di bakar.


"Akhirnya selesai!" ucap Radja yang berhasil memperbaiki helikopter hanya dengan palu bogem. Penggunaan sihir juga berpengaruh pada perbaikan kali ini.


Ia masuk kedalam kemudi dan menerbangkan helikopter dengan sangat lancar. Tak berasa api unggun yang dibuat susah payah harus padam karena hembusan baling-baling.


Robert dan para mafia tiarap karena Hembusan angin sangat kencang, sedangkan para preman hanya berdiri seperti tidak merasakan apapun.


"Bos memperbaikinya dengan sangat baik. Ayo naik!" teriak Rico yang melompat ke dalam helikopter, disusul oleh para preman.


"Apa telinga mereka tidak hancur karena suara helikopter ya?" gumam semua orang.


"Woh, helikopternya jadi semakin kencang." Radja memutar kemudi dengan sangat cepat. Dari bawah orang hanya melihat helikopter sedang kesurupan.


"Mereka benar-benar gila!" kata Robert melihat keatas.


Bos Mafia juga mengatakan hal yang sama. "Sungguh bodoh anakku membuat keributan dengan para preman itu."


"Sebaiknya jangan melakukan hal gila itu lagi. Pemilik Arena Bawah Tanah saja kalah lawan bocah kecil itu." Robert mengatakan sesuatu yang membuat semua mafia dan pengawalnya merinding.


Namun ada sesuatu yang baru di sadari semua orang. Mereka saling memandang, termasuk Robert yang juga kebingungan.


"Tunggu, bagaimana cara memperbaiki helikopter dengan palu?"

__ADS_1


__ADS_2