
Rani tersenyum saat tahu Artur memilih kursi di barisan paling atas.
"So what do you think? Pilihan ku strategis gak?" goda Artur sambil duduk di kursinya. Dia sengaja memilih kursi atas paling pojok untuknya dan Rani.
"Enggak.. jelek.."
"Ih kenapa?"
"Karena aku gak bisa nyetopin mas-mas yang jual popcorn dari sini."
Artur mendengus mendengar alasan konyol Rani. Semakin hari cewek itu semakin membuat nya gemas dengan segala tingkah konyolnya namun tetap manis.
Film pun diputar. Sebuah film tentang zombie membuat Rani langsung fokus menatap layar besar yang terpasang di depan. Di samping nya Artur tersenyum kecil memperhatikan Rani yang mulai mengacuhkannya sambil makan kentang goreng.
**
"Mega.. buka jaket kamu.." Hendy dengan gemas menarik jaket yang menutupi wajah Mega. Dari awal film sampai akan berakhir, cewek itu tak henti-hentinya berteriak sambil menyembunyikan wajahnya di balik jaket.
"Enggak.. Lagian dari sekian banyak film, kenapa milih nonton zombie sih!"
"Ya biar kamu berani dikit." Hendy tertawa lirih. Dia lalu meminum milk shake dan menyapukan pandangan ke seluruh studio yang gelap.
Matanya tiba-tiba tertuju pada sosok cowok yang berada 2 kursi dari kursinya.
__ADS_1
(Dia cowok yang hampir gue tabrak tadi kan?)
**
"Kamu gak takut lihat film gore kayak gitu?" tanya Artur saat keluar dari studio. Artur mengajak Rani menuju food court terdekat untuk bersantai sejenak.
"Enggak. Soalnya Bang Aldo.. Ya ampun!"
"Kenapa Ran?! Perut kamu sakit lagi?!" Artur langsung kuatir saat Rani tiba-tiba sedikit berteriak.
"Enggak.. Aku belum ketemu Bang Aldo! Aku harus cepet hubungin dia! Wait, gimana kalau dia di pedalaman? Di sana kan gak ada signal. Terus gimana dong.."
Rani mengeluarkan handphone dan memasukkan nya lagi. Hal itu dilakukannya berulang kali sampai membuat Artur tertawa geli.
"Bang Aldo lagi dimana sekarang?"
"Kata ayah sih di Kalimantan, sekitar gunung Mulu."
"Besok kita ke sana."
Rani hanya bisa bisa terbelalak mendengar perkataan Artur. Dengan mudahnya cowok itu mengabulkan setiap keinginan Rani walaupun dia tak pernah memintanya.
"Kamu cowok gila dari planet mana sih? Bisa mati kita kalau pergi ke sana. Orang di sana lagi latihan militer."
__ADS_1
Bruukk!
Tiba-tiba seseorang menabrak Artur dari belakang. Cewek itu tentu saja langsung tersungkur menabrak tubuh Artur yang atletis.
"Kamu gak apa-apa?" tanya cowok di belakangnya yang langsung membantu cewek itu berdiri.
"Enggak kok.. M.. Maaf ya mas, aku gak sengaja."
Hendy kembali terperanjat melihat orang yang ditabrak Mega. Dia adalah sosok yang sama yang tadi hampir bertabrakan dengannya di loket dan sosok yang sama yang dilihatnya di dalam studio.
Atur pun tak kalah kagetnya. Dia hanya berdiri sambil melihat kedua pasangan itu.
"Kamu gak apa-apa?"
Sebuah suara lembut membuat Hendy seketika membeku. Dia memandang cewek yang tengah bicara dengan cowok yang ditabrak Mega. Matanya bahkan tidak berkedip sedikitpun.
"Rani.."
Rani menoleh ke suara itu. Sejenak dia terpaku, namun sebisa mungkin dia menyembunyikan keterkejutannya di depan Hendy dan Artur.
Artur memalingkan wajahnya namun tangannya semakin erat menggenggam Rani, sama halnya dengan Mega.
Cewek itu hanya bisa melongo melihat makhluk yang begitu cantik di depannya. Rambut coklat panjang, proporsi tubuh ideal, dan mata indah cewek itu. Akhirnya dia bertemu cinta pertama Hendy, Rani..
__ADS_1