
Kepala Penjara dipukuli hingga pingsan, Radja yang kecewa langsung mengambil pedang patah dari ruang penyimpanan. Tangannya dengan lihai mengiris sayuran dan daging.
"Bahan makanan disini sangat melimpah. Mulai besok tempat ini menjadi pusat makanan kita!." Radja berteriak dengan suara keras.
Robert dan Gong Yu yang mendengar langsung berlari seperti seekor ayam yang dikejar ular.
Radja entah kesambet apa, masakannya terlihat normal dan mengeluarkan aroma harum semerbak. Semua Narapidana yang satu gedung dengannya mulai berdatangan.
"Bagus, semua sudah berkumpul. Ayo makan!." Radja dengan penuh percaya diri melemparkan jamur beracun ke dalam sup dan adonan nasi.
Dengan perasaan bahagia, Radja membagikan makanan pada semua Narapidana termasuk Robert dan Gong Yu.
Robert dan Gong Yu saling memandang dan menelan makanannya tanpa mengunyah. Energi alam meledak dalam tubuhnya, Robert dan Gong Yu berusaha keras menahannya.
Para Narapidana juga melajukan hal yang sama, mereka menahan ledakan energi dan resmi menjadi Kultivator hebat di dunia.
Radja hanya menggelengkan kepala. "Kenapa mereka semua selalu lebay," katanya sambil menyendok sup panas.
Setelah semua selesai menyerap energi murni. "Ayo kerja lagi, besok kita harus selesai!" kata Radja membangunkan pasukannya yang berjumlah 92 orang.
Semuanya langsung berdiri tanpa terkecuali. Setelah Radja menyelesaikan perkataannya, semua orang berlari menuju gedung mereka dan melakukan tugasnya.
Radja menjadi mandor, dia masih menganggap Penjara Tengah Samudra ini adalah Sekolah Milik Paman Zhang.
Kepala Penjara yang sudah siuman langsung mendatangi Radja. Dia tersenyum sangat lebar dan berkata, "Bos bulan depan ada kompetisi antar Narapidana, apa kamu ingin ikut?"
"Kompetisi apa?"
"Pertarungan bergengsi, kita selalu di urutan terkahir karena semua Narapidana tidak mau bekerja sama." Kepala Penjara tampak lesu dan menundukkan kepala.
"Aku tidak peduli, palingan mereka hanya semut gendut sepertimu," tanya Radja dengan tatapan serius.
Robert mendekati Kepala Penjara dan membisikkan, "Katakan sesuatu tentang makanan langka atau enak."
"Tunggu dulu, Bos. Pemenang pertandingan bisa mendapatkan Buah Kehidupan dan beberapa daging kualitas tinggi." Kepala Penjara mengikuti saran Robert.
__ADS_1
Radja langsung berbalik dan menatap Kepala Penjara. "Butuh berapa orang?"
"Sebanyak-banyaknya, kita harus minimal menang 50 kali untuk merebut posisi pertama. Aku sudah menyiapkan orang-orang kuat lainnya selain kamu." Kepala Penjara membujuk Radja dengan segala cara.
Tidak hanya bisa mengalahkannya dengan mudah, Radja berhasil membuatnya menjadi mainan.
"Kalau begitu lupakan, aku tidak mungkin meninggalkan para bocah-bocah ini." Radja menunjuk Narapidana yang masih mengecat tembok.
"Mereka masih lemah, kita tidak bisa merebut posisi pertama dan mendapat Buah Kehidupan." Kepala Penjara mulai panik.
"Jangan khawatir, mereka semua bisa mengalahkan orang-orang pilihanmu setelah satu bulan." Radja mengatakannya dengan penuh percaya diri.
Kepala Penjara hanya bisa menyetujuinya. Dia tidak ingin kehilangannya Radja yang bisa melawan semua peserta sendirian.
Setelah Kepala Penjara pergi, Radja tersenyum lebar menghadap gedung. "Mulai hari ini kalian tidak akan punya waktu istirahat!" seru Radja dengan penuh semangat.
Tanpa peringatan, Radja muncul di sebelah Narapidana dan melemparnya hingga puluhan meter.
"Sial!" teriak pria malang itu. Matanya melotot ke tanah dan tubuhnya menghantam tanah. 12 tulangnya patah dan otot-ototnya terkilir.
Radja menarik semua otot yang terkilir, kemudian dia memasukkan obat penyembuhan ke dalam mulut pria malang.
Radja tanpa peringatan langsung menarik kerah belakang dan melemparnya lebih tinggi. "Apa terlalu tinggi ya?" tanyanya sambil melihat ke langit.
Pria yang haru saja sembuh tadi terbang hingga 25 meter. Orang biasa dipastikan akan mati jika jatuh dengan ketinggian seperti itu.
Suara patah tulang terdengar lagi, Radja dengan sigap melempar pria itu lagi. Tanpa di sadari ternyata Radja tidak hanya melempar satu orang tapi 92 orang secara bersamaan.
Para Narapidana yang dilempar ke langit tampak seperti kembang api yang terus bermunculan. Radja tidak peduli dengan teriakan kesakitan dari para Narapidana. Tujuannya satu, menjadikan semua orang menjadi kaut.
Satu bulan berlalu dengan cepat, postur tubuh para Narapidana susah diperbaiki. Mereka tegap dan memancarkan aura mengancam.
Radja dan Kepala Penjara bertemu di arena pertandingan resmi. Pria sewaan Kepala Penjara tampak sangat kuat, totalnya ada 60 orang.
"Apa kamu tidak menyesali keputusanmu?" tanya Kepala Penjara memastikan kebenarannya.
__ADS_1
"Tentu saja aku yakin." Radja menyilangkan tangannya dan segera duduk di kursi.
"Baiklah, ayo Gilang. Gunakan kemampuannya untuk meraih kemenangan!" ucap Kepala Penjaga.
Gilang adalah sebutan untuk pria kekar dan penuh dengan energi negatif. "Siapa mangsaku selanjutnya?" tanyanya paman di sebelahnya dengan nada meremehkan.
Salah seorang pria biasa dari Pasukan Radja berdiri dan langsung masuk ke arena. Keduanya saling memandang memancarkan tekad kuat dan ketentuan dalam menyerang.
Tepat setelah bunyi bel terdengar, pasukan Radja langsung menegangkan lengan dan menikam lawannya dari depan. Tangannya ditarik dan mendapati sesuatu yang tidak diketahui.
Gilang yang sangat percaya diri mulai meraba dadanya sebelah kiri. Ada sebuah lubang yang tidak bisa dirasakannya. Karena penasaran dia mencoba menundukkan kepala. Sebenarnya dia ingin menemani istri dan putrinya. Namun nasibnya berlari sampai disini.
"Aku menang, ayo cepat saja." Radja berisi di atas ubin arena pertandingan. "Karena kalian sangat lemah, mulai sekarang ayo serang aku bersamaan!" lanjutnya.
98 orang yang di bawah kepemimpinan orang cerdas, mereka bisa berkembang lebih baik.
Mendengar hinaan, semua orang berlari ke arahnya dan langsung mengepalkan tinjunya. Semua orang yang malang, Radja mengeluarkan pedang patah dan mulai mengayunkannya.
"Sudah lama tidak pakai pedang, ayo coba rasakan sensasinya." Radja dengan polosnya mengarahkan ujung pedangnya ke gerombolan anak-anak muda.
Untuk membuatnya semakin berkonsentrasi, Radja harus mengatakan semuanya dari awal.
Hari berlalu perlahan, tidak berasa hari sudah malam. Radja dengan kecepatan penuh langsung menuju dapur.
Tangannya yang lihai memotong sayuran tidak bisa dianggap remeh. Wajan dan tubuhnya ikut bergoyang senada dengan irama musik.
Setelah beberapa saat, semua orang berkumpul di dalam ruangan berAc. "Cepat keluar!" seru Radja dengan tatapan mengerikan.
Semua Narapidana di bawah kepemimpinan Allen tidak ada yang manja. Mereka makan pagi di luar hanya untuk sekedar mengisi perut.
Setelah dua hari, Radja melambaikan tangannya mengucap selamat tinggal. Radja harus kembali ke kantor karena ada barang yang ketinggalan.
Akhirnya rombongan kantor berangka duluan, Allan pasti menyusul tapi paling belalang. Dia sampai lupa membagikan makanan yang sangat istimewa.
Narapidana tidak akan terkecoh lagi, mereka langsung memasukkan air suci ke dalam pos keamanan.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai dengan pertarungannya, Allen harus sadar kendaraan yang mewah ini.
"Diskonek, Kah?" tanya Radja dengan suara lantang.