
Bakk! Bukk!
Keringat berjatuhan memenuhi lantai. Hendy sedang melakukan latihan rutin Kick Boxing di rumah nya. Tak tampak ekspresi lelah dari nya padahal dia sudah melakukan latihan itu selama 2 jam. Bagi nya rasa lelah itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sedih yang menyelimuti hati nya saat ini.
Kemarin..
"Ran, apa kamu gak ada sedikit pun perasaan suka sama aku?"
"Hah? Kamu ngomong apa sih Hen?" Rani tertawa mendengar pertanyaan Hendy. Dia menganggap Hendy sedang bercanda.
"Aku serius." Hendy memandang cewek cantik itu dalam-dalam. Dia sudah mengumpulkan keberanian untuk menanyakan hal ini sejak lama.
"Aku sayang kamu." lanjut Hendy. Dia tidak sadar para personil Stars masih di dalam studio. Kejadian langka itu membuat mereka terpaku sesaat sebelum akhirnya Leo mengajak mereka semua keluar.
"Kamu kan sudah punya pacar." jawab Rani polos.
"Pacar? Siapa?" Hendy bingung kenapa Rani bisa menyimpulkan demikian.
"Tadi yang berantem sama kamu."
"Tya? Dia bukan pacar ku." Hendy tersenyum. Dia meraih tangan Rani dengan lembut. Rani kaget mendapat perlakukan yang tiba-tiba dari Hendy. Cepat-cepat dia menarik tangan nya.
"Sorry kalau aku lancang." Hendy malu melihat reaksi Rani. Memang seharus nya dia tidak melakukan hal konyol seperti itu.
__ADS_1
Rani melihat Hendy yang memasang wajah penuh harap.
"Hen, bisakah lupain ini dan anggap gak pernah terjadi?"
"Kenapa? Kamu gak percaya sama aku?" Hendy sedikit mendekat ke arah Rani. Jarak yang begitu dekat sampai Rani bisa mencium bau parfum cowok itu.
Rani pun mendorong tubuh Hendy perlahan.
"Kamu terlalu dekat."
Seakan mengacuhkan perkataan Rani, Hendy diam dan mulai memandanginya.
"Aku ingin kamu jadi pacar ku." dia menghela nafas sejenak dan melanjutkan, "Aku tanya sekali lagi, apa kamu gak ada sedikit pun perasaan suka sama aku?"
Rani hanya diam. Dia tahu Hendy adalah cowok yang baik. Seharusnya dia senang Hendy mencintai nya, tapi entah kenapa dia tidak merasakan apapun. Dia hanya menganggap Hendy sebagai teman.
"Aku harus ngapain?" tanya Hendy. Rani tertunduk, kali ini dia tidak berani melihat Hendy.
"Katakan Ran aku harus ngapain biar kamu sayang sama aku?" Hendy mencoba menahan emosi nya. Semua kalimat yang keluar dari mulutn ya menggambarkan kesedihan hatinya saat ini, kalimat yang terdengar putus asa.
Rani tidak tega melihat Hendy seperti itu. Dia memberanikan diri menyentuh pipi Hendy dengan lembut yang membuat Hendy merasa lebih tenang. Dia meraih tangan Rani dan menciumnya.
"Ran.. Izinkan aku mencintaimu, izinkan aku memiliki mu. Aku janji gak akan menyakiti mu."
__ADS_1
"Hen, kamu tahu hubungan kita gak akan mudah. Setiap saat fans kamu yang galak itu bisa menggigit aku." ucap Rani sambil tersenyum, mencoba mencairkan suasana.
"Aku yang akan melindungi kamu. Aku akan biarkan mereka memukul ku asal kamu aman."
"Kamu udah gila."
"Memang. Aku bisa lebih gila lagi kalau kamu mau." Hendy mencoba meyakinkan Rani. Tapi tetap saja Rani menolak secara halus.
Hendy pun melepaskan tangan Rani, dia memalingkan wajah nya karena tak bisa berkata apapun lagi.
"Sorry.." setelah mengucapkan maaf, Rani pergi meninggalkan Hendy yang berdiri menahan kesedihan.
**
Hendy masih memikirkan kejadian kemarin. Untuk pertama kalinya dia jatuh cinta, pertama kali juga dia ditolak. Dia memukul samsak di depannya kuat-kuat sampai terlepas dari tempatnya dan menimbulkan suara dentuman keras.
Seorang wanita paruh baya dan seorang laki-laki berkumis tergopoh-gopoh masuk ke ruang latihan.
"Den Hendy! Aduh Den.. Suara apa tadi? Aden gak apa-apa kan?" tanya Bi Laila dengan wajah kuatir. Dia adalah pengasuh Hendy sejak kecil.
"Iya Den, ada apa?" tanya lelaki di sebelah nya yang tak lain adalah Pak Suroso, suami Bi Laila.
Mereka berdua sudah mengabdi untuk keluarga Hendy sejak 15 tahun yang lalu. Di rumah yang sebesar itu Hendy hanya tinggal dengan mereka berdua karena dia adalah anak tunggal.
__ADS_1
Sejak kecil orang tua nya sering pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis dan tak pulang selama berbulan-bulan. Namun dia tidak pernah merasa kesepian karena ada Bi Laila dan Pak Suroso yang sudah menganggap nya seperti anak kandung mereka sendiri.
Bi Laila pun mendekati Hendy. Dia melepas pelindung tangan Hendy dan terlihat tangannya sedikit lebam. Sekuat apa anak ini memukul samsak sampai membuat tangannya terluka?