
Seperti 15 tahun yang lalu, Radja bersekolah tanpa harus membayar. Semuanya karena Lisa dan Paman Zhang membiayainya.
"Nak, sekarang tidak ada sekolah normal. Gedung ini disebut Akademi Beladiri, apa kamu masih mau bergabung?." Paman Zhang mencoba menjelaskan situasinya.
"Baiklah, aku tidak peduli mau itu alademi atau sekolah. Pastinya banyak siswa tawuran di dalamnya." Radja menyetujui perkataan Paman Zhang.
Sosok perempuan yang menemukan Radja terlebih dulu mendekat. "Brengsek, apa kau tidak ingat aku!."
"Siapa kau?" tanya Radja dengan wajah datar.
"Lisa, aku Lisa!" bentak Lisa dengan nada tinggi.
"Oh, jadi kau tunanganku dulu. Sorry ya aku tersesat di dimensi lain. Untungnya aku bisa kembali." Radja malah meminta maaf dengan tulus. Ia membungkukkan badan sebagai tanda ketulusannya.
"Tidak perlu merasa bersalah. Sekarang ayo ikut aku, kau harus segera menikahiku!." Lisa menyeret Radja ke ruang pertemuan di lantai paling atas.
Lisa perempuan berumur 30 tahun tapi tak kunjung menikah. Itu semua karena obsesinya menjadi wanita terkuat di Bumi. Namun jalannya sangat terjal hingga membuatnya tidak fokus berlatih.
Radja tidak tahu mengapa Lisa membawanya ke ruang atas. Ia melewati beberapa dapur yang bau masakannya sangat harum.
"Jangan bodoh, setelah menyelesaikan ini kau boleh makan sepuasnya!." Lisa terus menarik tangan Radja hingga ruang pertemuan.
Keluarga Lisa berkumpul di ruangan, mereka berpakaian rapi dan elegan. Juga ada keluarga Sanjaya, mereka satu level dengan Keluarga Hartono.
Lisa Hartono akan dijodohkan dengan salah satu tuan muda dari Keluarga Sanjaya. Pernikahan ini akan menjadi perekat hubungan antara dua keluarga.
Seorang pria paruh baya berteriak dengan nada tinggi. "Lisa, kenapa kau bawa bocah ini masuk. Tidak sopan!."
"Ayah, dia tunanganku 15 tahun yang lalu. Kami belum memutuskan hubungan, jadi jangan campuri urusanku!." Lisa membela diri, dia tidak mau menikah dengan tuan muda Keluarga Sanjaya.
"Tidak sopan, Lisa minta maaf!" kata ibunya. Meskipun ia juga tidak setuju anaknya menikah dengan Keluarga Sanjaya, dia belum menemukan bukti yang kuat.
"Tidak ibu, aku tidak akan menikahi pria yang lebih lemah dariku." Lisa masih bersikeras menolak perjodohan.
"Maaf Tuan Sanjaya, anak kami memang sedikit bersemangat. Mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya." Ayah Lisa mencoba menghibur hati calon besan.
Wajah Kepala Keluarga Sanjaya tidak sedap di pandang, ia sangat marah saat ini. Matanya melotot dan menyalahkan semuanya pada bocah 15 tahun itu.
__ADS_1
"Bunuh dia, aku tidak ingin melihatnya!" pinta Kepala Keluarga Sanjaya pada pengawal terkuatnya.
Pedang di tangan pengawal itu bergerak sangat cepat dan menebas leher Radja yang terbuka. Tapi pedangnya langsung berhenti dan tidak bisa melukai kulit musuhnya.
"Eh Babi, apa kua mencoba membunuhku. Jadi persiapkan dirimu, aku akan mengirimmu ke neraka!." Radja mengepalkan tangannya, tanpa rasa bersalah dia menghantam musuhnya.
Tidak hanya memukulnya, Radja mengarahkan kekuatannya ke tanah hingga bangunan mewah milik keluarga Hartono runtuh.
"Bam...!" suara pukulan meledakkan tanah.
Semua orang terkubur di bawah puing-puing bangunan kecuali Radja yang masih berdiri tegap. "Apa aku sudah keterlaluan, aku kira dia kaut. Eh ternyata tubuhnya sekarang hancur lebur."
Radja tidak merasa simpati ataupun bersalah setelah memukul mati pengawal Keluarga Sanjaya. "Ah sudahlah, aku akan pergi!."
Sebelum pergi, sebuah tangan langsung menggenggam kakinya. Radja sempat panik dan mengangkat tangan itu, ia berhenti setelah melihat Lisa.
"Oh jadi kau, Lisa. Kenapa kau ada di bawah?" tanya Radja tanpa rasa bersalah.
"Bodoh, kenapa kau menghancurkan seluruh bangunan!." Lisa tampak marah karena dialah yang membangun ini semua.
"Aku kira rempat ini dilindungi Formasi kuat, jadi aku menggukan 1% kekuatan segel keduaku." Radja mengatakan hal yang membingungkan.
"Aku tidak punya uang, jadi bawa saja koin ini. Aku meminjamnya dari Ibu." Radja memberi Koin Platinum.
Lisa tampak terkejut ada anak mengeluarkan koin Platinum dengan mudahnya. "Aku tahu Paman dan Bibi menjadi orang hebat di Benua Tengah, tapi punya koin Platinum beda cerita."
"Kami di rumah punya banyak, aku mengambilnya satu untuk jaga-jaga seperti kejadian ini." Radja melambaikan tangannya ingin pergi.
"Bodoh mana mungkin bibi memberimu Koin Platinum, pasti kau mencurinya!." Lisa berteriak sekuat tenaga.
"Tidak, aku hanya meminjamnya." Radja segera kabur menghindari pertanyaan sulit lainnya.
Sebelum Radja meninggalkan tempat kejadian, sekelompok Polisi Internasional menahannya dengan tuduhan telah menciptakan bencana.
Radja menyerahkan dirinya, ia tidak pernah melakukan hal yang aneh sebelumnya. Mungkin dia hanya menghancurkan beberapa bangunan berharga.
Radja masuk Mobil Polisi, ia hanya duduk santai pahala tangannya sedang si borgol. Setelah menguap, Radja bertanya, "Kapan kita sampai?"
__ADS_1
"Bacot, diam dan ikut saja, Blok." Salah seorang pria berkata kasar pada Radja.
Tangan suci milik Radja langsung menambat bibirnya. Pukulannya cukup keras hingga mematahkan 7 gigi depan.
"Diamlah, aku ingin cepat makan. Oh pengikatnya lepas, benerin aja lagi." Radja melihat Borgolnya yang telah rusak karena pengamannya patah.
Salah satu penjaga bertanya pada rekannya, "Apa yang kau lakukan pada benda berharga kita!."
Penjaga yang berkunjung adalah kepala pelayan. Pakaiannya tapi dan elegan, pria itu cukup kuat untuk memprovokasi siapapun di Benua Tanah.
"Pria Brewok, aku sudah lapar. Segera bawa makannya atau aku yang datang!." Radja mulai mengancam.
"Bacot kau, Anjing. Tunggu..."
Sebelum menyelesaikan pertanyaannya, Radja sudah memukul wajah pria yang mengejeknya.
"Disini sudah tidak menyenangkan. Pergi ah!." Radja melompat dan menembus langit-langit yang menghalangi pandangannya.
Siapa yang menyangka ternyata Radja berada di tenan laut. "Tengah laut sanga merepotkan, jadi kemana kita harus pergi?"
Seorang pria pembawa bekal nasi goreng terlihat sedang ketakutan di pojok. Radja langsung mendekatinya.
"Bro, aku makan bekalmu, Ya." Radja langsung melahap nasi goreng buatan ibu pria di depannya.
Setelah habis, Radja mengembalikan wadah plastik yang dipakai untuk makan pengganti piring.
"Kenapa bocah sepertimu ada disini?" tanya Pria Suram.
"Cari makan gratis, kamu sendiri?." Radja sudah mulai bisa berkomunikasi dengan orang lain.
"Hah, tidak perlu di tanya lagi. Nasibku sangat buruk, aku dipecat perusahaan, kemudian istriku di lecehkan. Yang paling menyakitkan dua anakku tewas." Pria Suram itu menceritakan semua keluh kesahnya.
Radja mendengarnya, ia mengingat semua kejadian dan mencoba memberi solusi. "Kalau gitu bunuh saja musuhmu. Simpel!."
Pria Suram menggelengkan kepala. "Aku sudah berlatih 3 tahun di penjara ini. Tapi kau lihat sendiri, aku masih kalah dengan mereka."
Radja tanpa rasa bersalah langsung memukul perut Pria Suram hingga tersungkur. Kemudian ia menginjak-injaknya hingga pingsan di tempat.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Pria Suram pingsan. Pria aneh itu langsung membawanya dan mengubur salah satu rekannya.