Sang Gitaris

Sang Gitaris
Hazel yang Menenangkan


__ADS_3

Amarah Hendy masih meluap-luap sesampai nya di ruang BK. Dia memandang Igor dengan begitu tajam, membuat Igor memalingkan wajah nya dan memilih melihat tembok. Sebenarnya dia masih tidak mengerti kenapa Hendy memukul nya. Dia pun memberanikan diri untuk bertanya.


"L..lo gila ya! Gue punya salah apa ke lo?!"suara nya terdengar gugup.


"Gak ada." jawab Hendy dingin.


"Hah?! Trus kenapa lo mukulin gue?!"


"Gue ingin kasih pelajaran aja buat cowok berotak mesum kayak lo."


"Otak-otak gue kenapa lo yang repot?! Masalah buat lo?!" Igor berusaha menunjukkan keberanian nya walau sebenarnya nyali nya ciut di depan macan yang sedang marah ini.


"Bermasalah banget. Karena yang lo coba gerayangin di imajinasi mesum lo itu cewek gue." Hendy tersenyum menyeringai.


Igor semakin gugup, dia tidak tahu Rani adalah pacar cowok di depan nya. Hendy berdiri dari kursi nya dan berjalan mendekati Igor dan dia tahu betul Hendy jago dalam bela diri Kick Boxing.


(*Mampus gue*!)


"T..tunggu Hen! Gue bisa jelasin!"


Ucapan Igor tak berhasil menghentikan langkah Hendy sampai seseorang masuk. Seorang laki-laki berkumis dengan potongan rambut cepak berjalan mendekat dan duduk di depan mereka berdua.

__ADS_1


Dia melihat pemandangan yang sangat kontras antara Igor dan Hendy, dimana Igor yang babak belur sedangkan Hendy hanya sedikit lebam di pelipis karena Igor berhasil memukul nya sekali.


"Oke anak-anak, ayo selesaikan ini dengan cepat. Jadi siapa yang memulai keributan ini?"


Pak Herman, begitulah anak-anak biasa memanggil guru BK ini. Baik Igor maupun Hendy tak ada yang menjawab. Masing-masing merasa yang paling benar.


"Hufftt.. Jadi tidak ada yang mau mengaku? Kalau begitu bapak.."


"Saya pak." Hendy mengucapkan itu tanpa ragu. Pak Herman tentu menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.


"Bapak tidak akan tanya kenapa kamu melakukan itu. Yang pasti kamu seharunya tahu peraturan tata tertib sekolah yang salah satu nya tidak boleh ada tindak kekerasan berikut sanksi pelanggaran nya."


Pak Herman pun menghela napas.


"Astaga Hen.. seharusnya kamu mikir dulu sebelum bertindak. Bapak tahu kamu, gak seperti biasanya kamu bersikap seperti ini."


Sebenarnya Pak Herman sudah mencari tahu apa penyebab Hendy seperti itu dari anak-anak Stars. Dia pun kesal dengan Igor, tapi sebagai guru dia harus bersikap objektif.


"Ckk.. baik lah karena ini pelanggaran pertama kamu, kali ini bapak maafkan."


"Kok gitu sih pak? Bapak lihat sendiri kan beringas nya dia kayak apa? Ini wajah saya sampai tidak teridentifikasi lho pak!" protes Igor sambil menunjuk wajah nya.

__ADS_1


"Seharusnya bapak cekokin kamu sama sabun pencuci piring biar otak kamu bersih dari hal mesum. Bapak jadi penasaran gimana reaksi bapak kamu yang seorang ustadz itu." pak Herman tertawa geli yang membuat Igor semakin ciut.


Permasalahan pun selesai dengan permintaan maaf dari Igor. Pak Herman menyuruh mereka berdua keluar ruangan dan mengobati luka masing-masing di UKS.


Di sisi lain kebetulan Rani juga berada di UKS. Dia mengantar Oliv yang kaki nya kram karena tidak melakukan pemanasan dulu sebelum lari estafet dalam pelajaran olahraga.


Beberapa saat kemudian Hendy masuk ke ruang UKS. Rani menoleh ke arah nya dan mata mereka bertemu.


Hendy yang semula begitu garang langsung luluh saat melihat mata indah pacar nya. Rani memang memiliki warna mata yang jarang dimiliki orang di seluruh dunia yang dia dapat dari ibu nya yang berdarah Perancis.


Baik dia maupun ibu nya Elaine, kedua nya memiliki mata berwarna hazel yang membuat sorot mata nya sangat cantik dan teduh.


Itulah yang membuat banyak siswi di sekolah mereka iri karena sebagian besar asli keturunan orang Indonesia, juga membuat banyak cowok jatuh cinta pada nya termasuk Hendy. Jika ditanya apa yang dia suka dari Rani, maka dia akan menjawab 'matanya'.


Igor pun masuk ke ruang UKS, membuat Rani kaget melihat wajah nya yang tidak berbentuk. Dia melirik Hendy dengan tatapan menuduh yang dijawab Hendy dengan sedikit mengangkat bahu nya sambil tersenyum.


"Itu Igor bukan sih Ran? Kenapa babak belur gitu? Lho ada Hendy juga toh?" tanya Oliv yang keluar dari bilik pemeriksaan. Sepertinya kram di kaki nya sudah sembuh.


Rani pun tertawa lirih. Dari reaksi Rani itu, Oliv bisa menyimpulkan apa yang sudah terjadi dan itu membuat dia menepuk dahi.


"Astaga Ran.. emang beneran gila cowok lo." ucap nya.

__ADS_1


__ADS_2