
"Hentikan perbuatan konyol kalian atau aku yang akan menghajar kalian semua!"
Lisa tampak sangat marah, berbeda dengan Radja yang santai menghadapi semua situasi.
"Lisa, kamu memang anak paling berbakat di sekolah ini, tapi ingat ini kelas J. Aku penguasa disini!"
Seorang anak berbadan kekar dengan tinggi badan 176 centimeter dan rambut gondrong melangkah mendekati Lisa dan Radja.
Matanya memandang Radja dan Lisa tampak seperti sedang merendahkan. Perlu di ketahui tinggi Radja hanya 160 centimeter, sedangkan Lisa 154 centimeter.
"Jerry, jangan terlalu berlebihan. Aku adalah pemilik sekolah ini, Paman Zhang bisa langsung membuatmu keluar!"
Lisa sedikit panik karena ayah Jerry adalah mafia yang bergerak di laut selatan. Jika Lisa menyinggungnya, besar kemungkinan bisnis keluarganya akan terganggu.
Radja tanpa rasa takut melangkahkan kakinya. "Tunjukkan kesombongan apa yang kamu miliki!"
Tangannya dengan cepat meraih wajah Jerry dan langsung membantingnya ke lantai. Muka Jerry membentur lantai dengan sangat keras.
Hidungnya mengeluarkan darah, dia berdiri dan langsung mengayunkan pukulannya ke arah Radja. Badannya yang besar membuat kekuatan pukulannya sangat hebat.
Kali ini Radja tidak menerimanya langsung, dia melangkahkan kakinya maju dan menggeser kepalanya ke kanan. Sehingga pukulan Jerry hanya mengenai angin.
Tidak mau pertarungan selesai, Radja mengepalkan tangannya dan langsung mengayunkannya ke rahang bawah lawannya.
"Bam...!" suara benturan tinju dengan rahan bawah.
Seketika Jerry tergeletak di lantai, dia pingsan. Semua orang di kelas langsung terperangah tidak percaya.
"Ah... Ternyata kamu lebih lemah dari para preman pasar itu. Baiklah, ayo lihat apa ada yang lebih kuat darinya, ini adalah kelas impianku!"
Radja malah senang bisa bertarung setiap hari dengan orang bar-bar yang selalu menggunakan kekerasan. Otaknya sangat malas memikirkan resiko dan strategi aneh.
Mendengar perkataan Radja, semua orang diam. Mereka semua tahu betapa kuatnya Jerry, ia setara dengan tentara terlatih di umurnya sekarang.
"Membosankan sekali. Hai gendut, bukankah kamu lebih kuat, ayo lawan aku!" teriak Radja sambil menunjuk orang berbadan kekar di pojok kelas.
Seluruh kelas tahu dia adalah orang yang lebih kejam dari Jerry, bedanya anak itu lebih pendiam dan tidak mengandalkan kekuatan keluarganya.
"Apa kamu tahu aku dari keluarga mana?" tanya anak di pojokan.
"Memangnya aku peduli dengan keluargamu. Aku sekarang hanya melihat lawan yang sepadan dengan tinjuku ini!"
__ADS_1
Radja mengepalkan tangan dan menaruhnya di depan mukanya.
Anak di pojokan berdiri, tinggi badannya melebihi orang biasa. Dia memiliki otot yang sangat terlatih dengan tinggi badan 182 centimeter di usianya yang baru 17 tahun.
"Tap... Tap... Tap..." suara langkah kaki.
Lisa langsung menghadangnya mendekati Radja. "Berhenti Bagus! kita sedang di sekolahan, jangan membuat keributan lebih dari ini!"
Bagus adalah anak pertama dari perwira tentara di negara ini, dia dipaksa sekolah karena harus memiliki ijasah SMA untuk masuk kedalam pasukan khusus.
"Lisa aku tidak peduli dengan perkataan rendahan itu. Bocah di belakangmu menantang aku bertarung, bagaimana bisa mengabaikannya!"
Radja berjalan ke depan Lisa. "Menarik, ini adalah yang aku tunggu. Kamu lebih kuat dari sopir Lisa, mari tunjukkan aku kekuatanmu sebenarnya!"
"Aku tidak mau menyiksa bocah kecil sepertimu. Ayo lakukan pertandingan di ring, itu akan lebih mudah untukku!" kata Bagus dengan nada tinggi.
"Ring?" Radja jelas kebingungan. Dia tidak pernah hidup di bumi, jadi tidak tahu apa itu ring.
"Ring adalah sebuah tempat untuk menentukan kekuatan seseorang. Para petarung menggunakannya untuk mengadu kekuatan, siapa yang berdiri maka dia menang." Lisa menjelaskan sedikit pengetahuan tentang ring.
"Pasti banyak petarung lainnya. Ayo tunjukkan aku tempatnya!" Radja penuh dengan semangat membara ketika mendengar pertarungan.
Lisa sudah tidak bisa menghentikan pertarungan mereka, kelas akan dimulai jadi dia harus segera kembali.
Radja memandang Bagus dan bertanya, "Memangnya guru kelas itu apa?"
"Aku adalah anak bodoh, tapi ketika ada di depanmu aku menjadi anak yang pintar ya. Guru kelas kita juga akan datang beberapa menit lagi, lebih baik kamu segera duduk. Aku akan mengajakmu ke ring nanti siang."
Radja memilih kursi yang paling depan, tidak ada orang di sisi kanan dan kirinya. Para murid duduk di baris ke dua dan belakangnya.
"Hai bocah, sudah waktunya duduk!" seorang pria masuk ke dalam kelas dengan wajah sangar.
"Bukannya kamu preman pasar?" tanya Radja dengan santainya.
"Eh... anda ada disini, Tuan." Rico yang biasanya sangat mendominasi harus menunduk pada Radja yang duduk di kursi paling depan.
"Rico ya... ternyata kamu guru disini. Aku tadi memukul anak bernama Jerry, jadi bagaimana menyembuhkannya?" tanya Radja dengan polosnya.
Sebagai guru kelas J, Rico mengetahui sikap Jerry yang seenaknya. Dia tidak bisa berbuat banyak karena orang tuan Jerry adalah mafia laut selatan.
Kedua kaki Rico langsung bergerak menuju tubuh Jerry yang tersungkur di lantai. Disusul dengan Radja yang berjongkok sambil melihatnya.
__ADS_1
"Aku tidak memukulnya terlalu keras. Aku kira dia lebih kuat darimu karena Lisa saja sedikit takut menyinggungnya."
"Dia ini adalah anak dari mafia kaya. Jika anda ingin merampok, rumahnya adalah ladang uang yang dapat diperhitungkan." Rico langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
Radja menganggukkan kepala berkali-kali dan menepuk pundaknya. "Bagus, Bung. Aku akan mengunjungi mereka untuk meminta uang. Sekolah disini harus membayar 5 juta sebulan," katanya dengan santai.
Rico langsung mengangkat tubuh kekar Jerry, dia kesusahan karena postur tubuhnya tidak terlalu mendukung.
Melihat Rico yang tidak nyaman, Radja menarik tangan Jerry dan memindahkan tubuhnya ke pundaknya. "Tunjukkan aku jalannya."
Mendengar kata keluar dari mulut Radja, Rico langsung menggerakkan kakinya menuju UKS atau unit kesehatan sekolah.
Langkah kaki Radja mengikutinya tanpa kesusahan sedikitpun. Dia mengikuti lari Rico dengan sangat mudah.
"Woh... Jadi ini yang namanya rumah sakit. Besar sekali ya..."
Radja kagum dengan bangunan besar di depan matanya.
"Ini UKS bukan rumah sakit, ayo segera bawa dia ke dalam." Rico mendesak Radja untuk segera membawa tubuh Jerry yang masih pingsan.
UKS sekolah yang sangat besar itu mempunyai 3 dokter umum dan 15 dokter spesialis. Bisa dibilang tempat ini tidak beda jauh dengan rumah sakit bintang 5.
"Bagaimana keadaan Jerry, Dok?" tanya Rico yang sedikit khawatir. Dia tidak mau berurusan dengan ayahnya yang sangat merepotkan, bahkan tega untuk membunuh.
"Kondisinya normal tapi dia butuh istirahat. Biarkan Jerry disini beberapa jam lagi, dia akan segera siuman." Dokter umum tersebut meyakinkan Rico tidak terjadi apapun.
Namun Radja tidak bisa ditipu, dia melihat ada kebohongan dari matanya.
Radja dan Rico kembali ke kelas. Jerry membuka matanya dan langsung berkata, "Apa mereka sudah pergi?"
"Iya, Tuan. Bagaimana anda bisa pingsan?"
"Anak bernama Radja itu sangat kuat. Pukulannya benar-benar bisa membuatku kehilangan kesadaran, karena aku sudah melatih tenaga dalam, makanya aku siuman lebih cepat."
"Apa aku harus melaporkan ke ayah anda?"
"Tentu saja, aku ingin melihatnya menjerit meminta ampun di bawah kakiku."
"Baik, Tuan."
"Aku juga ingin melihat keluarga bocah itu berlutut memohon ampun nyawanya dan menjilat kakiku!"
__ADS_1
Jerry benar-benar marah, dia akan melibatkan seluruh mafia di laut selatan untuk mengurus Radja dan keluarganya.