
"Wah rumahnya hancur. Rico ayo bangun rumah untuk mereka!" ucap Radja dengan penuh semangat. Dia tidak sadar meninggalkan Dewa Neraka tergeletak tak berdaya.
Rico dan Radja bekerja membangun rumah, dibantu dengan Hadi dan Sutri mereka berhasil menyelesaikan rumahnya sebelum Dewa Neraka bangun.
"Wah, rumahnya cukup mewah. Rico darimana kamu me dapatkan semen dan batubatanya?" tanya Radja.
Rico menggaruk punggung kepalanya. "Hehe, aku menyimpan banyak bahan bangunan di ruang publik nyimpenku. Jaga-jaga saja kamu menghancurkan bangunanku, Bos."
Fakta menunjukkan, Radja selalu menghancurkan bangunan disekitarnya, dan anehnya semua bangunan yang hancur itu milik Rico.
"Oh, baiklah. Ayo masak, api disini cukup panas untuk membakar beberapa ikan segar." Radja menoleh ke lautan lava, tanpa pikir panjang dia masuk dan mengambil ikan neraka.
Besarnya seukuran rumah mewah yang baru di bangun, Radja menyeretnya keluar lava. "Rico ambil batu api disana," katanya sambil menunjuk gunung neraka.
Tidak hanya siper panas, gunung itu langsung menghanguskan manusia yang mendekatinya. Rico menelan ludahnya dan membulatkan tekad.
Setelah langkah ketiga, Rico berbalik. "Bos, apinya terlalu panas. Tidak mungkin aku bisa mengambilnya!" ucapnya sambil memeluk kaki Radja.
"Kau sudah jadi kakek-kakek." Radja dengan santainya melangkah dan mendaki gunung. Dia mengambil 4 batu api neraka, ada seekor naga yang menjaganya.
Ketika Radja berbalik, dia sempat ingin menghembuskan napas api. Namun Dewa Neraka memberi isyarat untuk membiarkan bocah kematian itu mengambilkan batunya.
"Hai, kadal besar." Radja berbalik dan melihat gigi tajam Naga Api.
Kemudian dia menoleh ke arah Rico. "Rico, apa kamu ingin makan kadal. Sepertinya disini ada empat kadal yang siap dimasak!" teriaknya ke arah Rico.
"Bukan pilihan bagus makan kadal di udara panas sepeti ini, Bos. Tapi kadal bakar sepertinya nikmat." Rico dengan santainya mengatakan itu. Dia sedang menguliti ikan neraka yang punya sedikit daging.
"Ok, kalau gitu ambil satu aja." Tangan suci Radja segera menarik gigi naga api dan membantingnya. Bantingannya sangat keras hingga membuat naga api mati seketika.
Gunung api tiba-tiba meletus, sejumlah lava mulai menyiram makhluk di bawahnya. Tiga naga yang bersembunyi hanya diam, mereka tidak menyangka Raja Naga Api mati sangat tidak terhormat. Serta berakhir menjadi santapan manusia rendahan.
Radja, Rico, Sutri, dan Hadi menikmati daging bakar. Tentu saja Radja menghabiskan 98% dagingnya. Sedangkan Rico sedang menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.
Sutri dan Hadi juga melakukan hal yang sama, padahal mereka sudah mati tapi kekuatannya masih bisa dipupuk dan dikembangkan. Jika mereka cukup kuat, mungkin saja bisa menjadi kandidat Dewa Neraka selanjutnya.
__ADS_1
Setelah berbincang cukup lama, Radja dan Rico berpamitan. Mereka kembali ke bumi dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Dimana ini?" tanya Rico yang tidak mengenali tempat ini. Gedung-gedungnya sangat tinggi, teknologi ini melebihi zamannya saat Rico menjadi ketua asosiasi pemburu.
Radja memeriksa sekitarnya, dia tidak menemukan bahan makanan yang layak untuk dimakan. "Sepertinya aku harus mengambil bumbu dari dimensi lain. Segel kedua ku benar-benar tidak bisa di kembalikan, sayang sekali."
Dengan sedikit usaha, Radja berhasil menemukan beberapa tanaman berwana hitam. Dapat dipastikan itu jamur beracun.
"Rico, kenapa banyak sekali cicak disana?" tanya Radja menunjuk monster setinggi 5 meter yang jalannya seperti cicak.
Rico terkejut melihatnya, monster itu tidak pernah ada di zamannya. "Bos, kita harus cepat pulang!"
"Baiklah," kata Radja sambil menarik kerah Rico. Dia melompat dan terbang menuju kota terdekat.
"Uegh..." Rico muntah karena kecepatan terbang Radja tidak manusiawi. Rico menduga kecepatan lari dan lompatnya sekitar 21 mach.
Gedung-gedung pencakar langit tampak ada didepan mereka. Radja dengan santainya menarik Rico masuk ke dalam benteng.
Setelah masuk, mereka dihadang 2 penjaga yang mengenakan pakaian khusus tempur. "Siapa kalian?" tanya penjaga.
Dunia berubah lagi, padahal Radja baru saja sampai beberapa hari. Seroang wanita dewasa terbang dan mendatangi mereka.
"Radja, sudah lama kita tidak bertemu." Lisa menyapanya dengan pakaian khusus tempur.
"Apa yang terjadi, kenapa dunia berubah lagi?" tanya Rico yang penasaran. Kekayaannya hilang karena tidak ada orang yang merawatnya.
"Ceritanya panjang, ayo masuk dulu. Biarkan aku menjelaskannya." Lisa menggandeng Radja dan meninggalkan Rico di depan.
Setelah mereka sampai di gedung tertinggi, Lisa mulai membuka pembicaraan. Dia melepas pakaian tempur dan digantikan dengan pakaian santai.
"Sudah 20 tahun kamu menghilang," kata Lisa.
Rico tidak percaya, dia benar-benar baru beberapa hari di Neraka. Namun aliran waktu di bumi berlalu sangat cepat.
"Terus, apa yang terjadi dengan para Kultivator dan Pemburu?" tanya Rico dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Musnah, sekarang kita berada di zaman Para Super Human. 5 tahun yang lalu dunia diserang monster raksasa, para Kultivator dan Pemburu mencoba segala cara. Namun semuanya mati tak menyisakan warisan."
Setelah dua tahun, manusia menerima wahyu dari para dewa. Manusia mendapat kekuatan baru dengan mencampurkan teknologi dan seni beladiri.
Hanya dengan menggabungkan teknologi nano, manusia berhasil menciptakan Super Human yang bisa melawan monster raksasa.
Super Human punya fisik yang jauh melebihi manusia biasa. Meraka bisa menggetarkan gunung dengan pukulannya, bahkan bisa membela laut dengan ayunan pedangnya.
Saat ini hanya ada 21 benteng yang tersisa di seluruh dunia. Salah satunya adalah milik Lisa, benteng ini didirikan kakeknya yang sekarang sudah meninggal. Dengan kekayaan keluarganya, Lisa berhasil membangun benteng yang aman untuk manusia.
"Apa kalian tertarik menjadi Super Human?" tanya Lisa dengan santai. Dia masih cantik meskipun umurnya sudah sangat tua. Hal itu karena dia melewati bayak zaman yang terus berubah.
Radja tidak tertarik menjadi Super Human karena dia akan kelihatan kebebasannya makan nasi goreng.
Rico mengikuti jejak bosnya, meskipun dia tidak kuat, setidaknya Rico pernah menjadi orang terkuat di dunia.
"Baiklah, aku menghargai keputusan kalian. Untuk mengisi waktu luang, bagaimana kalau melihat latihan para Super Human." Lisa mengajak Radja dan Rico berkeliling ruang pelatihan.
Setelah berjalan beberapa langkah, Lisa langsung melemparkan saran. "Rico kenapa kamu tidak mencoba bertarung dengan mereka?" tanyanya.
Radja langsung bersemangat. "Benar, pertarungan adalah guru terbaik. Ayo hajar mereka Rico, kalau kalau kau harus push up 10 juta kali!"
"Bos, 10 juta kali terlalu banyak!" teriak Rico dengan penuh amarah.
"Ok santai, aku kurangi menjadi 9.999.999 kali. Bagaimana? Aku itu terlalu dermawan." Radja malah memuji dirinya sendiri.
"Terus bagaimana jika aku menang?" tanya Rico dengan penuh percaya diri.
"Aku akan membuatkan Nasi Goreng spesial untukmu. Tentu saja menggunakan daging ikan neraka!" ucap Radja menawarkan diri.
"Deal!"
Rico memang seperti anak-anak didepan Radja. Tapi ketika dihadapkan dengan dengan petarung muda, jiwanya bergejolak.
"Siapa dulu, ayo maju!" ucap Rico menantang semua anak magang yang sedang berlatih.
__ADS_1