Sang Gitaris

Sang Gitaris
Finally


__ADS_3

"Kya..! Akhirnya Stars come back lagi!"


Sorak sorai penonton memenuhi stadion yang digunakan Stars untuk manggung malam itu. Ini adalah tahun ketujuh mereka sejak pertama kali diorbitkan oleh sebuah label rekaman.


"Duh.. gue kok deg-degan parah sih! Padahal gak sekali dua kali kita manggung kayak gini." celetuk Leo. Dia kembali meneguk air mineral yang dibawanya.


"Ahaha.. Lo kayak anak baru kemarin aja pakai demam panggung segala." Zein pun menjitak kepala Leo.


Personil Stars yang lain pun tertawa. Candra berkali-kali melihat arlojinya.


"Kemana sih tuh anak. Udah mau perform gak muncul-muncul."


"Gue disini.. Woles dong.."


Suara itu lantas membuat seluruh personil menoleh ke arahnya. Hendy mendekat sambil membawa sekantong penuh buah-buahan.


Dia tersenyum seakan tak bersalah yang membuat Candra jengkel. Namun setelah melihat segarnya jeruk yang dibawa Hendy, dia jadi lupa dan menyerbu oleh-oleh yang dibawa gitarisnya itu.


"Sayang kamu bisa kan nungguin aku beberapa jam aja? Sekali-sekali kamu perlu melepas penat dari kesibukan di klinik."


Hendy membelai pipi cewek di hadapannya. Dengan segera sepasang mata hazel menatapnya lembut.


Yup.. Hendy dan Rani kembali menjalin hubungan setelah sekian lama mereka berpisah.


Lalu bagaimana dengan Artur dan Mega?


Rani harus merelakan Artur untuk meninggalkan dirinya selama-lamanya setelah 3 tahun berjuang melawan kanker tulang belakang yang dideritanya selama ini.


Sebuah tragedi yang membuat Rani terpuruk sampai dia kehilangan banyak berat badannya.


Sedangkan Mega, firasat Leo tidak pernah meleset tentang cewek itu. Dia selingkuh dengan teman sekampusnya disaat Hendy justru mulai mencintainya dengan tulus.

__ADS_1


What the f*ck!


Namun mungkin itulah yang ditakdirkan Tuhan. Di saat keduanya kehilangan orang yang disayangi, Tuhan memutuskan kembali menumbuhkan rasa cinta yang telah lama menghilang.


"Kamu beneran udah gak apa-apa?" tanya Rani. Hendy memang baru sembuh dari demam.


Cowok tampan itu mengangguk dan tersenyum. Dia melayangkan ciuman ringan ke dahi Rani.


"Don't worry.. I'm fine.." Hendy tahu betul akan kekhawatiran Rani.


"Tenang Ran.. Kita jagain kok.." Candra langsung meyakinkan agar Rani tidak kuatir.


Beberapa saat kemudian Stars naik ke atas panggung. Sebuah flying kiss diberikan Hendy pada pacarnya sebelum dia dan yang lain menghilang dari pandangan Rani.


Beberapa lagu pop dan rock dimainkan Stars dengan epic. Para penonton tak henti-hentinya histeris. Sebagian kaum hawa meneriakkan nama Hendy yang memang paling diidolakan.


**


3 jam berlalu. Stars pamit ke para penggemar nya dan berjanji akan menggelar konser lanjutan dalam waktu dekat.


"Inget Artur ya?"


Hendy berjongkok di depan Rani sambil menggenggam tangannya. Tak ada emosi di wajahnya yang tampan. Semakin bertambahnya usia, dia semakin dewasa dan membuang jauh-jauh sifat kekanakannya selama ini.


"I'm sorry.. Aku hanya.."


"Gak apa-apa sayang.. Dia bagian dari hidup kamu, jadi wajar kalau kamu masih mengingatnya. Lagi pula dia orang yang baik."


Rani menatap Hendy dengan takjub. Mereka memang kembali menjalin hubungan kurang lebih 3 bulan lalu dan Rani selalu dibuat takjub dengan perubahan sifat Hendy.


Kini Hendy lebih bijak dan kalem. Hal itulah yang membuatnya digilai para penggemar Stars.

__ADS_1


"Udah dong sedihnya. Oh ya sayang, ini apaan ya?"


Hendy meraba saku dalam jaketnya karena merasa ada benda asing di sana.


"Apaan?"


"Gak tahu, kok kenyal gitu. Jangan-jangan kodok!"


"Kodok?" Rani semakin tak mengerti kenapa bisa ada kodok di saku jaket Hendy.


(Ni orang habis main di sawah atau gimana sih?)


Dengan gemas dan sedikit geli, Rani memasukkan tangannya di saku jaket Hendy. Sebuah kotak kecil berwarna merah menyembul keluar dan membuat Rani menganga setelah membukanya.


Cincin berlian cantik berada di dalam kotak itu. Hendy segera berlutut dan sebuah kalimat indah pun terucap.


"Marry me.."


"Yes." Rani langsung menghambur memeluk Hendy. Keduanya bahkan mengabaikan sorak sorai personil Stars di sana.


"Thank you honey..I'll be the best for you. I love you.."


"I love you too.."


FIN~


*


*


Makasih ya buat teman-teman yang udah sudi membaca karyaku. Tanpa kalian aku hanya remahan kerupuk yang tidak berharga dan ujung-ujungnya di sapu doang karena bikin kotor. Huhu.. 😭

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan di tengah pandemi ini dan tunggu karya terbaruku ya, nanti bakal aku share di seluruh sosmed aku deh judulnya apa (walau belum kepikiran mau bikin apaan. Wkwk)


See you later guys.. 🤗🤗


__ADS_2